Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 224


__ADS_3

setelah beberapa menit, di jalan akhirnya mobil rendy sampai di parkiran kampus adinda, dan adinda masih tertidur pulas.


karena adinda masih tidur, jadi rendy diam diam mengambil ponsel adinda dan dia menyalin nomer kontak reno yang ada di ponsel adinda. setelah selesai menyalin, rendy langsung membangunkan adinda.


"dek... bangun.... sudah sampai, ayo turun" ucap rendy


"huaaahhhhm iya kak.... yah sudah aku masuk dulu yah... kakak hati hati di jalan yahh... " ucap adinda


"yahh sudah sana... ingat pesan kakak yahh" jawab rendy


"peluk adinda dulu dong kak.... sudah lama tahu kakak tidak pernah peluk adinda lagi.... katanya sayang, tapi tidak pernah di peluk" ucap adinda sambil memanyunkan bibirnya


"iya sini.... adik kakak.... uhhhh sayangnya kak rendy.... " ucap rendy dan langsung memeluk adinda dan juga mencium kening dan kedua pipi adinda


"he he he he makasih ya kak... " jawab adinda dan dia langsung keluar dari mobil rendy


rendy melihat adinda sampai dia benar benar masuk ke dalam asramanya, setelah itu rendy memilih untuk memparkirkan mobilnya agak jaih dari asrama adinda, agar adinda tidak tahu kalau dia akan menemui reno.


"lebih baik aku tanya reno ada di mana dulu, karena bisa jadi dia tidak ada di fakultas " ucap rendy pada dirinya sendiri


tuttt... tutt... tut... suara sambungan telpon


reno : iya halo siapa ini


rendy : ini gue rendy, kakak nya adinda


reno : rendy...? ada apa kalau boleh tahu, kenapa tiba tiba telpon gue


rendy : loe ada di mana? gue ingin ngomong hal penting sama loe, ini masalah adinda

__ADS_1


reno : masalah adinda.... temui gue di pusat kantor dosen, kantor gue ada di gedung A lantai 10


rendy : oke... gue naik sekarang


rendy langsung naik mencari ruangan reno, karena dia ingin ngomong 4 mata bersama reno.


"permisi... saya mau bertemu dokter reno, saya sudah janjian sama dia" ucap rendy pada resepsionis


"bapak rendy? " tanya resepsionis


"iya saya rendy" jawab rendy


"baik pak, bapak silahkan naik dengan lift ini, karena akan langsung mengarah ke ruangan dokter reno" ucap resepsionis


rendy langsung naik ke ruangan rendy, dan setelah sampai, dia langsung masuk ke dalam ruangan dengan yang ada papan nama Dr. Reno


"selamat siang ren" ucap rendy


"gue mau langsung aja yah... karena ini bener bener penting, sebelum nya gue mau tanya, apa perasaan loe ke adinda itu tulus? " tanya rendy


"kenapa loe ngomong kaya begitu, apa salah kalau gue suka sama adinda" jawab reno


"kalau loe emang tulus dengan adinda... gue titipkan dia ke loe, karena di kampus ini hanya loe yang bisa gue percaya untuk bisa menjaga adinda" ucap rendy


"maksud loe? " jawah reno


"adinda cerita sama gue, kalau dia suka sama loe, dan dia sangat bahagia karena perasaan nya berbalas. maka dari itu gue mau titipkan adinda ke loe, karena jika di kampus gue tidak bisa menjaga dia" ucap rendy


"kalau dia bahagia kenapa dia malah marah sama gue, dan dia ingin menjauh dari gue, bahkan dia ingin menutup hatinya untuk gue" jawab reno

__ADS_1


"gua akan cerita sama loe semuanya tentang adinda, karena dia memiliki alasan untuk bersikap seperti itu ke loe. tapi loe harus janji jangan pernah ngomong masalah ini ke adinda, karena adinda melarang gue untuk cerita ke siapapun, tapi ini demi kebaikan adinda, mangkanya gue ingkar janji sama dia" ucap rendy


"alasan...? gue masih belum ngerti, ada apa sama adinda sebenarnya, karena gue sudah curiga dengan perubahan sikap adinda" ucap reno


"adinda berbeda dengan perempuan perempuan lain, itu karena adinda pernah sakit kangker darah waktu SMP, bahkan dulu adinda pernah hampir meninggal waktu kelas 1 SMA karena kangker itu sedikit demi sedikit menggerogoti tubuh dia. setiap minggu dia harus kemo, hangga membuat dia tidak memiliki rambut, di situlah titik terlemah adinda"


"hingga, tubuh adinda sudah tidak sanggup menerima obat lagi, timbul penolakan di tubuh adinda saat dia melakukan pengobatan. semua orang menjadi sangat panik karena adinda sudah kehilangan kesadaran dia. hal tersebut membuat nenek dan kakek kami pulang ke indonesia, tapi saat di jalan mereka mengalami kecelakaan, nenek selamat tapi kakek kritis, dan beliu bilang kalau sebelum meninggal beliu ingin mendonorkan sumsung tulang belakang dia untuk adinda"


"adinda di operasi berkat donor dari kakek, dan dia bisa selamat tapi kakek meninggal. berkat donor dari kakek adinda bisa sehat kembali, dan dia bisa hidup dengan normal, dan berjalannya waktu adinda mulai menata hidup nya, rambut adinda mulai tumbuh, dia mulai ceria kembali"


"tapi akhir akhir ini.... tubuh adinda merasakan gejala gejala itu lagi, tubuhnya mudah lelah, dan kepalanya sering pusing, wajah dia memucat dan tubuhnya semakin kurus. maka dari itu adinda menolak kamu karena dia takut kalau kamu tidak bisa menerima dia karena dia penyakitan."


"adinda tidak ingin merepotkan banyak orang, bahkan dia hanya berani cerita sama gue saja, karena tidak mau membuat orang yang di sekitar dia merasa sedih dan khawatir " penjelasan dari rendy


reno yang mendengar itu menjadi lemas, karena dia juga tidak ingin terjadi apa apa sama perempuan yang dia cintai itu.


"jadi.... hal itu yang membuat adinda pergi menjauh dari gue, trus apa sakit adinda dulu kambuh lagi? " tanya reno pada rendy


"gue tidak tahu, kangker itu kambuh lagi atau tidak, adinda menjauh dari loe karena dia takut hidupnya sudah tidak lama lagi, dia tidak ingin tiba tiba pergi dan loe akan menjadi sedih. jadi dia bersikap seperti itu agar loe bisa mencari pengganti adinda" jawab rendy


"kita periksa sekarang, kita cari tahu, sebenarnya apa yang terjadi pada adinda. agar kita bisa mengambil keputusan segera " ucap reno


"percuma... gue sudah bujuk dia untuk melakukan pemeriksaan, tapi dia menolak tahu tentang kondidi dia, karena dia tidak ingin berada di titik terlemah dia dulu. dia lebih pilih untuk tidak tahu apa apa, dia ingin hadapi ini sendiri, maka dari itu gue mau minta tolong sama loe... jagain adinda saat di kampus, gue yakin loe tulus sama dia, gue tadi sudah minta dia untuk tidak ikut lomba kimia itu, tapi dia menolak karena ini adalah salah satu mimpi dia, dan ini juga alasan dia untuk bisa melihat loe." jawab rendy


"loe tenang aja rend... gue akan jagain adinda di sini, dan gue akan pantau dia selalu. jangan khawatir, kita jaga adinda bersama sama.... kalau perlu gue akan minta restu sama om ramma untuk bisa menikah sama adinda, agar gue bisa menjaga kondisi dia selalu" ucap reno


"lakukan yang terbaik buat adik gue, calon adik ipar.... gue yakin loe bisa, oke gue tidak bisa lama lama, karena calon kakak ipar adinda sudah menunggu kedatangan gue" ucap rendy


"oke thanks yah..., calon kakak ipar" jawab reno

__ADS_1


rendy langsung pergi dari ruang kantor reno untuk menemui indah, karena dia juga ingin cerita masalah ini sama indah, siapa tahu indah bisa kasih masukan untuk masalah ini


__ADS_2