Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 38


__ADS_3

“Akhirnya kamu datang juga sayang, aku dari tadi nungguin kamu tau gak” ucap Ramma pada Vita dan Ramma langsung memeluk tubuh Vita


Melihat perlakuan Ramma ke Vita sontak Ayu dan Alin tercengang dan tidak percaya dengan apa yang telah mereka lihat. Tapi walaupun mereka terkejut posisi mereka kini tetap sama seperti tadi, tidak membuka mulut dan bersuara sama sekali sesuai perintah Satria.


“Sayang kamun kenapa diam saja sih,


kalian juga kenapa kalian semuanya diam begini” ucap Ramma pada Vita dan kedua temannya Vita, tapi tetap mereka hanya diam dan Vita hanya melirik ke arah Satria


“Astaga iya gw lupa, maaf-maaf oke kalian sekarang sudah boleh ngomong dan membuka mulut kalian” ucap Satria sambil tertawa dan memukul keningnya


“Dasar kak Satria, ngeselin banget. Capek tau diem terus dari tadi, ini juga ngapain kalian juga ikut diam seperti aku. Bukannya dia hanya meminta aku yang diam bukan kalian” ungkapan kekesalan Vita


“Kita mah ikut-ikut loe aja, kan yang kenal mereka Cuma loe, kalau loe diem yah mana berani kita yang buka suara” ucap kesal Ayu


“Yah sudah kalian semua duduk dulu di situ, dan elo sat, mau disini ikut ngerumpi atau kembali ke ruangan loe sendiri” tanya Ramma ke Satria


“Gw balik aja deh, dari pada nanti istri loe tuh ngebully gw lagi” ucap Satria dan langsung pergi dari ruangan Vita


“Hahh Istri? Vita loe....” ucap Ayu


“iya, tuan Ramma yang kalian tau selama ini adalah suami gw, dia papi nya Rendy. Dan dia juga yang kalian anggap sebagai orang dalam yang akan menolong kita buat magang di sini” penjelasan Vita pada ke dua temannya


Vita dan Alin masih tidak menyangka dengan kenyataan selama ini, sahabat yang selama ini dia kenal kini telah menjadi nyonya besar Dirgantara. Walaupun terkejut Ayu dan Alin juga merasa kalau dirinya sangat beruntung sekarang karena sudah bisa di pastikan kalau mereka akan di terima magang di kantor besar ini.


“Yah sudah, untuk penjelasan lebih lanjut, kalian bisa tanyakan pada Vita sendiri setelah masalah ini selesai. Vita juga sudah bilang kalau kalian juga mau ikut magang, tapi saya ingin tanya dulu apa kalian mau di tugaskan di manapun itu, walaupun tidak di kantor ini.” Tanya Ramma


“Iya tuan kami siap untuk di tugaskan di manapun itu” ucap Alin


“Jadi maksud kamu kita akan di pisah gitu sayang?” tanya Vita ke Ramma


“Iya, sayang ini rencananya kamu akan menjadi asisten pribadi ku, dan ayu akan menjadi asisten pribadi bram dan Alin akan menjadi asisten pribadi satria.


Kalian bisa kumpul lagi bersama kalau kita ada acara bersama, kalau tidak yah kalian akan pisah sendiri-sendiri” jawab Ramma

__ADS_1


“Jadi saya magang di kampus dong pak?” tanya Ayu


“Tidak selamanya kamu di kampus, Bram juga sering datang ke kantor ini, dan dia juga memiliki ruangan di sebelah ruangan Satria. Jadi kalian masih punya waktu bersama saat tidak ada jam kerja, saat jam kerja kalian harus fokus dengan atasan kalian sendiri-sendiri” jawab Ramma yang memang langsung di setujui sama Vita, Ayu, dan juga Alin


“Yah sudah kalian boleh pulang sekarang kecuali Vita, dan besok kalian bisa langsung kerja. Nanti saya akan bilang sama Satria dan juga Bram tentang kalian yang menjadi asistennya.” Ucap Ramma


Kini Ayu dan Alin langsung pulang ke rumah mereka masing-masing, sedangkan Vita masih harus bersama Ramma di kantornya, Karena Ramma melarang Vita untuk balik bersama Ayu dan Alin. Sedangkan Ramma sudah menyuruh Satria dan Bram untuk datang ke ruangannya sekarang karena ada yang mau di bicarakan.


“Ngapain loe manggil-manggi gw, udah kangen loe sama gw” ucap Satria yang langsung masuk ke dalam ruangan Ramma


“ihhh songong, main masuk aja. Siapa juga yang kangen” ucap vita ke Satria


“Kalian itu yah, kenapa gak pernah bisa akur sih.... setiap ketemu berantem terus” ucap Ramma sambil geleng-geleng kepala


“Bisa kok akur kalau kak Satria belikan aku makan, tas baru, septu baru” ucap Vita sambil senyum-senyum


“Emang suami kamu tidak pernah ngajakin belanja Vit, sampai kamu minta belikan aku” jaab Satria sambil ngelirik Ramma


“enak saja tidak semua laki-laki seperti itu, kamu saja yang kurang beruntung punya suami macam dia” ucap satria sambil melirik ke arah ramma


Ramma yang merasa dirinya di bicarakan, akhirnya dia angkat suara untuk membela dirinya sendiri. Karena memang ramma sendiri tidak mau di salahkan dan di anggap sebagai suami yang tidak peka.


“vita kalau kamu mau perotes, langsung saja sama aku. Kan aku juga ada di sini, jadi kamu tidak usah ngomong di belakang aku seperti itu, apa lagi ngomongnya sama si satria” ucap ramma yang


“bentar-bentar, aku kan dari tadi ngomongnya di depan kamu sayang... aku tidak pindah loh di belakang kamu, dari tadi aku masih duduk di sini di depan kamu” ucap vita yang mencoba membalikan ucapan ramma


(sabar-sabar... punya istri kaya gini, untung gw cinta sama dia. Kalau enggak udah gw gantung tuh cewek) ucap ramma dalam hati


“emang selama ini aku tidak peka yah sama kamu, emang bener sih aku jarang banget ngajak kamu jalan-jalan tapi kan aku memang masih sibuk sayang. Maaf yah aku janji lain kali aku akan lebih peka sama kamu” ucap ramma sambil memegang tangan vita


“kamu janji, akan sering ajak aku sama rendy jalan-jalan” ucap vita sambil memasang wajah manjanya ke ramma


“iya sayang aku janji sama kamu, kalau kamu mau sesuatu langsung bilang saja yah sama aku, jangan ngasih kode-kode yang aku tidak ngerti” ucap ramma sambil memeluk tubuh vita. Dan mereka mulai melupakan keberadaan satria di ruangan itu.

__ADS_1


“Woyyy gw masih di sini, inget... gw juga orang yang punya perasaan, jangan seenak udel loe berdua mau romantis-romantisan di depan gw” protes satria dan seketika vita dan ramma langsung tertawa melihat ekspresi satria .


“sudah-sudah, loe tadi nyuruh gw kesini buat apa sih sebenernya, apa Cuma mau nunjukin keromantisan kalian berdua” tanya satria yang sudah mulai jera berada di dalam ruangan ramma


“he he he he iya iya, sabar dulu kita tunggu kedatangn sih Bram”jawab ramma


Tokk...Tokk... Tokk....(pintu ruangan ramma di ketuk)


“Masuk” ucap semua orang tang ada di ruangan ramma


“woyy... biasa aja dong ngomongnya, emang harus kompak seperti itu” protes bram saat sudah masuk kedalam ruangan ramma


“sini duduk jangan sok marah loe, gak pantes” jawab satria, sedangkan ramma dan vita hanya tertawa kecil


“ada apa sih ini, kok kumpul semua. Trus ini vita kamu ngapain di sini bukannya kamu masih ada jam mata kuliah yah” tanya ramma pada semua orang


“maaf yah pak bram, kalau kata sih ayu, saya sudah trauma sama kelas kuliah. Mangkanya kita memilih kabur dari kampus, ayu sama alin mungkin lagi jalan sekarang sedangkan saya terjebak di sini tidak bisa keluar” jawab vita


“sudah-sudah lebih baik kita duduk yang tenang di sini, trus kita dengarkan ceramah dari bapak boss kita yang terhormat, untuk bapak boss ramma ardiyan dirgantara waktu dan tempat di persilahkan” ucap satria yang membuat semua orang tertawa


“oke, gw minta kalian berdua besok menyiapkan diri, karena besok kalian akan punya asisten pribadi yang membantu kalian dalam pekerjaan, Bram besok yang jadi asisten loe itu namanya ayu, dan loe Sat yang jadi asisten loe itu namanya Alin, kalau vita jadi asisten gw” ucap Ramma menjelaskan ke temannya


“Gw minta kalian tidak menolak mereka, karena mereka adalah teman-teman vita yang mau magang di kantor ini, gw minta kerja samanya sama kalian berdua” tambahan dari Ramma


“Trus perjalanan bisnis kita minggu depan bagaiman, apa mereka juga ikut bersama kita” tanya Bram ke Ramma


“Iya, mereka akan ikut semua, jadi minggu depan kita akan berangkat ber 6” jawab Ramma


“Hahh... kenapa kamu tidak bilang sayang. Trus bagaimana dengan Rendy, rendy ikut kan sama kita. Tidak mungkin dong kita tinggal Rendy di rumah sendirian” protes Vita karena tidak tau apa-apa tentang perjalanan bisnis


“Tenang saja sayang, lusa mama sama papa akan datang ke sini, buat nemenin Rendy selama kita perjalanan bisnis” ucap ramma yang berusaha menjelaskan ke Vita.


Setelah mereka ngomongin masalah perjalanan bisnis, mereka langsung pergi ke ruangan masing-masing untuk menyiapkan berkas yang di butuhkan, agar lebih memudahkan anak-anak itu mengerjakan tugas yang akan di berikan besok.

__ADS_1


__ADS_2