
Vita dan rendy akhirnya sampai di rumah dengan selamat, waktu sampai rumah vita sempat bertanya-tanya karena ada mobil yang tidak dia ketahui parkir di halaman rumah, bahkan rendy pun bertanya pada vita itu mobil siapa, karena memang vita sendiri tidak tau, vita mengajak rendy untuk masuk dan melihat sendiri siapa pemilik mobil itu. Sampai di dalam rumah vita dan terkejut karena ada perempuan cantik yang lagi duduk di ruang tamu mereka, dia sangat cantik, tinggi, seksi, putih dan penampilannya sangat modis.
“mami itu siapa, kok ada di lumah kita” kata rendy sambil berbisik-bisik dan memandang aneh ke perempuan itu
“mami juga tidak tau sayang, kita tanya papi saja yah” jawab vita sambil berbisik juga
“ehh ngapain kalian di situ sambil bisik-bisik, kalian ngomongin saya yah? Jangan berani-berani kalian ngomongin saya di belakang yah. Saya itu calon nyonya di sini, jadi jaga sikap kalian di depan saya. Dan ini anak kamu kan? Bawa pergi sana, dia habis pulang sekolah pasti badannya bau dan pasti banyak kuman” ucap perempuan itu dengan sombong
“dasal tante jahat, jangan belani-belani malahin mami ku, pelgi sana kamu dali rumah ini” teriak rendy yang tidak terima kalau maminya di hina
“rendy jangan sayang tidak baik, mami tidak papa kok, jangan begitu yah nak mami kan tidak pernah ajarin itu sama rendy” ucap vita yang langsung menggendong tubuh putranya itu
“ada apa ini kenapa rendy teriak-teriak” ucap ramma yang baru muncul dari dalam rumah
“sayang kamu kenapa lama banget sih, ngapain aja di dalam. Aku sudah menunggu kamu sangat lama sekali, sayang pelayan kamu ini kurang ajar sekali loh, mereka berdua ini yah tadi bisik-bisik pasti mereka lagi ngomongin aku. Pecat saja sayang biar ibu dan anak ini jadi gelandangan di luar sana, lagian dia terlihat masih mudah tapi dia punya anak yang sudah besar pasti dia perempuan tidak benar, kamu hamil di luar nikah yah” ucap perempuan itu yang semakin menggina vita, tapi ramma hanya bisa diam terpaku dengan semua ucapan yang di keluarkan sonya pada vita
“maaf nyonya, kalau saya dan putra saya ini mengganggu kesenangan anda, kami tidak ada maksud apa-apa kok. Kami hanya kaget saja kenapa ada perempuan lain di rumah ini. Sungguh nyonya hanya itu. Maafkan kami tuan dan nyonya, kami akan masuk dulu” jawab vita sambil menundukan pandangannya dan pergi menuju kamar rendy
*****
“rendy sayang, jangan begitu lagi yah nak kalau ada tamu. Mami tau rendy marahkan saat tante itu menggina rendy dan mami, tapi kita tidak boleh sayang membalas kejahatan orang dengan kejahatan lagi. Lebih baik kita mengalah biar Allah yang menghukum orang yang jahat yah” nasehat vita untuk rendy
“tapi mi, tante itu jahat sekali dia tadi habis menghina mami masa mami di bilang pelayan, mamikan maminya lendy bukan pelayan. Lendy tidak suka kalau mami di malahin olang” ucap rendy sambil menangis memeluk vita
“Tidak apa-apa sayang walaupun mami di bilang pelayan, karena disinikan tugas mami melayani rendy, menjaga rendy dan merawat rendy hingga tumbuh besar menjadi anak yang sholeh sayang. Biar nanti kalau mami meninggal ada yang mau doain mami, mami sayang banget sama rendy” ucap vita sambil mata yang berkaca-kaca
__ADS_1
“mami kenapa bilang begitu, apa mami mau meninggalkan lendy, lendy tidak akan membiarkan mami pelgi meninggalkan lendy, mami halus temanin lendy sampai nanti lendy tumbuh dewasa” kini rendy dan vita sama-sama menangis dan berpelukan dengan sangat erat
Sedangkan di luar pintu, sudah ada ramma yang mendengar obrolan mereka dan ikut terharu, karena kata-kata yang di ucapkan rendy dan vita.
Ramma bingung kenapa rendy bisa sangat sayang sama vita, apa ini yang dinamakan takdir kalau memang hanya vita yang mampu menjadi maminya rendy, sedangkan sonya dia tidak menunjukan rasa sayang sedikitpun untuk anak kecil bahkan dia tadi sempat menghina vita dan rendy di depan dia.
Flashback On
“sonya cukup yah, kamu jangan berbicara lagi. Kamu memang tidak pernah berubah, kenapa kamu selalu memandang orang lain rendah sih?” ucap ramma saat vita dan rendy sudah pergi
“sayang maksud kamu apa sih, kok kamu malah marah-marah sama aku. Kenapa kamu malah membela mereka?” jawab sonya
“sonya cukup, bagi ku hubungan kita sudah selesai dan jangan hubungi aku lagi, dan sekarang kamu keluar dari rumahku” ucap ramma dengan tegas
“putus? Apa kamu memutuskan aku gara-gara aku tidak mau menikah sama kamu? Sayang aku hanya butuh waktu, aku masih mau menikmati karir ku dulu dan aku juga belum siap kalau aku harus punya anak” ucap sonya dengan mata yang berkaca-kaca
“apa istri? Kamu bohongkan ram, katakan kalau kamu bohong sma aku ramma” teriak sonya
“aku tidak pernah main-main dengan kata-kata ku, kamu dengar sendirikan anak tadi memanggilnya mami, dan dia putraku, kalau putraku memanggilnya mami menurut kamu itu apa? Aku yakin kamu bukan perempuan bodoh sonya, jadi sekarang kamu pergi dari rumah ini dan jangan kembali lagi’ ucap ramma dengan menarik tangan sonya dengan kasar dan mendorongnya ke luar rumah.
Flashback Off
Kini ramma sedang menunggu vita untuk datang ke kamarnya, tapi vita tidak datang-datang juga, karena memang vita sangat sibuk dengan rendy. Setelah kejadian tadi rendy dan vita langsung tidur sampai sore, dan setalah bangun, vita langsung memandikan rendy dan dia sendiri mandi di kamar rendy, karena ada beberapa baju vita ada di kamar rendy sehingga dia tidak perlu untuk mengambil baju di kamar ramma.
Setelah selesai bersih-bersih vita mengajak rendy untuk sholat berjamaah dan yang menjadi imam kini vita, karena rendy masih perlu di bimbing agar terbiasa dengan sholat. setelah sholat vita mengajari rendy mengaji, karena memang ramma tidak pernah mengajari rendy mengaji jadi vita mengajari rendy dari yang paling dasar dan mengenalkan huruf-huruf arab.
__ADS_1
Setelah itu vita langsung turun dan memasak makanan untuk makan malam, vita sibuk dengan dapurnya, sedangkan rendy sibuk dengan mainannya di kamar. Karena ramma tidak bertemu dengan vita setelah kejadian tadi siang, maka ramma memutuskan untuk datang ke kamar rendy.
TOK...TOK...TOK...(suara pintu kamar rendy)
“lohh rendy kok main sendiri, dimana mami vita?”tanya ramma pada rendy
“mami masak pi, mami ada di dapur sekarang” jawab rendy
“rendy dan mami lagi marah sama papi yah, karena kejadian tadi” tanya ramma sambil memasang wajah cemberut
“tidak pi, aku tidak malah sama papi, Cuma malah sedikit aja kok sama papi. Kalena papi tidak membela mami yang sudah dimalah-malahin sama tante jahat itu, lendy tidak suka mami dimalahin olang, dan lendy lebih tidak suka dengan tante itu” ucap rendy.
*****
Setelah makan malam, vita mengantar rendy ke kamarnya untuk sholat isya’, belajar dan setelah itu menidurkan rendy. Vita tidak membuka obrolan sama sekali kepada ramma, vita hanya bicara sama rendy, sedangkan ramma ingin memulai obrolan tapi dia takut dan dia masih gengsi untuk menjelaskan semuanya dan juga untuk minta maaf sama vita.
Setelah sholat, dan belajar kini waktunya rendy untuk segera tidur karena besok rendy masih harus sekolah. Sebelum tidur rendi bicara sama vita kalau minggu depan rendy akan pergi ke rumah nenek, karena seperti biasa di tahun-tahun sebelumnya, kalau rendy akan tinggal di rumah neneknya selama 2 bulan dan akan meneruskan sekolah di timpat tinggal neneknya, vita terkejut dengan hal itu karena memang dia tidak tau sama sekali tentang kepergian rendy.
“kok lama sekali sayang sampai 2 bulan, nanti kalau mami kangen rendy bagaimana” tanya vita
“mami tidak boleh sedih, nanti lendy akan selalu hubungi mami kok, lendy akan kasih kabal buat mami di sini,” jawab rendy
“memang dimana sayang rumah nenek?” tanya vita lagi
“di paris mi, nenek sama kakek tinggal di paris” jawab rendy
__ADS_1
“jauh sekali sayang, yah sudah tapi rendy janji yah selalu kabarin mami” jawab vita yang di balas dengan anggukan dan pelukan rendy
Nenek yang di maksud di sini adalah, ibu dari mami kandungnya rendy yang sudah meninggal, mereka memutuskan untuk tinggal di paris karena paris adalah kota impian yang ingin di tinggali mami kandungnya rendy.