
Setelah puas jalan-jalan di taman safari, dan meraka semua sudah lelah akhirnya memutuskan untuk pulang karena sudah sore juga. Walaupun rendy berulah karena tidak mau pulang jadi ada sedikit drama papi dan anak nya, sampai kata-kata ramma keluar yang membuat kaget vita.
“rendy kalau kamu mau pulang sekarang, papi janji nanti papi kasih adik buat rendy. Rendy mau adik laki-laki atau perempuan?” bujuk rama yang berhasil membuat mata vita membulat
“benelan yah pi. Tidak boleh bohong loh pi” ucap rendy untuk memastikan
“iya sayang, pappi tidak bohong” jawab ramma, dan vita hanya bisa menatap percakapan itu
“yeyy...lendy mau punya adik.. lendy mau adik perempuan yah pi,mi” ungkapan senang rendy yang membuat vita dan ramma tersenyum kaku sambil saling pandang.
Rendy akhirnya mau di ajak pulang, dan kini mereka sudah ada di dalam mobil karena rendy terlalu lelah, rendy akhirnya tertidur di kursi belakang. Vita masih kepikiran sama omongan ramma kepada rendy, bagaimana tidak dia belum pernah melakukan hal itu sama siapapun, dan yang ada di fikirannya kini Cuma bagaimana nasipnya saat tidur malam nanti.
(apa nanti aku tidur di kamar rendy aja yah, cari aman) suara hati vita
“kamu tidak perlu kepikiran dengan omongan ku tadi, aku tidak main-main vita aku serius dalam ucapan ku” ucap ramma sambil memegang tangan kanan vita
“apa sih, PD banget... aku tidak kepikiran apa-apa kok” ucap vita
“berarti kamu sudah siap yah untuk melakukan semua kewajiban kamu, ingat.. istri tidak boleh menolak kalau suaminya menginginkan haknya” ucap ramma sambil mencium tangan vita yang dia pegang dari tadi dengan senyuman devilnya yang berhasil membuat vita bergidik ngeri.
Kini vita hanya menatap lurus kedepan tanpa bersuara, fikirannya mulai melanglang buana membayangkan nasipnya malam ini, dan apa yang akan di lakukan ramma padanya. Sebenarnya vita tidak masalah kalau ramma meminta hak nya, karena memang kini mereka sudah sah menjadi suami istri dan vita sangat mengerti tentang kewajibannya sebagai seorang istri. Walaupun mereka sudah sangat mencintai tapi vita tidak memiliki pengetahuan tentang hubungan suami istri berbeda dengan ramma yang sudah pernah melakukannya bersama mendiang istrinya dulu, vita takut kalau membuat ramma kecewa.
“kamu tidur saja sayang kalau kamu ngantuk, nanti kalau sudah sampai aku bangunkan” ucap ramma sambil membelai rambut vita
“tidak, aku akan nemenin kamu, biar kamu tidak ngantuk perjalanan kita kan masih panjang, tuh lihat kamu sudah menguap” jawab vita sambil melihat ramma dengan senyuman
“he he he he makasih yah, kamu baik banget” ucap ramma
“sayang kamu berhenti di minimarket depan yah, aku mau membeli sesuatu” ucap vita sambil menunjuk minimarket yang ada di depan jalan. Dan ramma langsung berhenti dan memarkirkan mobilnya di depn minimarket tersebut.
“ kamu tunggu sini aja dulu yah, biar aku yang masuk” ucap vita yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke dalam minimarket.
Setelah beberapa lama vita berada di dalam minimarket itu akhirnya dia keluar dengan menenteng kantung keresek di tangannya, dan langsung masuk kedalam mobil, ramma langsung tancap gas setelah vita masuk.
__ADS_1
“ ini kamu minum, biar tidak mengantuk” ucap vita sambil memberikan kopi hitam ke ramma
“makasih sayang” ucap ramma yang langsung mengambil kopinya itu lalu meminumnya
“ayo buka mulutnya, Aaaakkk” ucap vita sambil menyodorkan irisan buah melon ke mulut ramma, dan ramma kini tengah di suapin vita makan buah melon dan beberapa cemilan yang di beli di minimarket tadi.
Akhirnya mereka sampai di rumah saat hari sudah gelap, dan ramma langsung menggendong rendy yang sedari tadi tidur dengan nyenyak di jok belakang mobil. Vita langsung masuk ke kamar dan membersihkan dirinya setelah itu sholat isya’ sedangkan ramma memilih untuk mandi di kamar rendy, karena di kamar rendy tidak ada baju sehingga membuat ramma lari ke kamarnya dengan telanjang dada dan hanya memakai handuk saja yang sontak saja membuat vita kaget dan langsung menutup matanya dan berbalik badan.
“kenapa kamu tidak pakai baju sayang” ucap vita sambil terus menutup matanya
“yah bagaimana aku mau pakai baju, kan baju ku ada di dalam kamar ini. Tidak mungkinkan aku pakai baju tadi yang kotor” ucap ramma yang sengaja ingin menggoda istrinya
“ yah sudah sebentar, aku ambilkan baju dulu” jawab vita yang langsung membuka almari untuk mencari baju buat ramma.
Setelah menggunakan baju, ramma dan vita langsung melaksanakan sholat berdua saja, karena mereka tidak mau membangunkan rendy yng sudah tidur sangat pulas, takutnya kalau rendy di bangunkan dia tidak akan mau tidur lagi. Setelah selesai sholat mereka siap-siap untuk tidur, tapi sebelum tidur ramma ingin menggoda istrinya dulu, kalau istrinya mau akan menjadi keuntungan buat ramma tapi kalau istrinya nolak yah tidak apa-apa kan Cuma menggoda saja, walaupun jauh di lubuk hatinya akan sedikit kecewa sih.
“ sayang apa kamu mau melaksanakan kewajiban kamu sekarang” ucap ramma sambil memandang dekat wajah vita
“aku tidak bisa menolak keinginn kamu sayang, kalau kamu memang menginginkan itu di malam ini, insyaAllah aku siap” jawab vita dengan menggigit bibir bawahnya
(bismillah ini memang sudah jalannya, aku siap ya Allah) suara hati vita
Ciuman rama dan vita kini semakin panas, dan semakin dalam kini posisinya ramma sedang menimpah tubuh vita sambil terus mengabsen setiap inchi tubuh vita tanpa terkecuali, dan saat susana semakin panas dan ramma mulai membuka piyama yang dia kenakan tanpa di sadari kalau pintu kamar mereka belum di kunci.
Brakkk (pintu kamar di buka paksa sama rendy)
“papi!!!! Mami!!!” teriak rendy
Sontak saja mereka sangat terkejut dengan adanya suara rendy yang memanggil mereka, dan kini mereka sedang memperbaiki posisi mereka dengan aman.
“papi kenapa naik di atas tubuh mami, kan kasian maminya tidak bisa belnafas” ucap rendy dengan tangan yang sudah di pinggang
“rendy ngapain sih disini, ganggu kesenangan mami sama papi saja” jawab ramma dengan muka sedikit kecewa.
__ADS_1
Vita yang mendengar jawaban ramma tadi langsung melotot ke arah ramma
“rendy kenapa kok kebangun, ayo mami antar ke kamar rendy lagi” ucap vita sambil ingin beranjak dari kasurnya
“tidak mau, lendy mau tidur di kamar mami sama papi” ucap rendy yang memelas ke vita
“Apa!!!” teriak ramma
“tidak, tidak, tidak tadi katanya rendy mau mandiri, kalau mandiri harus tidur sendiri dong” sambung ramma
“mami.... lendy boleh kan tidur di sini, sama mami” ucap rendy yang memelas ke vita dan langsung memeluk lengan vita.
Melihat rendy yang seperti itu vita jadi tidak tega, sehingga vita melirik ke arah ramma yang sedari tadi mukanya di tekuk, seakan-akan vita lagi meminta persetujuan ramma untuk rendy bisa tidur di sini tapi ramma terus saja menggelengkan kepala.
“mami lendy mohon boleh yah mami” ucap rendy lagi karena tidak mendapat jawaban dari vita
“iya sayang rendy boleh tidur di sini, yah sudah ayo tidur. Bentar mami mau kunci pintu dulu” jawaban vita sambil berjalan ke arah pintu
“haii.. rendy kenapa sih kamu kok ingin tidur di kamar papi” ucap ramma yanmg pasrah
“habisnya tadi lendy dengar kalau mami sama papi belisik, jadi lendy pikil mami papi lagi belmain yah lendy datang ke sini” ucap rendy yang polos
“rendy papi kasih tahu kamu yah, kalau besok atau kapanpun rendy dengar berisik-berisik lagi di kamar papi, itu berarti papi dan mami sedang mencoba membuatkan adik untuk rendy, jadi rendy tidak boleh mengganggu yah, apa lagi masuk ke kamar ini” ucap ramma sambil mencoba menjelaskan ke rendy
“jadi adik itu di buat yah pi, bukan di beli. Lendy pikil adik itu di beli di toko mainan he he he he” ucap rendy yang mencoba memahami
“yah sudah untuk hari ini papi ijinkan rendy tidur di sini, tapi besok-besok jangan lagi yah, kalau ada rendy di sini papi sama mami tidak bisa membuatkan adik untuk rendy” ucap ramma yang sudah mulai menahan tawanya begitu pula vita yang tengah malu mendengar percakapan itu.
“kalau begitu papi sama mami buat adiknya sekalang saja, lendy mau tau calanya bagaiman kalau susah nantikan lendy bisa bantuin mami dan papi” kata rendy dengan polos.
Vita sudah tidak tahan lagi mendengar percakapan yang makin lama makin ngawur, sudah tidak terhitung lagi berapa kali vita memukul jidatnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Dan dia mencoba menggentikan obrolan malam yang tidak seharusnya.
“sudah-sudah rendy kamu tidur yah nak, sudah jangan dengarkan papi mu. Papi jaga jangan ngomong yang enggak-enggak sama rendy” ucap vita yang ngomong sama rendy dan ramma
__ADS_1
“tapi mami lendy kan ingin lihat cala buat adik itu sepelti apa” ucap rendy yang mulai kekeh dengan keingin tahuan dia
“sayang, adik itu tidak bisa di buat dan langsung jadi, masih banyak prosesnya. Kalau rendy mau membantu mami dan papi membuat adik, boleh kok dengan cara berdoa. Jadi setiap rendy sholat rendy harus berdoa sama Allah, agar Allah segera mengabulkan keinginan rendy untuk punya adik. Dan satu lagi kalau rendy mau punya adik berarti rendy sudah siap untuk menjadi kakak, yang berarti sudah siap pula untuk tidur sendiri, makan sendiri, mandi sendiri dan tidak boleh cemberut ataupun mudah marah” pengertian dari vita yang membuat rendy mudah faham.