
Mereka sudah sampai di indonesia sekarang, dan jenazah ayu sudah di bawa ambulan untuk menuju rumah duka, sedangkan ramaa, vita, alin dan satria mengikuti dari mobil yang berbeda, bahkan willy dan ratih juga sudah berada di rumah ayu untuk melayat dan menunggu kedatangan ramma dan vita juga.
Mereka kini sudah sampai ke rumah duka, semua orang menyambutnya dengan tangis. Vita dan alin mereka berjalan seperti tidak memiliki gairah hidup lagi, raut kesedian mereka tergambar jelas di wajahnya. Sedangkan ramma dan satria mencoba menenangkan bram, karena dia juga merasakan kesedihan dan penyesalan dengan apa yang sudah dia lakukan sama ayu.
“mama...” ucap vita saat melihat ratih, dan ratih langsung memuluk tubuh vita dengan sangat erat, sehingga tangisnya kini mulai pecah kembali, milihat vita yang menangis membuat alin juga menangis di depan vita dan ratih
“kamu yang namnya alin” ucap ratih sambil mengusap air mata alin
“iya tante, saya alin” ucap alin dengan air mata yang terus menangis
“sini peluk mama nak, kamu bisa panggil saya mama seperti vita memanggil ku mama” ucap ratih pada alin, dan kini vita dan alin langsung memeluk ratih dengan sangat erat
Setelah selesai di mandikan dan di sholatkan, jenazah ayu langsung di makamkan di pemakaman umum yang tidak jauh dari rumahnya, orang tua ayu juga sudah cerita kalau mereka memang memiliki masalah dengan keluarga sonya, bahkan sonya juga sangat membenci nila kakak ayu, karena dia berfikir kalau semua agensi di sogok sehingga semua lebih pilih nila ketimbang sonya.
Mereka juga tidak habis fikir kalau sonya bisa bertindak sangat kelewatan seperti ini, sampai dia berani membunuh ayu yang tidak tau apa-apa.
“ayu.... istirahatlah dengan tenang, kamu pasti sekarang sudah sangat bahagiakan di sana” ucap alin dengan terus mengusap air matanya
“ayu.... kamu tenang saja kita tidak akan pernah melupakan kamu kok yu,
berbahagialah di sana tunggu kami yah yu” ucap vita sembil terus mengusap batu nisan ayu
“ayu... terima kasih karena jasa kamu, banyak orang yang terselamatkan dan proyek kita berhasil berkat pengorbanan kamu yu” ucap ramma sambil mengusap batu nisan ayu
__ADS_1
“ayu... jangan fikirkan bram lagi, tenang saja.. kami akan menjaganya untuk kamu yu” ucap satria sambil sedikit senyum dengan menatap batu nisan ayu
“ayu.... aku sangat mencintai kamu yu, kamu perempuan yang aku tunggu selama ini, dan sekarang kamu pergi lagi dari aku yu, aku tidak tau harus mencari kamu dimana lagi. Kamu akan selalu ada di hati ku yu, I Love You Ayu Bella Mayangsari"
setelah selesai dari makam ayu, mereka kini langsung pulang ke rumah masing masing. Walaupun berat meninggalkan ayu di makam sendirian, karena memang ayu adalah orang yang paling takut gelap apalagi daerah makam merupakan tempat yang sangat di hindari sama ayu.
Tapi sekarang ayu tinggal sendiri di makam itu, air mata mereka seakan tidak pernah habis untuk menangisi ayu apalagi saat mengingat kebahagiaan mereka saat bersama, kini semua itu telah berkurang karena sudah tidak ada lagi canda tawa ayu yang selalu mereka dengar setiap harinya.
*******
“mami kata nenek tante ayu meninggal, banalkah itu mami” ucap rendy pada vita
“iya sayang, tante ayu sudah pergi meninggalkan kita semua” ucap vita sambil menahan air matanya
“sayang, tante ayu itu orangnya baik, tante ayu juga sayang sama rendy jadi pasti tante ayu akan memaafkan rendy” ucap vita yang sudah tidak bisa membendung air matanya lagi
“rendy ayo tidur yah sayang, rendy tidur sama nenek dan kakek yah, biarin mami dan papi istirahat, pasti mereka capek” ucap ratih yang langsung mengajak rendy pergi
“mami, lendy tidur sama kakek dan nenek yah. Mami jangan nangis lagi nanti lendy ikut nangis loh” ucap rendy sambil mengusap air mata vita
“iya sayang, mami tidak akan nangis lagi. Selamat malam rendy” ucap vita sambil mengecup kening rendy
“selamat malam juga mami” jawab rendy. Dan langsung lari keluar kamar vita
__ADS_1
**********
Setelah sampai rumah bram langsung masuk ke dalam kamarnya, dan raut kesedihan di wajah bram masih terlukis sangat jelas, bahkan seperti tidak ada lagi aura kebahagian yang terlihat dari diri bram.
“bram, mama tau kesedihan kamu sekarang, mama juga sedih bahkan mama sangat kaget waktu kamu kasih kabar kalau ayu meninggal” ucap mama bram
“ini semua salah bram ma, coba saja bram tidak biarkan ayu sendirian waktu itu, kejadian ini tidak akan terjadi” ucap bram sambil air mata yang mengalir deras
“kamu harus bisa kuat bram, kamu jangan terlalu lama terpuruk, jangan buat semua pengorbanan ayu itu sia-sia. Mama tau kamu sayang dan cinta sama ayu tapi kamu harus bisa melanjutkan kehidupan kamu sendiri, mama sangat yakin kalau ayu sendiri sangat mencinti kamu bram mangkannya dia mau berkorban untuk kamu dan semua teman-temannya” ucap mama bram sambil mengelus punggung bram
“kalau saja bram tau hal ini bakalan terjadi, bram tidk akan pernah membiarkan ayu pergi dari sisi bram walaupun hanya satu senti. Bram membuat ayu marah waktu itu ma, bahkan bram tidak peduli saat ayu keluar dari kantor itu, kalau saja ramma tidak telfon bram dan ngasih tau tentang ayu bram mungkin akan tetap tidak ngeh kalau ayu dalam bahaya” ucap bram sambil memukul-mukul kasurnya
“bram... sudah telat untuk menyesali itu semua, ini memang takdir ayu yang harus meninggal di usia mudanya. Lagian ayu meninggal juga karena menolong banyak orang jadi pasti banyak juga yang akan mendoakan ayu di sana, dari pada kamu terpuruk seperti ini lebih baik kamu mandi sekarang trus ambil air wudhu lalu sholat dan kamu doakan ayu di sana biar arwahnya tenang dan dia di tempatkan ditempat yang baik bersama orang orang baik” ucap mama bram
Bram langsung mengikuti semua omongan orang tuanya, karena siapa tau setelah itu dia bisa lebih tenang dan bisa tidur malam itu.
********
“mama kenapa ayu pergi secepat ini sih ma, alin belum rela kalau ayu harus meninggal dengan cara tragis seperti ini” ucap alin yang tidak bisa berhenti nangis
“sayang... mama tau kamu dan ayu seperti saudara, bahkan mama juga sudah anggap ayu sebagai anak mama. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan apa yang sudah di takdirkan” ucap mama alin
“alin belum bisa ikhlas ma, alin sangat marah dengan semua pelaku itu, kok bisa mereka sampai hati untuk melakukan penyiksaan seperti itu ma. Segila-gilanya alin, alin tidak akan pernah tega untuk menyakiti orang seperti itu”ucap alin sambil menaruh kepalanya di pangkuan mamanya
__ADS_1
“karena alin bukan orang jahat, mereka sudah di kuasai sama hawa nafsu mereka untuk bisa mendapatkan uang, mangkanya mereka rela melakukan apa saja demi keinginan mereka terwujud. Alin sekarang sholat dulu yah, jangan lupa selalu doakan ayu biar dia bisa mendapatkan tempat terindah di sisi Allah” jawab mama alin