Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 49


__ADS_3

Ramma, Satria dan juga Bram masih fokus dengan berkas-berkas yanga ada di depan mereka, karena pintu ruangan meeting tersebut tertutup jadi apa yang terjadi di luar ruangan itu tidak akan terdengar sampai dalam bahkan sebaliknya apa yang terjadi di dalam ruangan tidak akan terdengar sampai luar. Maka dari itu mereka tidak mendengar suara vita, alin, dan juga ayu yang sedang teriakan kesakitan.


“mereka kemana sih kok belum kembali-kembali” ucap ramma sambil melirik ke pintu


“tau tuh, apa mereka kabur yah ninggalin kita. Biar kita sendiri yang ngerjakan berkas-berkas ini” ucap bram


“awas aja kalau sampai berani seperti itu” ucap satria sambil meletakkan pulpennya dengan kasar


Dan tiba-tiba pintu ruang meeting mereka di ketuk sama satpam penjaga, dan melaporkan semua kejadian yang di pantry, karena memang semua area di kantor tersebut di pasang cctv dan ada satpam yang selalu mengawasi cctv tersebut.


Tokkk...tokk..tok...(pintu di ketuk) satpam tersebut langsung masuk ke ruang meeting tersebut


“maaf tuan-tuan semua, saya mau melaporkan kalau di pantry ada yang berantem” ucap satpam dengan ngos ngosan


“vita” “Alin” “Ayu” ucap ramma, Satria dan Bram secara bersamaan. Mereka bertiga langsung berlari ke arah pantry untuk memastikan


Setelah sampai di pantry mereka bertiga di kejutkan dengan kondisi vita, alin, dan ayu yang sudah sangat berantakan dan juga sudah basah kuyup. Kini mereka refleks langsung membuka jas yang mereka kenakan dan langsung menutupi tubuh vita, alin dan ayu yang bajunya terlihat transparan karena basah. Ada apa ini kenapa semuanya jadi berantakan seperti ini, dan kenapa kalian berada di lantai sini.


“sudah-sudah... jangan marah dulu, lebih baik bantu kita berdiri dulu kaki ku sakit banget” ucap vita yang tidak mau melihat suaminya marah-marah


“masalah ini tidak akan selesai begitu saja. Kalian camkan ini baik-baik siapa yang berani menyentuh keluarga saya maka orang itu tidak akan baik-baik saja” ucap ramma dengan nada penuh ancaman ke arah Dina CS


“kalian bawa mereka ke pihak HRD dan jangan pernah melepaskan mereka bertiga” ucap ramma kepada satpam dan sambil menunjuk ke arah dina, nita dan ana


Ramma langsung menggendong vita dan langsung di bawa masuk ke ruangannya, satria juga seperti itu dia juga langsung menggendong alin dan di bawa masuk ke dalam ruangannya, begitu pula bram yang langsung menggendong tubuh ayu dan di bawa masuk ke dalam ruangannya.


******

__ADS_1


“sayang apanya yang sakit, kamu bilang sama aku” ucap ramma sambil membersihkan wajah vita yang terkena bubuk kopi


“aku tidak papa, tidak usah khawatir yah,bantu aku ke kamar mandi saja yah. Aku mau mandi, aku bolehkan pinjam kemeja kamu yang disini, aku sudah tidak ada baju lagi” ucap vita yang berusaha tenang agar ramma tidak terlalu khawatir


“iya kamu pakai saja, ada di almari kamar mandi semua kamu bebas mau pakai yang mana” ucap ramma sambil menggendong tubuh vita ke kamar mandi


*******


“lin, kamu tidak papa kan. Apa kita perlu ke rumah sakit sekarang” ucap satria yang khawatir dengan alin


“tidak pak, tidak perlu. Alin tidak papa kok pak, hanya punggung dan kaki alin yang agak sakit karena terbentur tembok dan terpeleset” ucap alin yang masih berusaha tersenyum


“yah sudah kamu mandi dulu sana, kamu bersih-bersih dan kamu bisa menggunakan baju saya yang ada di almari itu, kamu bebas pilih yang mana. Saya tinggal kamu dulu yah” ucap satria pada alin


“iyah pak terimakasih yah, sudah mau membantu alin” ucap alin dengan senyum yang merekah di bibirnya dan di balas dengan anggukan sama satria


*******


“mereka yang mulai duluan pak, kita datang dengan baik-baik mereka malah nyolot ke kita” ucap ayu sambil menahan sakit di perutnya


“yah udah yu, kamu bersih-bersih dulu. Kamu boleh pakai kamar mandi itu dan di sana ada almari saya, yah walaupun isinya Cuma kemeja tapi kalau kamu mau pakai tidak apa-apa, cari yang pas di tubuh kamu, saya tinggal keluar dulu” ucap bram dan ayu Cuma ngasih anggukan kecil


**********


Sementara vita, alin dan ayu bersih-bersih, sementara itu ramma, satria dan bram memutuskan untuk pergi ke ruang CCTV untuk ngecek secara langsung apa yang terjadi sebenarnya. Dan setelah menonton rekaman itu ramma benar-benar tidak bisa menahan amarahnya sekarang karena dia sangat tidak terima kalau istrinya di perlakukan seperti itu.


Ramma langsung pergi ke ruangan HRD untuk menemui dina, ana, dan nita dengan amarah yang sudah memuncak, kini ramma yang dulu telah kembali, yang tidak segan-segan menghabisi orang yang berani menyentuh keluarganya.

__ADS_1


Brakkk........(pintu ruangan HRD di buka secara paksa sama ramma) dan sontak beberapa orang yang ada di dalamnya terkejut dan tidak ada yang berani memandang wajah ramma. Bahkan satria dan bram sendiri tidak berani menahan amarah ramma jika sudah memuncak


“berani sekali kalian berbuat seperti itu sama vita, sok jadi jagoan kalian di sini... iya” ucap ramma dengan nada teriak bahkan semua karyawan dapat mendengar


“kenapa kalian Cuma diam, mana sok jagoan kalian tadi yang berusaha menyakiti vita, alin, dan ayu. Saya pastikan kalian akan di DO dari kampus dan saya pastikan juga tidak akan ada kampus atau lapangan pekerjaan untuk kalian, dan saya bisa pastikan juga kalau keluaga kalian akan berantakan dan akan hancur semuanya” ucap ramma lagi dengan mata yang ber api-api


“maafkan kami tuan...maafkan kami tuan... maaf” ucap dina, ana, dan nita sambil memeluk kaki ramma


********


vita, alin dan ayu sudah selesai bersih-bersih, tapi mereka tidak menemukan ramma, satria dan bram di lantai atas. jadi mereka memutuskan untuk turun karena takut ada masalah lagi, dan benar saja terdengar keributan di lantai bawah yang membuat vita, alin, dan ayu berlari ke sumber suara tersebut, sambil menahan sakit di kaki mereka.


“sudah..sudah sayang, jangan marah – marah lagi... sudah yah... aku benar-benar tidak apa-apa... maafkan mereka yahh maafkan yahh sayang” ucap vita yang datang dan langsung memeluk tubuh ramma yang sudah terbakar rasa amarahnya


“sayang dengerin aku... haii lihat aku sekarang... aku masih sehat, aku masih bisa berdiri, alin dan ayu juga sudah tidak apa-apa. Sudah yahh jangan marah yah, kendalikan diri kamu lagi, aku takut kalau melihat kamu marah seperti ini” ucap vita sambil memegang wajah ramma yang sedang emosi


Mendengar ucapan vita kini ramma mencoba untuk mengendalikan amarahnya kembali, karena dia juga tidak mau melihat vita ketakutan karena hal ini. Ramma mencoba duduk di kursih yang ada di ruangan HRD sambil memegang kepalanya yang agak pusing.


“kak satria, aku minta tolong ambilkan minum” ucap vita ke satria, dengan segera satria langsung mengambilkan segelas ait putih dan langsung di kasihkan ke vita


“minum dulu yah... tenangin diri kamu” ucap vita sambil membantu ramma minum


Setelah selesai minum, keadaan ramma sudah mulai stabil lagi dan dia mulai memeluk tubuh vita dengan sangat erat.


Kini vita hanya bisa mencoba menenangkan ramma dengan mengusap punggung nya. Setelah ramma agak tenang vita mengajak semuanya untuk kembali ke ruangan masing-masing dan kembali berkerja, sementara ramma kembali ke ruangannya bersama vita, satria bersama alin, dan bram bersama ayu.


Vita juga menyuruh dina, nita dan ana untuk segera pulang karena Vita tidak mau melihat ramma marah lagi karena melihat mereka masih ada di sini.

__ADS_1


__ADS_2