Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 142


__ADS_3

maira dan bram sudah memasuki kamar pengantin mereka, maira menyuruh bram untuk mandi air hangat dulu agar tubuhnya lebih segar karena sudah capek seharian ini menyalami para tamu. maira juga sedang duduk di depan meja ruas dia untuk melepas semua asesoris yang ada di kepala dan juga badan dia.


(haduh kenapa aku jadi dag dig dug gini sih, padahal dulu aku juga sering berada satu kamar sama kak bram. tapi kenapa malam ini rasanya beda banget yah, haduhhh jangan sampai aku nanti salting di depan kak bram) suara hati maira


setelah kurang lebih setengah jam, bram keluar dari kamar mandi dengan tidak memakai baju, hanya celana pendek saja.


"sayang buruan mandi, aku sudah siapkan air hangat buat kamu mandi" ucap bram sambil mengusap rambutnya yang sedang basah dengan handuk


"iya..... " jawab maira sambil membulatkan matanya karena terkejut dengan dada bram yang seperti roti sobek apalagi masih ada buliran air yang belum kering bekas dia mandi.


maira terpesona sebentar melihat hal yang di lakukan bram, bahkan tanpa sadar ada senyuman di bibir maira. namun setelah itu maira tersadar dan asegera membalikan badan dia memunggungi bram.


"kak bram.... kenapa keluar hanya pakai celana pendek saja, apalagi tidak pakai baju seperti itu, nanti kalau di lihat orang bagaimana" ucap maira sambil mengatur nafasnya yang sudah tidak beraturan


"hahh orang, kan di sini cuma ada kamu sayang.... tidak ada orang lain di sini. lagian kenapa kamu berbalik badan segala sih, apa kamu malu melihat tubuh suamimu yang keren ini" jawab bram sambil memeluk maira dari belakang


maira yang mendapat serangan seperti itu, dia makin tidak bisa mengendalikan diri nya sendiri, pipinya kini berubah menjadi merah merona. maira yang sudah tidak tahan lagi dia langsung melepaskan pelukan bram dan berlari ke kamar mandi.


"aku mandi dulu kak" ucap maira sambil menutup pintu kamar mandi


"he he he he he maira maira.... gemesin banget sih" ucap bram pada dirinya sendiri


Tokkk... tokkk.... tokk.... pintu kamar mandi yang di ketuk bram


"sayang kalau mandi jangan lama lama yah.... aku tungguin kamu, aku sudah tidak sabar untuk...... " ucap bram yang belum selesai tapi sudah di potong maira


"kakak kalau mau tidur dulu tidak apa apa, maira masih lama kayaknya, maira kalau mandi biasanya lama banget " jawab maira sambil teriak dari dalam kamar mandi

__ADS_1


bram makin tertawa puas karena dia berhasil menggoda maira, dan bram yakin kini pipi maira makin tambah merah dan dia makin tidak berani keluar dari dalam kamat mandi.


sambil menunggu maira keluar dari dalam kamar mandi bram, memilih untuk membaca beberapa buku yang maira pajang di kamar dia.


******


sementara alin dan satria lebih memilih duduk berdua di ayunan yang ada di halaman belakang dekat kolam renang. alin dan satria sama sama tidak bisa tidur karena dia memikirkan bagaimana nanti kalau mereka sudah menikah.


"lin.... " ucap satria pada alin yang sedang merebahkan kepalanya di bahu satria


"iya kak" jawab satria


"nanti kalau kamu menikah sama kakak, kamu mau tinggal di mana, di rumah kakak, atau rumah kamu" tanya satria


"Alin sih terserah kakak mau tinggal di mana, tapi kalau kakak minta tinggal di rumah kakak juga tidak apa apa kok, alin juga senang. mama alin juga jarang ada di rumah, dan di rumah sudah ada banyak pembantu yang ada di sana, jadi alin tidak khawatir khawatir banget saat ninggal mama. di rumah kakak kan kosong, kalau tidak di tinggali lama lama kan juga tidak baik, jadi nanti kita tinggal di rumah kakak aja tidak apa apa" jawab alin sambil menggenggam tangan satria


"iya kak, alin mau tinggal di rumah kakak, lagian rumah kakak kan tidak jauh dari rumah kak bram dan kak ramma, jadi nanti alin bisa sewaktu waktu ngajakin maira dan vita untuk main ke rumah" jawab alin sambil memberikan senyuman


"yah sudah, kita masuk ke rumah yuk... sudah makin malam, semua keluarga juga sudah tidur. " ucap satria sambil ingin beranjak dari tempat duduk


"iya kak, makin dingin juga angin nya, ayoh masuk rumah, alin juga sudah ngantuk banget" jawab alin sambil langsung menggandeng tangan satria


******


setelah beberapa saat maira keluar dari kamar mandi dan dia melihat bran sedang membaca buku di atas tempat tidur, maira langsung duduk di depan meja riasnya untuk melakukan ritual sebelum dia tidur.


"kakak kok belum tidur, emang tidak capek yah? " ucap maira sambil melihat bram

__ADS_1


"kakak mau tunggu kamu sayang, masa iya kakak ninggalin kamu tidur. yah dudah sini tidur di sana kakak" jawab bram sambil menepuk kasur


maira langdung mendekat ke bram, dan dia langsung duduk di samping bram sambil memeluk tubuh bram. bram yang melihat maira seperti itu langsung mencium pipi maira dan dia menaruh buku yang dari tadi dia baca dan seletah itu dia memandang lekat wajah maira.


"Ra kamu capek tidak? " tanya bram ke maira


"ehhmmm... emang... kenapa kak" jawab maira sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal


"yahh tidak apa apa, kakak cuma tanya saja. kalau kamu capek kakak akan tahan ini." ucap bram


(ayoh Ra, kamu sudah jadi istri, kamu tidak bisa menolak ke inginan suami kamu, bismillah aku sia) suara hati maira


"maira tidak capek kok kak, " jawab maira sambil memeluk tibuh bram


"kamu menggoda kakak ra, jangan salahkan kakak kalau kakak akan hukum kamu malam ini" ucap bram sambil memegang wajah maira dengan kedua tangannya


"kalau maira menggoda kakak, emang kakak mau apa hemmm" jawab maira sambil memanyunkan bibirnya


"kamu yang main main sama kakak ra... " ucap bram sambil langsung mendekatkan wajahnya dan langsung mencium bibir maira


maira yang mendapat serangan itu, dia hanya bisa diam tanpa bisa membalas, karena maira tidak tahu harus bertindak seperti apa, da benar benar awam dalam hal ini.


setelah beberapa menit ciuman itu berubah menjadi ciuman yang panas, sehingga membuat api dalam diri masing masing semakin berkobar hingga mereka hanyut dalam cinta mereka.


maira yang awalnya malu malu kini dia semakin berani untuk membalas semua perlakuan bram pada dirinya. bram sendiri juga senang saat melihat maira istrinya sudah bisa lebih aktif.


malam ini menjadi malam yang paling membahagiakan untuk maira dan bram, karena pasalnya mereka bisa menngungkapkan cinta mereka dalam sebuah aksi yang benar benar panas di atas ranjang.

__ADS_1


__ADS_2