
bram dan alin sudah sampai di taman bermain tempat mereka ketemuan. bram berjalan dengan maira yang sedang menggunakan masker, karena mereka tidak mau kalau mereka semua melihat maira sebelum waktunya.
"Ra kita langsung ke tempatnya aja yah, kita tunggu mereka di sana saja" ucap bram pada maira
"iya kak, kak ini penyamaran aku sudah oke belum" tanya maira
"oke banget, bahkan kakak aja kalau tidak lihat dari awal, kakak tidak akan tau kalau itu kamu" jawab bram.
"kak aku deg degkan banget, ini akan berhasil tidak yah kak, aku takut deh kalau sebenarnya bang ramma itu sudah tau kalau aku sudah pulang" ucap maira
"tenang aja Ra.... yakin aja kalau ini semua bakalan berhasil dan berjalan dengan lancar" jawab bram
maira dan bram sudah sampai di tempat pertemuan itu. bram duduk sendiri dan maira juga duduk agak jauh dari bram agar tidak ada yang curiga.
"kak bram, kapan kamu akan mau melihat ku sebagai perempuan lain, bukan sebagai adik mu" ucap maira dengan nada pelan
"aku disini selalu mencintai kamu kak, aku akan melindungi kamu, aku akan srlalu ada buat kamu kak"
"aku senang banget kak, walaupun kamu tidak mencintai ku, tapi kamu masih bisa baik dan sayang sama aku aja itu sudah cukup kak" ucap maira dengan senyum senyum sendiri
diam diam maira fotoin bram yang sedang duduk sambil menunggu ramma dan satria. maira sengaja ingin menyimpan foto bram di ponselnya biar dia bisa terus melihat wajah bram saat rindu nanti.
__ADS_1
Tak lama maira melihat satria, ramma, alin dan vita datang ke tempat itu. maira masih menggunakan masker dan kaca matanya agar mereka tidak mengenali maira
"bang ramma, aku ingin banget peluk kamu bang. apa kamu rindu sama aku bang, 2 tahun lebih kamu tidak menemui ku. kak satria makin tampan saja kamu kak, walaupun sudah menjadi duda, tapi dengan ketampanan dan juga kekayaan yangbkamu miliki, gadis mana yang tidak tergila gila sama kamu" ucap alin saat melihat mereka
"tapi untungnya yang jadi kekasih kamu itu alin, aku yakin alin itu sama kaya vita dia memiliki hati yang baik dan juga tulus, aku bisa melihat itu dari pancaran matanya yang sama teduhnya kaya mata vita" ucap maira
"waktunya untuk ngerjain kalian semua it's show time" ucap maira
maira langsung berjalan ke arah mereka dan mencoba sedikit menggoda ramma dan juga satria. maira mencoba tebar pesona sedikit di depan satria, ramma dan bram.
"ohhh astaga.... kamu.... kamu kan tuan ramma, orang kaya yang terkenal itu... ya ampun tuan saya ngefans banget sama tuan... tuannn saya cinta sama tuan" ucap maira sambil memeluk dan mencium pipi ramma
"maaf... yahh.. saya tidak kenal sama kamu, jadi mohon bisa sopan sedikit. saya juga sudah punya istri jadi saya tidak tertarik sama sekali dengan kamu" ucap ramma sambil menjauhkan tubuhnya dari maira yang menyamar
"tuan ramma saya mau kok jadi yang ke dua, mbak... mbak istrinya tuan ramma kan, mbak mau kan di madu sama saya.... saya bisa pastikan kalau hidup kita bisa bahagia mbak" ucap maira
sementara bram hanya bisa menahan tawanya melihat kelakuan maira yang memalukan, bahkan bram sendiri tidak habis fikir kalau maira bisa melakukan hal se konyol itu
"tau tuh... siapa sih mbak mbak ini aneh banget, kaya tidak ada laki laki lain aja" ucap alin
"ohhh kalau begitu, saya sama kamu aja yah... kamu juga tampan kok pasti kaya juga kan. dan kamu belum punya istrikan jadi saya mau deh jadi istri kamu" ucap maira sambil memeluk satria
"enak aja, ihhh lepasin dia sekarang mbak. dia itu calon suami saya, jadi jangan macem macem yah mbak" ucap alin sambil sedikit mendorong tubuh maira
"ihhhh kenapa sihh semuanya jahat sama aku..... aku itu hanya suka dan cinta sama kalian jadi apa salahnya sih... "
"hiks... hiks... kalian jahat banget.... Tolong... tolong.... tol" maira yang tiba tiba teriak, dan dengan segera bram langsung membekap mulutnya maira
__ADS_1
"kamu ngapain teriak teriak sih... kamu beneran sakit..... kalau semua orang datang kesini bagaimana, mau di taruh mana muka kita" ucap ramma sambil emosi
"sudah sudah, dia memang sakit kayaknya, yah sudah kita tinggalin dia saja, jangan di ladenin. malah bikin emosi" ucap vita sambil menarik tangan ramma
"ihhh kalian mau kemana.... jangan pergi dongg... masa mau ninggalin aku sendiri di sini.... tunggu..... " teriak maira sambil mengejar mereka semua
"kita lari aja yok... aku takut lama lama sama iti cewek.... " ucap lain sambil berjalan cepat
"iya iya itu ide bagus, yah sudah lin kamu naik ke punggung ku yah biar Cepet larinya" jawab satria sambil berjongkok di depan alin
dengan segera alin naik ke punggung satria, sedangkan vita juga langsung naik ke punggung ramma. mereka semua berlari untuk menghindari maira, karena mereka tidak mau membuat keributan di taman tersebut.
sedangkan bram hanya bisa menahan tawanya karena melihat kejadian yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, bahkan dia juga tidak mengira kalau maira mau mempermalukan dirinya sendiri seperti itu.
"tunggu... jangan pergi.... tungguin aku, aku akan selalu ngejar kalian semua, aku tidak akan lepaskan kalian begitu mudah, jadi mau sampai kapan pun kalian lari aku akan ngejar kalian.... I Love You.... I Love You" teriak maira sambil ngejar mereka
ramma dan satria memilih masuk ke dalam sebuah studio pertunjukan yang ada di taman bermain itu. mereka berharap kalau perempuan itu tidak lagi mengejar mereka sampai ke dalam studio
tapi sayangnya maira masih ngejar mereka, bahkan maira tetap teriak teriak sambil mengejar mereka dan berhasil membuat mereka malu, setelah berlari beberapa kali di dalam studio itu mereka memutuskan untuk keluar, karena maira tidak melepaskan mereka sama sekali.
maira sendiri sebenarnya juga capek lari lari sambil teriak teriak tidak jelas, akhirnya maira memutuskan untuk menyerah dan membuka penyamaran nya di dalam studio itu
"bang ramma I Love You.... Abang.... " teriak maira memanggil ramma yang ada di bawah
ramma yang mendengar itu, dia langsung menoleh ke belakang. karena yang memanggil abang ke dia selama ini itu cuma maira adiknya, jadi ramma ingin memastikan kalau itu adalah maira
__ADS_1
"MAIRA" ucapa ramma, satria, vita dan alin secara bersamaan
mereka tertegun saat melihat ternyata perempuan yang mengejar mereka dari tadi adalah maira.