
setelah beberapa menit berkendara akhirnya mobil rendy sampai di parkiran hotel tempat dia menginap.
"ndah kamu masuk ke kamar kamu dulu yah... langsung istirahat, nanti waktu makan malam aku akan bilang ke semua keluarga " ucap rendy
"iya pak" jawab indah
"jangan pak lagi dong panggilnya, panggil aja rendi kalau di luar jam kantor, tapi kalau masih jam kantor kamu terserah mau panggil aku apa, sayang juga boleh" goda rendy
"apaan sih rend... yah sudah aku ke kamar aja dulu" jawab indah
"iya aku mau ke kamar adinda dulu yah" ucap rendy
"iya... lebih baik kamu temui dia dulu, minta maaf sama dia, " jawab indah
rendy langsung menuju kamar adinda, dia menekan tombol bell yang ada di kamar adinda, dan mencoba memanggil manggil dia, namun adinda tidak juga membuka pintu kamarny.
"dinda... buka pintunya dek... kakak mohon... adinda" ucap rendy yang terus memanggil adinda
"kak rend.... kakak mau masuk ke kamar adinda? lebih baik kakak pinjam kunci yang ada di tante vita... adinda mungkin lagi tidur, jadi dia tidak mendengar kakak panggil dia" ucap ariel yang keluar dari kamarnya karena mendengar suara rendy
"iya benar juga omongan kamu, iya deh kakak pinjam kunci di mami aja kalau begitu" jawab rendy
"tidak usah... buruan masuk, mami lagi tidur kasian, jangan ganggu" ucap adinda yang tiba tiba membuka pintu kamarnya
"adinda...." ucap rendy
rendy langsung masuk ke dalam kamar adinda dan dia langsung menutup kembali kamar adinda.
"ngapain kakak ke sini" ucap adinda dengan nada cuek
"dek... kakak mau minta maaf sama kamu, kakak tadi tidak sengaja" ucap rendy pada adinda
"yahh oke aku maafin, trus kakak ngapain masih ada di sini, keluar sana" jawab adinda dengan ketus
"kamu masih marah... kamu belum bisa maafkan kakak? kakak tahu kakak salah, kakak minta maaf, kakak sayang sama kamu, kakak juga tidak ada ke inginan untuk membongkar masalah itu di depan semua keluarga, itu tadi kakak hanya keceplosan saja, maafkan kakak dek... " ucap rendy dengan nada yang sangat menyesal
"aku sebenarnya tidak marah sama kakak, tapi aku masih kesel aja sama kakak, tapi iya ada sedikit marah. yahh tapi tidak apa apa lah sudah terjadi juga, mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau yah harus menerima itu" jawab adinda
__ADS_1
"kakak harus apa agar kamu mau maafkan kakak, kamu mau belanja, mobil, atau mau apa kakak akan kasih semuanya buat kamu, kakak tidak mau kamu marah begini sama kakak dek" ucap rendy sambil jongkok dan memegang kedua tangan adinda yang sedang duduk di tepi tempat tidur
"tidak kak... adinda tidak akan minta apa apa sama kakak, kakak selalu ngomel saat adinda minta belanja sama kakak, kenapa sekarang kakak malah tawarin adinda. apa lagi sekarang sudah ada kak indah, orang yang kakak cari selama ini, adinda yakin setelah ini perhatian kakak bukan lagi adinda,"
"adinda akan jadi orang yang kesekian untuk mendapatkan perhatian kakak, karena sekarang adinda bukan prioritas buat kakak, mangkanya adinda akan belajar menjauh sedikit dari kakak" ucap adinda sambil berjalan ke arah jendela kamar dia dan tanpa sadar adinda ngomong sambil nangis
"tidak sayang.... kamu tetap prioritas buat kakak, karena sampai kapanpun kami tetap adik kakak, adik kecil kakak yang akan selalu kakak jaga sampai kamu dewasa" jawab rendy sambil memeluk adinda dari belakang
"apa kakak bisa janji dengan ucapan kakak itu, kakak akan tetap menjadi kak rendy yang saperti dulu kan, adinda tidak mau kalau sampai kakak berubah ke adinda, adinda tidak mau itu, adinda masih ingin punya kakak yang selalu jagain adinda, selalu perhatian sama adinda dan selalu menjadi kakak yang terbaik buat adinda" ucap adinda dengan air mata yang terus mengalir
"kakak janji sama kamu sayang, kakak akan tetap menjadi kakak yang terbaik buat adinda, karena memang adinda adalah adik kakak yang paling kakak sayang, dan tidak ada duanya. walaupun kita tidak dari mami yang sama, tapi kamu tetap adik kakak yang terbaik, tetaplah jadi adik kecil yang manja dan manis saeperti ini yah , jangan pernah tumbuh dewasa " ucap rendy dan langsung memeluk erat tubuh adinda
"yah sudah adinda pegang janji kakak, sekarang kakak keluar sana, tidur di kamar kakak sendiri, nanti malam kita pulang, adinda tidak mau kalau kakak ngantuk di jalan" ucap adinda
"kamu sudah tidak marah kan sama kakak din" ucap rendy
"iya bawel... sana pergi... " jawab adinda sambil senyum ke rendy
"ini baru adik kakak... kalau tadi, kakak tidak kenal. yah sudah kamu juga tidur lagi sana" jawab rendy
"tutup pintunya... " teriak adinda
********
matahari mulai terbenam mereka semua kumpul untuk menyantap makan malam sebelum pergi dari hotel itu, canda tawa kini terdengar lagi, dan adinda yang selalu berisik kini sudah kembali lagi.
setelah makan malam mereka bersiap siap untuk segera pergi dan kembali ke rumah mereka, karena lusa mereka sudah harus kembali ke pekerjaan mereka masing masing.
saat adinda berkemas, tiba tiba ponselnya bergetar karena ada pesan masuk, namun saat di cek ternyata itu adalah pesan dari reno yang mengajaknya untuk bertemu di atap hotel.
"kak reno... ngapain dia ngajakin aku ke atap segala... tidak mungkin kan kalau dia mau nembak aku... ha ha ha ha adinda adinda kalau halu suka ketinggian" ucap adinda pada dirinya sendiri
"yah sudah deh... lebih baik aku kirim pesan ke papi, biar nanti mereka tidak nyariin aku lagi." ucap adinda sambil ngirim pesan ke ramma
dinda langsung berjalan menuju atap hotel untuk menemui reno yang sudah menunggunya di sana.
"kak reno.... " panggil adinda saat melihat reno, dan reno langsung menoleh ke arah suara adinda yang memanggil nya
__ADS_1
(haduh.... tatapannya.... bisa bisa mati berdiri aku.... memang yah... perempuan cantik seperti aku selalu di kelilingin laki laki tampan seperti mereka ha ha ha ) suara hati adinda saat melihat tatapan mata reno
"adinda... aku kira kamu tidak akan datang ke sini" ucao reno
"datang dong kak... ada apa kakak panggil aku ke sini" jawab adinda
"tidak... aku cuma mau pastikan saja kamu beneran mau pulang sekarang atau bagaiman" jawab reno
"iya jadi kak aku pulang sekarang, emang kak... kakak tidak bisa jauh dari aku yahhhh, ayooo jujur" ucap adinda
"tidak.... kenapa kamu GR sekali, kalau kamu mau pulang sekarang yah bagus lah, agar kamu waktu ospek tidak ijin sakit atau capek" jawab reno
"ahhh masa sih... he he he he" goda adinda
(astaga... adinda... jangan menatap aku seperti itu, kamu akan membuat aku salah tingkah nanti...) suara hati reno
"kamu jangan menggoda ku yah... ingat aku adalah dosen kamu di kampus, jadi jangan macam macam kalau tidak mau dapat nilai jelek saat mata kuliah ku" ucap reno
"ihhh ngancem ngancem... ngeselin... bercanda doang tahu kak.... " ucap adinda
"yah sudah deh... aku mau turun dulu kalau sudah tidak ada yang mau di omongin lagi, semuanya sudah menunggu aku di bawah soalnya" ucap adinda sambil memberikan senyuman ke reno
"ehhhh tunggu dulu, " ucap reno
"kenapa lagi kak... masih kangen... kakak kan punya foto aku, kalau kangen lihat aja foto ku, aku jamin kangennya bakalan hilang, atau mau foto aku lagi he he he" jawab adinda sambil berpose dan siap untuk di foto
"ohh tidak jadi... yah sudah pergi sana" ucap reno
"ihh aneh, yah sudah... bay bay" ucap adinda sambil berjalan pergi meninggalkan reno dan sekali kali dia melihat ke belakang
__ADS_1