Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 185


__ADS_3

adinda dan orang tersebut sama sama terkejut kenapa mereka bisa bertemu di pantai ini, secara tidak sengaja ini pertemuan mereka yang ke 3 kalinya.


"kamu ngapain ada di sini " tanya orang itu


"yah... kak reno juga ngapain ada di sini, kalau aku lagi liburan aja" jawab adinda


"ohhh liburan, yah sudah... " ucap reno sambil berjalan meninggalkan adinda sendiri


"ihhh.... ngeselin, tadi tanya sudah aku jawab, sekarang giliran aku tanya gak mau jawab. emang... semua laki laki itu sama, gak ada yang bisa ngerti in perasaan perempuan" teriak adinda dan setelah itu dia berlari untuk bermain sendiri lagi di bibir pantai


"ihhh.... kenapa sih semua orang ngeselin hari ini, tadi sih rendy tidak mau nemenin aku, sekarang dia, padahal aku sudah bilang minta tolong tapi tetap aja tidak mau nolongin" ucap adinda yang ngomel pada dirinya sendiri


"kamu minta tolong apa, maaf tadi aku tidur jadi tidak drngar kamu bilang apa" tanya reno yang tiba tiba berada di belakang adinda


"hemmm tidak jadi... permisi" ucap adinda, saat adinda akan melangkah kan kaki pergi, tiba tiba reno memegang tangan adinda dan menahan nya agar tidak pergi


"maaf" ucap reno sambil memegang tangan adinda


"tidak perlu minta maaf, tidak apa apa... saya tadi cuma minta tolong untuk di fotokan di pantai ini, mumpung masih sepi" jawab adinda


"yah sudah mana ponsel kamu, sini aku fotokan" ucap reno


"hahhh.... beneran kakak mau fotokan aku" ucap adinda


"iya sini kamu tinggal bergaya bia aku fotokan" jawab reno


"makasih kak... ini ponsel ku" jawab adinda sambil ngasih ponselnya ke reno


1 2 3





__ADS_1



"sini sini... aku lihat kak.... " jawab adinda sambil berlari mendekat ke reno


adinda secara tidak sengaja tersandung kakinya sendiri, sehingga dia mau jatuh. tapi dengan segera reno menangkap tubuh adinda agar tidak jatuh ke pasir.


tatapan mereka berdua kini saling bertemu, reno memandang lekat mata adinda dan adinda juga memandang lekat mata reno.


keduanya hanyut di dalam pandangan mereka masing masing, sampai sampai jantung ke duanya ikut berdetak lebih cepat dari pada biasanya.


"ahhh terima kasih kak, sudah nolongin aku" ucap adinda dan mencoba membenarkan posisinya kembali


"iya sama sama, kamu tidak apa apa kan, kaki kamu tidak sakit lagi" ucap reno


"tidak kak... aku tidak apa apa" jawab adinda


"iya... ini ponsel kamu, kamu cek aja foto fotonya. kalau jelek nanti kita ambil lagi" ucap reno


"tidak kak... pasti bagus bagus, secara yang ngepotretkan kakak, pasti hailnya bagus he he he he" jawab adinda untuk menghilangkan rasa canggung antara keduanya


"kamu bisa aja din... kamu nginap di mana din, dan sama siapa di sini" tanya reno


"ohh hotel situ, deket yah berarti... mangkanya kamu berani sendirian di pantai ini" jawab reno


"kakak sendiri ngapain sendirian di pantai ini, pakai tidur di pohon lagi" tanya adinda


"tidak ngapa ngapain, cuma seneng aja. di sini kan sepi, airnya jerni, dan anginnya itu enak banget, aku kalau ke sini bawaannya ngantuk karena tenang banget, dan kadang kalau aku sedang sedih atau ada masalah gitu selalu main ke sini dan duduk di bawah pohon itu, kadang juga duduk di tepi dermaga, sambil bermain air" jawab reno yang secara tidak sengaja dia mengutarakan kebiasaan yang selalu dia lakukan pada adinda, bahkan ini pertama kali dia bercerita sama orang lain tentang pantai itu


(tunggu... dia tadi curhat sama aku... kok bisa sih, biasanya orang itu tidak pernah mau kalau rahasia tempat buat dia menyenduri itu di ketahui sama orang lain, tapi ini kok kak reno bisa dengan santai cerita sama aku yah) suara hati adinda


"ohh begitu... berarti kakak sudah sering dong datang ke tempat ini, tapi memang bener sih kak, disini itu nyaman banget dan juga tenang, sehingga kita bisa melupakan sejenak masalah kita" jawab adinda


mereka berdua sedang menikmati udara pagi dan angin yang bertiup sepoy sepoy di bibir pantai, mereka duduk berdua sambil menatap ombak yang sedang berkejar kejaran.


"kak... sini deh... kakak aku foto yah, nanti aku kirim ke ponsel kakak" ucap adinda sambil berdiri dan mau menarik tangan reno


"hahh foto... tidak tidak.... aku tidak suka foto foto" jawab reno

__ADS_1


"ihhh tidak apa apa... ayo... kakak berdiri di sana aja" ucap adinda sambil menarik tangan reno


"kakak lihat sini... 1 2 3" ucap adinda



"ihhh kenapa di tutup sih... sekali aja kak... sini sini... buruan lihat sini sambil senyum, aku jarang banget lihat kakak senyum, kakak itu ganteng loh kalau lagi senyum" ucap adinda


mendengar omongan adinda tadi membuat reno bahagia sekali, sehingga dia langsung melihat ke arah adinda sambil memberikan senyuman yang sangat menawan.



(Ya Allah, manis banget senyumannya... aku jadi tidak bisa fokus ini.... haduh... kenapa hatiku jadi ingin lompat keluar gini sih.... ihhh... kenapa dia tampan banget sih... Ya Allah apa aku berlebihan kalau aku meminta dia untuk bisa menjadi laki laki yang bisa menjaga dan melindungi aku serta mencintai aku dengan sepenuh hati) sauara hati adinda


"dinda... katanya mau foto... buruan sudah belum kenapa lama banget" ucap reno yang membuyarkan lamunan adinda


"ahhh iya... ini ini kak sebentar, kamera nya tidak mau fokus kak... bentar bentar" jawab adinda


"sudah kak.... bagus bangey fotonya" ucap adinda sambil ngasih tunjuk foto ke reno


"terima kasih yah... nanti kamu kirim ke ponselku yah... yah sudah aku mau masuk ke hotel yah... buat ganti baju, ini sudah basah semua, kamu juga ganti baju aja sana, masuk ke hotel " ucap reno


"iya kak... aku pulang ke hotel sekarang, tapi nanti di marahin tidak yah kak, masuk hotel dengan basah seperti ini" ucap adinda


"yah boleh pasti din... semoga boleh yah ha ha ha ha" jawab reno


"kok semoga sih kak... ihh" ucap adinda


"yah sudah kamu ikut aku sekarang, kita lewat pintu samping hitel itu, di sana biasanya ada jemuran yang bisa kita gunakan untuk ngeringkan badan, jadi kita lewweat sana aja, kita keringkan badan kita dengan jemuran itu" saran reno


"hahh baiklah kak... ayo adinda ikut" jawab adinda


mereka langsung mengendap ngendap untuk pergi ke samping hotel, untuk mengambil kain yang bisa mereka buat untuk mengeringkan baju mereka.


"din ini buruan kamu pakai buat nutulin baju kamu yang basa, biar kamu bisa masuk ke dalam hotel tanpa takut membuat orang marah karena baju kamu yang basah dan kotor. " ucap reno sambil ngasih handuk untuk adinda


adinda langsung ngambil handuk tersebut, dan dia buat untuk membalut tubuhnya yang basah karena main air laut.

__ADS_1



__ADS_2