
mereka berhenti di salah satu toko baju dengan merek terkenal yang ada di mall tersebut dan karena jiwa perempuan mereka yang sudah membara karena tulisan diskon, akhirnya mereka bertiga sedikit kalap.
mereka membeli baju sangat banyak, di dalam toko tersebut, bahkan tangan mereka hampir tidak bisa membawa belanjaan itu, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menaruh belanjaan itu ke dalam mobil dulu, lalu mereka kembali lagi masuk ke dalam.
"vit kita ini tidak apa apa belanja sebegitu banyaknya" ucap alin
"aku juga tidak tahu lin, rmang kita tadi kerasukan jin apa yah, sampai belanja sebegitu banyak" jawab vita
"kayaknya sih tidak apa apa mbak, paling nanti mereka yang di rumah hanya sedikit ngomel ngomel karena kaget he he he he he" jawab maira dengan santai
"iya deh, kita hadapin aja lah mereka semua. salah sendiri ngasih kita kartu tanpa batas he he he, oke kita ke apotek yang ada di sini aja yah, buat beli beberapa obat untuk pertolongan pertama. sekalian aku mau beli susu hamil, buat jaga jaga di sana" ucap vita
mereka semua turun ke lantai bawah untuk ke apotek dan super market buat beli susu ibu hamil untuk vita dan beberapa obat.
"obat kita jadi satu aja yah" ucap alin
"iya jadi satu aja, tapi lengkap" jawab vita
"mbak saya mau plester 2 roll yang besar yah, perban nya yg satu plastik yah, obat merah yang besar, Alkohol nya 1, minyak gosok nya satu yang besar, minyak eukaliptus nya 1 yang besar, minyak angin 2" ucap alin ke mbak penjaga apotek
"ohh iya mbak tambah obat magh, obat diare, obat demam, dan vitamin yang bisa di minum ibu hamil yah. kamu ada obat yang perlu kamu baqa tidak ra? " ucap vita
"oh iya obat asmah yah mbak, dan obat radang tenggorokan. aku takut nanti di sana kambu gitu" jawab vita
"kamu ada asmah ra? " tanya alin
__ADS_1
"ada lin, itu dari aku kecil sudah ada asmah, tapi jarang banget kok kambuh tapi buat jaga jaga aja" jawab maira
"ohh kalau gitu mbak sekalian aja oksigen yah mbak 1" ucap alin pada penjaga apotek
"buat apa lin oksigen, obat asmah aja sudah cukup, kan jarang juga kambuh" ucap maira
"enggak ra, mbak setuju sama alin. siapa yang tahu keadaan kita di sana nanti seperti apa, sebaiknya sedia payung sebelum hujan, walaupun kamu tidak butuh itu nanti siapa tahu di antara teman taman kita ada yang butuh, jadi apa salahnya kita beli" jawab vita dan maira merasa yang di katakan vita ada benarnya jadi maira hanya bisa setuju
setelah mendapatkan obat yang mereka mau, dan mereka juga membeli kotak p3k untuk tempat obat obat itu agar tidak berantakan dan agar lebih mudah untuk mencatinya. setelah selesai mereka langsung keluar dan lanjut di super market untuk membeli susu ibu hamil untuk vita
vita memutuskan untuk membeli 4 box susu ibu hamil dengan berbagai macar rasa, agar dia tidak bosan karena harus minum susu yang rasanya itu itu saja. saat memilih milih susu tiba tiba ada suara yang memanggil mereka, dan dengan reflek mereka langsung menoleh ke arah suara itu berasal.
"reno, Adi, dimas" kalian di sini juga ucap vita pada teman teman kkn mereka
"Ra, kamu beli apa? sini biar aku bayarin" ucap reno sambil melemparkan senyum ke maira
"hehhh iya ren, tidak perlu. kita bawa uang kok, jadi kita bisa bayar belanjaan kita sendiri" jawab maira yang kali ini ingin menjaga jarak dengan reno
"ohhh iya Lin, bagaimana kalau besok kamu aku jemput, biar kita bisa lebih dekat gitu" ucap dimas sambil melempar senyum
"ehh iya Ra, kamu besok aku aja yah yang jemput. kita kan sudah pernah jalan bareng jadi tidak salah dong kalau aku tahu di mana rumah kamu" ucap reno sambil berpindah di sebelah maira
"kalau begitu, vita besok kamu sama aku aja yah, dan di dalam bus nanti kamu duduk di samping aku aja. biar kita bisa lebih dekat" ucap adi yang mencoba mendekati vita, karena memang yang tahu vita sudah menikah hanya beberapa anak saja yang berada di fakultas yang sama dengan vita. kalau anak fakultas lain hanya menganggap semua itu hanya rumor dan tidak ada yang percaya dan menganggap cuma angin lalu.
adi dan dimas adalah anak fakultas lain yang belum tahu apa apa, jadi mereka ingin mengambil ke untungan dengan berada satu kelompok dengan para perempuan perempuan cantik.
__ADS_1
"hemmm biar aku saja yah jawab, maaf kita semua tidak bisa menerima bantuan dan tawaran kalian. karena kita besok akan berangkat bersama sama, bahkan kita semua sudah nginap di rumah maira agar kita besok tidak telat. dan satu lagi besok kita akan duduk di bangku yang sama ber tiga, jadi kalian tidak perlu repot repot nungguin atau ngajakin kita" jawab alin sambil senyum jahat ke arah mereka
"yah sudah kita pergi dulu yah, kita mau beres beres soalnya, dan kita sudah capek banget dari pagi jalan jalan untuk belanja, jadi kalian lanjutkan saja belanja kalian, kita pergi dulu" jawab vita
dan mereka bertiga jalan ke arah kasir untuk membayar semua belanjaan mereka, setelah membayar mereka kembali ke parkiran untung kembali pulang ke rumah.
"gila yahh itu mereka kenapa jual mahal banget sih, padahal semua perempuan yang ada di kelompok kita itu ingin banget dekat sama kita, tapi kenapa mereka tidak yah" ucap dimas
"kita dekatin aja mereka terus, siapa tahu mereka bisa suka sama kita saat setiap hari ketemu dengan kita" jawab adi
"kalau gue sih sama maira sudah teman dan kita juga pernah jalan berdua di mall ini, jadi posisi gue ada di depan kalian sekarang he he he" ucap reno dengan sombongnya
"jangan sombong dulu ren, loe tidak lihat itu tadi, dia aja cuek sama loe, jadi jangan KePDan dulu, buktikan saja dulu" ucap dimas
"sialan loe... sudah sudah kita mau beli apa di sini, jangan ngomongin mereka mulu, besok kan kita bisa melihat mereka bertiga deng sangat puas bahkan kita kan tinggal dalam satu rumah, jadi kita manfaatkan itu saja" jawab reno sambil menggandeng kedua temannya
*****
"ihh gila yah mereka kenapa mereka bisa godain kita semua sih" ucap alin yang merasa tidak suka
"tau tuh... kayaknya mereka belum tahu deh kalau aku sudah menikah dan sedang mengandung, apa mereka tidak melihat yah saat kita beli susu buat ibu hamil, kenapa mereka tidak curiga sih dan menanyakan itu sama kita" jawab vita yang merasa jijik dengan sikap laki laki itu
"iya... apa lagi reno tadi, main nempel nempel ke aku aja tadi, risih banget jadinya. bagaimana yah kalau mereka tahu kalau kita sudah tunangan dan menikah dengan para dewan dan pemilik kampus, benar benar tidak bisa bayangkan aku ha ha ha ha " ucap maira sambil tertawa
mereka juga tertawa bersama di dalam mobil, dan mereka sepakat kalau tidak akan cerita apa apa sama para suami dan tuanngan mereka, karena mereka ingin menghindar dari sikap posesif dari para laki laki itu.
__ADS_1