Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 40


__ADS_3

...Di Kantor Ramma...


Alin sudah berada di kantor milik Ramma, tapi dia sedang binggung karena dia tidak melihat Vita sama sekali, sedangkan jam masuk kantor sudah dekat. Alin mau masuk nanti dia harus menemui siapa dulu, kalau tidak masuk dia akan telat, sehingga dia memutuskan untuk berdiri di depan pintu lift sambil menunggu Vita datang agar bisa bareng masuknya.


“Ehemm... sedang apa kamu di sini” ucap seorang pria yang mengejutkan Alin


“Ehhh pak Satria, silahkan pak. Saya mau menunggu Vita dulu” ucap Alin dengan menunduk karena jujur dia sangat takut menghadapi satria sendirian


“Kamu Alin kan, dan kamu yang menjadi asisten pribadi saya?” tanya Satria


“Iya pak, saya Alin. Saya yang magang untuk jadi asisten pribadi bapak” ucap Alin dengan menunduk


“Yah sudah ikutin saya sekarang” ucap Satria


“Iya pak” jawab Alin dengan sedikit gerogi.


Setelah sampai, Satria menunjukan ruangan milik Alin, disitu tempat Alin mengerjakan tugas-tugasnya. Dan Satria juga ngasih beberapa catatan yang harus Alin lakukan yaitu seperti,


Membuatkan kopi hitam di pagi hari sebelum Satria datang maka kopi itu sudah tersedia dan harus dalam kondisi yang hangat


Menyusun jadwal selama seharian penuh dan membacakannya di depan Satria.


Mengikuti satria saat pergi kemanapun, baik urusan kantor atau urusan pribadi selama masih berlakunya jam kerja.


Harus siap di panggil kapanpun saat di butuhkan.


Mampu mengerjakan semua tugas yang akan di berikan, dan mampu berkerja di bawah tekanan.


Yang paling penting di larang berbohong, jika itu sampai ketahuan maka satria tidak segan-segan memberikan SP.


“Mampus gw, ini harus gw lakukan setiap hari ni? Bisa-bisa gw tidak ada waktu untuk jalan-jalan lagi” gerutu Alin di ruang kerjanya


“Berarti tugas gw yang pertama, harus membuatkan kopi buat pak Satria dong.. yah udah deh lakukan saja... semangat Alin” ucap alin yang sedang berbicara sendiri


Alin berjalan menuju pantry untuk membuatkan secangkir kopi buat Satria dan mengambil Air putih hangat kesukaannya, saat berada di pantry ternyata Alin bertemu dengan Dina CS yang selalu usil dan selalu ngajak ribut Alin, Vita dan Ayu. Tapi kali ini Alin tidak mau ambil pusing dengan mereka, karena dia sudah di tunggu sama Satria di ruangannya.

__ADS_1


Tokk...Tokk...Tok.. (pintu ruangan Satria di ketuk)


“Masuk” ucap Satria dari dalam


“Ini kopi untuk bapak, selamat menikmati pak. Saya mau kembali ke ruangan saya dulu pak” ucap Alin, tapi sebelum alin pergi jauh Satria menghentikan langkah alin dengan memanggilnya


“Alin, untuk selanjutnya kalau kamu masuk ruangan saya setelah mengetuk pintu langsung masuk saja, tidak perlu tunggu perintah dari saya, kalau saya tidak ada di sini berarti saya ada di dalam ruangan itu. Ruangan itu adalah ruangan pribadi saya dan untuk saat ini berhubung kamu asisten saya kamu boleh masuk ke ruangan itu untuk mencari saya. Dan kamu sekarang siap-siap karena saya akan meeting di luar kantor kamu ikut saya sekarang” ucap Satria yang langsung dijawab iya dengan Alin


******


...Di Kampus...


Sama seperti Alin, Ayu sendiri juga lagi gugup untuk memasuki ruangan Bram. Walaupun dia sering keluar masuk ruangan ini tapi kali ini sangat berbeda, Ayu harus mengikuti kemanapun bram pergi. Para dosen lain dan mahasiswa juga sangat terkejut saat tau ayu adalah asisten pribadi bram, karena Bram adalah dosen tampan yang menjadi incaran setiap mahasiswi dan juga dosen perempuan. Berhubung bram terkenal cuek dan tidak peduli dengan semua itu, menjadikan semua fans fanatik bram semakin gencar untuk mengambil hati Bram.


“Kamu ngapain berdiri di situ Yu, masuk ke ruangan saya segera” ucap Bram pada Ayu


“Iya pak maaf” ucap Ayu dan langsung masuk ke ruangan bram


“Yu tugas kamu ada di map ini, kamu hafalkan semuanya dan kamu lakukan setip hari. walaupun saya di sini memiliki seketaris, tapi kamu yang akan mengurus keperluan saya di kampus ini dan juga di kantor Ramma. Kamu duduk di soffa itu, karena di sini tidak ada ruangan untuk asisten pribadi tapi jika di kantor Ramma kamu memiliki ruangan sendiri. Dan nanti saya akan tunjukan kekamu” Ucap Bram pada Ayu


Ayu mencoba memahami semua berkas yang di berikan bram untuknya, dan Ayu mencoba untuk berkerja dengan sungguh-sungguh kali ini agar tidak membikin malu orang lain dan juga dirinya sendiri. Entah sedang kesambet apa ayu kali ini dia benar-benar diam dan fokus dengan semua kertas yang ada di tangannya, beda dengan biasanya yang selalu banyak bicara, bahkan sering mengajak debat bram sendiri.


(Tumben bisa diam ni anak yah.. biasanya cerewet banget, ternyata dia bisa serus juga yah) suara hati Bram, yang diam-diam memperhatikan Ayu yang ada di depannya


“Yu!!!!” panggil Bram


“Iya pak ada apa” jawab Ayu


“Ehhmm tidak, saya mau bilang saja.


Kalau kamu mau pergi kemanapun kamu bilang saya yah, dan harus seijin saya. Agar jika saya butuh kamu saya tidak susah mencari keberadaan kamu. Dan kalau bisa kamu bersikap biasa saja jangan terlalu menunjukan kalau kamu menjadi asisten saya, untuk kamu saya kasih kebebasan buat keluar masuk ruangan ini asal kamu tahu batasannya dan saya harap kamu bisa menghafal semua berkas yang tertata di ruangan ini atau di kantor Ramma agar kalau saya membutuhkan berkas itu kamu tahu tempatnya” ucap Bram dengan serius


(ohh tuhan begini banget yah jadi seorang asisten itu, trus kenapa apa-apa harus seijin dia coba dah kaya suami gw aja tuh orang) suara hati Ayu yang mengomel


*********

__ADS_1


...Di Kantor Ramma...


“Ayo pak Alin sudah siap, kita berangkat sekarang” ucap alin kepada Satria


“Bagus, yah sudah ayo berangkat” ucap Satria yang langsung beranjak dari tempat duduknya


Kini mereka berdua jalan berdampingan, dan pastinya semua orang menatap heran ke arah alin yang mampu dengan santai berbicara dan berjalan berdua dengan Satria, padahal semua karyawan kantor jika ngomong sama Satria mereka tidak mampu menatap wajah Satria. Kini Dina CS memandang tidak suka dengan Alin yang selalu nempel sama satria, apalagi Nita, dia sedari awal sudah mengincar satria dan kini dia melihat kalau laki-laki pujaan nya sedang jalan bersama musuh bebuyutannya itu.


“Pak semua mata kenapa mengarah ke arah saya yah, emang penampilan saya aneh yah pak” ucap Alin yang merasa tidak nyaman karena di lihatin banyak orang


“Biarkan saja, jangan di hiraukan... tidak ada yang salah dengan kamu, kamu sangat cantik hari ini” ucap Satria yang tidak sengaja memuji kecantikan alin


(Deggg... OMG apa tadi pak Satria memuji aku cantik yah, yah ampun ada apa dengan jantung ku ini) suara hati Alin yang kegirangan


“Kamu bisa mengendarai mobil?” tanya satria ke Alin


“Bisa pak” jawab Alin


“Bagus, berarti kamu bisa menggantikan saya membawa mobil ini, kalau saya sedang capek” ucap Satria


“Iya pak, saya bisa” jawab Alin, mereka langsung duduk berdampingan di depan, kali ini satria yang mengemudi mobilnya.


“Lin, sabuk pengamannya” ucap Satria kepada Alin


“Ohhh iya pak, saya lupa... he he he he, ehhhh lohhh kok tidak bisa sih pak, kok susah banget untuk di terik sih sabuk pengamannya” ucap Alin sambil berusaha menarik sabuk pengamannya


“Kamu itu bisanya apa sih Lin, masang sabuk pengamannya aja tidak bisa” ucap satria sambil mendekatkan wajahnya ke arah Alin


(Haduhh m*mpus gw, kalau seperti ini biasanya di drama korea itu yang laki-laki akan memasangkan sabuk pengaman ini lalu mata kita akan saling memandang lama dan kita akan jatuh cinta) suara hati Alin, dan kini Alin sedang merem dengan memikirkan itu semua


“Kamu ngapain merem seperti itu, cepat pindah ke belakang kalau kamu tidak bisa memasang sabuk pengamannya” ucap Satria di depan wajah Alin


Alin yang mendengar itu, langsung membuka matanya, dan bisa di pastikan wajahnya merah karena menahan malu sekarang. Dengan segera alin membuka pintu mobil dan langsung pindah ke kursi belakang, alin kini sangat malu karena apa yang di fikirkan tadi tidak sesuai dengan kehidupan nyata


(oke fiks, kalau apa yang ada di dalam drama korea tidak bisa di samakan dengan kejadian nyata. Gila malu banget gw, apa yang di fikirkan pak satria coba sekarang tentang gw) suara alin yang mengomel dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2