Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 181


__ADS_3

setelah ngobrol banyak di kantor, kini sudah waktunya mereka pulang ke rumah, rendy sengaja ngantar indah pulang buat mengambil barang barang indah untuk di bawa ke pantai, adinda pulang sendiri bersama arjuna dan ariel.


"din kamu sengaja buat kak rendy bisa dekat sama asisten nya itu" tanya arjuna


"iya jun... soalnya aku penasaran banget dan aku curiga kalau mbak indah itu sebenarnya adalah cindy teman kakak waktu kecil, aku pernah di ceritain sama mami tentang cindy itu" jawab adinda


"kenapa kamu kok curiga sama dia din, yang namanya cindy kan banyak, bukan hanya indah saja" tanya ariel


"iya banyak, tapi entah kenapa dari dia ngomong sama aku, aku sudah curiga kalau dia itu cindy. mangkanya aku ingin cari tahu tentang siapa dia, biar kebukti gitu semuanya, kalau dia bukan cindy yah tidak apa apa, kalau dia cindy kan bisa membuat kak rendy bahagia. kalian tahu sendirikan kak rendy tidak pernah membuka hatinya untuk perempuan lain, bahkan tidak ada perempuan yang bisa dekat sama dia" jawab adinda


"benar juga kata kamu din, aku akan bantu kamu untuk membuktikan semua ini, biasanya naluri kamu itu tidak pernah salah" ucap arjuna


"beneran jun, kamu mau bantu aku, kalau kamu riel" tanya adinda


"apapun yang kamu lakukan, aku akan selalu dukung kamu, tenang aja... kita selalu di sini untuk kamu" jawab ariel


"terima kasih brother... kalian memang saudara terbaik yang aku punya, aku harap kita akan selalu begini, jangan pernah berubah yah" jawab adinda sambil memegang pundak arjuna dan ariel


******


setelah beberapa menit akhirnya mereka sudah sampai di depan rumah, dan setelah memarkirkan mobil mereka bertiga masuk ke rumah.


"Assalamualaikum " ucap mereka bertiga


"waalaikum salam " jawab vita dan ramma yang ternyata sudah berada di rumah


"lohh mi.. pi.. kalian kapan pulang, tumben biasanya papi tunggu matahari tenggelam dulu baru papi sampai rumah, " tanya adinda sambil mencium tangan ramma dan vita


"iya sayang, mami mu ini loh... minta buru buru pulang, karena mau nyuruh papi untuk tidur dulu sebelum berangkat nanti malam" jawab ramma


"tapi benarkan sayang, apa salahnya coba, menyuru papi mu yang maniak dengan kerjaan ini pulang lebih cepat, karena kita nanti kan berangkat malam, jadi mami mau minta kalian semua untuk tidur, agar kalian tidak ngantuk nanti malam" ucap vita


"iya mi... tidak salah kok, dinda setuju dengan mami, yah sudah lebih baik kita langsung tidur saja, biar nanti tidak ngantuk " jawab adinda


"lohhh kakak mu mana sayang, kok tidak ikut pulang" tanya ramma pada adinda

__ADS_1


"kakak ke rumah mbak indah pi, soalnya tadi adinda ajak dia ikut, jadi sekarang kakak mau ngambil barang milik mbak indah untuk di bawa ke sini" jawab adinda


"indah? " siapa itu... kenapa mami baru mendengar namanya "


"iya papi juga baru dengar nama itu"


"indah itu, seketaris dan juga asisten pribadi kak rendy tan, yang dulu pernah ariel cerita ituloh tan" jawab ariel


"iya tan... kak rendy itu lagi dekat sama dia, jadi tadi kakak langsung setuju kalau indah ikut liburan bareng kita" jawab arjuna


"ohhh iya mami ingat... baguslah kalau begitu, itu artinya kakak kalian sudah mau membuka hatinya untuk perempuan " jawab vita


"mi.... pi... ini kalau kalian tanya tanya terus, kapan kita mau tidur nya, ini sudah mau sore loh... " ucap adinda


"ohhh iya mami lupa, yah sudah sana masuk ke kamar masing masing sana, langsung bersih bersih dan setelah itu tidur " jawab vita


"bik sumi.... nanti kalau kakak datang, suruh temannya yang bernama indah untuk langsung ke kamar ku aja yah bik, " ucap adinda pada bi sumi


"siap neng.... " jawab bi sumi


******


"kok kamu yang semangat sekali yah ndah, tadi kamu menolak, tapi sekarang kamu semangat sekali " ucap rendy sambil tersenyum


"iya pak maaf... saya sudah lama tidak pergi jalan jalan, jadi saya sangat bahagia banget bisa jalan jalan lagi" jawab indah


"yah sudah tidak apa apa, kalau kamu mau bahagia yahh bahagia saja, sebelum bahagia itu di larang " jawab rendy


(ihhh emang siapa yang akan melarang bahagia ku coba.... lagian kebahagiaan itu hak dari semua manusia, beda dengan kamu, senyum saja jarang, apa lagi bahagia) suara hati indah


mobil rendy langsung melaju untuk ke rumahnya, setelah beberapa menit akhirnya mobil mereka sampai di rumah ramma, mereka langsung masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum " ucap mereka berdua


"waalaikum salam " jawab bik sumi

__ADS_1


"bik... semuanya di mana, kok sepi" tanya rendy


"semuanya ada di kamar masing masing den, tadi nyonya vita menyuruh semuanya untuk tidur, agar saat berangkat nanti mereka tidak ngantuk" jawab bik sumi


"ohh begitu iya deh bik, terima kasih " jawab rendy


"apa ini den, yang bernama indah" tanya bik sumi sambil menunjuk indah dengan tangannya


"iya bik, saya indah" jawab indah dengan nada yang penuh sopan santun


"tadi neng Dinda bilang kalau neng indah di suruh langsung ke kamarnya, neng indah di tunggu neng dinda di kamar nya" ucap bi sumi


"ohh begitu iya bik, terima kasih " jawab indah


"yah sudah, ayo aku antar kamu ke kamar dinda, biar kamu bisa istirahat dulu di sana " ucap rendy


"iya pak... terima kasih " jawab indah


rendy langsung mengantar indah menuju kamar dinda hang ada di lantai atas, setelah sampai di depan kamar adinda, rendy langsung membuka kamarnya, tapi ternyata adinda tidak sengaja mengunci pintu kamar nya, dan adinda juga sudah ketiduran sehingga dia tidak mendengar kalau rendy terus memanggil, dan ngetuk pintunya berkali kali.


"sudah pak... mungkin adinda lagi tidur, biarkan saja. saya akan menunggu di ruang tamu saja" ucap indah


"jangan... ada pintu lain menuju kamar adinda, pintu itu tidak pernah di kunci sama adinda"ucap rendy sambil tidak sengaja memegang tangan indah


setelah sadar rendy langsung menarik tanganya kembali, dan dia langsung menunduk malu dan langsung salah tingkah di depan indah. indah juga seperti itu, dia langsung senyum aneh dan juga salah tingkah di hadapan rendy.


"maaf... saya tidak sengaja " ucap rendy pada indah


"iya pak tidak apa apa" jawab indah


"yah sudah ayo masuk ke kamar ku" ucap rendy


"hahhh maksudnya apa pak, kenapa bapak ngajak saya ke kamar bapak" jawab indah yang terkejut


"jangan salah sangka dulu, kamar adinda dan kamar saya itu memiliki pintu yang saling berhubungan, jadi kita bisa masuk ke kamar adinda leqat kamar saya" jawab rendy

__ADS_1


"ohh begitu.... iya pak" jawab indah yang semakin malu


rendy langsung ngajak indah untuk ke kamar adinda lewat kamar dia dulu, karena memang dari kecil kamar adinda dan rendy itu saling berhubungan.


__ADS_2