
ramma memesan tempat VIP di lestoran yang cukup besar, yang letaknya tidak jauh dari kampus adinda, mereka menerukan ngobrol sambil memakan cemilan dan makanan yang sudah mereka pesan.
"adinda... kamu sudah kenal sama reno kan nak" tanya dokter bimmo
"iya om.. adinda tahu kok, dan adinda juga sudah kenal sama kak reno" jawab adinda
"ren... kamu harus jagain adinda yah... karena dari jaman muda dulu, papa sama om ramma itu memiliki ke inginan untuk saling menjodohkan anak anak kita, iya kan pak ramma" ucap dokter bimmo
"APA PERJODOHAN" ucap reno dan adinda yang terkejut
"beneran pi....? " tanya adinda pada ramma
"oke oke papi jelaskan dulu yah sayang... kamu jangan marah dulu gitu dong, memang dulu jauh sebelum ada kamu papi sama dokter bimmo itu pernah buat janji kalau mau menjodohkan anak anak kita, tapi kan anak pertama papi itu laki laki kakak kamu, dan ternyata anak dokter bimmo juga laki laki, yah tidak mungkin dong papi jodohkan rendy dengan reno" penjelasan dari ramma yang belum selesai tapi sudah di potong sama rendy
"yah sangat tidak mungkin itu pi... rendy masuh normal, rendy jauh akan lebih memilih indah ketimbang reno" saut rendy yang juga terkejut
"kamu juga tenang dulu dong rend, masa iya papi biarkan kamu menikah sama reno kan tidak mungkin, walaupun kalian yang minta tetap papi tidak akan setuju" jawab ramma pada rendy
"karena itu perjanjian sudah sangat lama, papi dan dokter bimmo juga sudah melupakan hal itu. tapi kalau kalian mau dekat terlebih dahulu tidak apa apa, kalian saling mengenal datu sama lain, om rasa reno bisa menjaga adinda dengan baik, dan itupun kalau reno mau, kita sebagai orang tua tidak mau memaksakan kemauan anak, bukan begitu dok"ucap ramma
"iya benar sekali itu, kita tidak memakda kalian tapi kalau kalian mau juga kita orang tua hanya bisa memberikan restu" jawab dokter bimmo
__ADS_1
(apa apa sih ini. kenapa semuanya serba kebetulan seperti ini, walaupun aku suka sama kak reno, tapi masa iya aku yang mengatakan terlebih dahulu. dan mana mungkin kalau kak reno suka sama aku, secara masih banyak perempuan lain yang lebih cantik di luar sana yang sedang mengantri untuk mendapatkan kak reno, terlebih lagi kak angel... sudah lah, itu tidak oenting, lebih baik kamu mundur saja, karena tidak mungkin kak reno suka sama aku) suara hati adinda
"dinda kamu kenapa ngelamun kaya begitu, lagi mikirin apa din" ucap maira yang melihat adinda hanya mengaduk ngaduk makanannya saja
"ehhh tidak tan... tidak apa apa, adinda mau ke kamar mandi sebentar yah, permisi " jawab adinda dan dia langsung pergi, namun dia tidak ke toilet tapi dia pergi ke belakang lestoran tersebut, karena di sana ada taman.
reno juga beralasan ke toilet, namun dia tidak benar benar ke toilet, dia mengikuti adinda pergi karena dia penasaran dengan perubahan sikap adinda.
(adinda kenapa yah jadi melamun seperti itu, seharusnya dia senang dong, bahkan dia sering banget bilang cinta ke aku. tapi kenapa dia sekarang seperti merenung seperti itu) suara hati reno saat melihat adinda sedang duduk saendirian sambil melamun
reno memutuskan untuk menemui adinda dan menanyakan apa yang terjadi dengan dia, dan kenapa dia terlihat tidak senang saeperti itu.
"dinda... " panggil reno pada adinda
"iya.... aku ikutin kamu, habisnya kamu aneh sekali, karena tidak biasanya kamu seperti ini din, kamu kefikiran dengan perjodohan itu? " tanya reno pada adinda namun adinda hanya diam tidak menjawab apa apa
"din... kamu jangan jadikan hal itu sebagai beban, kalau kamu tidak suka... yah bersikap biasa saja, dan kita jalani hari hari ini dengan biasa seperti tidak terjadi apa apa" ucap reno
"din... kamu mendengar aku ngom ok ng kan, jangan diam saja seperti ini, kamu membuat aku bingung" ucap reno lagi
"oke... sekarang aku tanya sama kakak, apa kakak setuju dengan perjodohan ini, kita bukan anak kecil lagi kak, bukan saat nya untuk berbohong dengan perasaan kita masing masing. apa kakak terima perjodohan ini? " tanya adinda pada reno
__ADS_1
"aku.... aku, aku tidak tahu din, aku bingung" jawab reno
"kenapa kakak harus bingung, jawaban nya itu simpel, kakak mau atau tidak, kalau kakak jawab dengan bingung, itu sama aja kakak menggantung semua harapan. "
"tapi aku tahu sih.... kenapa kakak bingung, karena kakak tidak suka sama aku, kakak tidak cinta sama aku, dan aku sadar kak perasaan itu tidak bisa untuk di paksa, aku selama ini cinta sama kakak itu murni dari hati aku kak, dan saat aku bilang aku akan buat kakak jatuh cinta sama aku, itu juga aku tidak main main, aku sungguh sungguh"
"tapi aku tahu, di hati kakak tidak ada aku, mungkin selama ini kakak hanya penasaran sama aku, dan kakak orang baik, jadi bisa saja kakak memperlakukan orang lain dengan sama seperti kakak memperlakukan aku. tapi maaf... aku sudah salah mengartikan kebaikan kakak, aku janji aku akan menjauh dari kakak, aku akan belajar untuk membuang perasaan ini dan aku juga akan belajar untuk tidak lagi mencintai kakak lagi" ucap adinda dan dia ingin pergi meninggalkan reno
tapi dengan sekejap, reno langsung menarik tangan adinda yang membuat adinda jatuh ke dalam pelukan dia, reno memeluk erat tubuh adinda.
setelah memeluk adinda, reno langsung mencium kening adinda dengan cukup lama, sehingga membuat adinda semakin tidak karuan dengan perasaan nya.
adinda hanya bisa diam dan menerima semua perlakuan reno pada dia, adinda bingung dengan perasaan reno yang sebenarnya terhadap dia.
"coba aja kalau bisa, coba aja buang perasaan cinta itu kalau kamu sanggup, karena aku yakin perasaan itu hanya milik aku" ucap reno sambil mencium kembali kening adinda, dan dia pergi meninggalkan adinda yang masih berdiri mematung, karena mencerna omongan dari reno.
adinda hanya melihat punggung reno yang semakin lama semakin menggilang dari tatapan mata dia, adinda tidak bisa berkata kata lagi, dan dia bingung dengan perasaan nya saat ini.
"apa yang kak reno maksudkan tadi? kenapa dia mencium ku, dan kenapa dia bilang seperti itu? " ucap adinda pada dirinya sendiri
"kalau dia cinta dan suka sama aku, kenapa dia tidak langsung bilang saja, kenapa harus dengan bilang seperti itu, "
__ADS_1
adinda masih memikirkan lama tentang omongan reno pada dia tadi, sampai panggilan dari indah yang menyuruh dia untuk kembali ke meja makan , Karen semua orang sedang menunggu dia.