Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 80


__ADS_3

Matahari pagi sudah bersinar, itu yang artinya sudah waktunya untuk bangkit dari tempat pembaringan.


Vita membangunkan ramma agar dia bisa segera siap-siap untuk berangkat kerja, karena setelah sholat subuh ramma memilih untuk tidur lagi, karena lelah dengan ulahnya dengan vita tadi malam.


Setelah membangunkan papinya, sekarang tinggal membangunkan anaknya yang tidak jauh beda dengan papinya, selalu minta tidur lagi setelah sholat subuh. Hari ini vita ingin memandikan rendy dan menyiapkan semua perlengkapan rendy untuk sekolah.


“Rendy bangun sayang, sudah pagi... waktunya sekolah” ucap vita sambil membuka gorden kamar rendy


“ihhh mami.... cilau mii... lendy mau tidul 5 menit lagi deh... yah mi yah” ucap rendy sambil menutup mukanya dengan bantal


“sayang... rendy sebentar lagi akan jadi kakak loh sayang, masa rendy masih susah untuk di bangunkan sekolah, nanti kalau di contoh adiknya bagaimana” ucap vita sambil duduk di samping tubuh rendy


“apa mami, lendy mau punya adik.... mana mami adiknya” ucap rendy yang terkejut dan dia langsung berdiri di atas kasurnya sambil lihat ke kanan dan ke kiri


“mana mami adik nya, mami bohong yah.... tidak boleh loh belbohong itu, nanti di malahin Allah loh” ucap rendy sambil duduk kemali


“mami tidak bohong kok sayang, adik rendy ada di perut mami sekarang... disini adik rendy” ucap vita sambil menunjuk perutnya


“apa.... mami makan adik lendy, mami... kan kasian adik lendy kalau di makan sama mami” ucap rendy sambil melotot


“hemmmm, sayang.... mana ada mami makan adik rendy, adik rendy itu sementara tinggal dulu di dalam perut mami, karena dia kan masih kecil banget jadi dia butuh tempat yang paling aman untuk bersembunyi. Biar tidak ada orang jahat yang bisa mencelakai adik rendy, nanti kalau sudah agak besar, pasti nanti dia keluar sendiri. Jadi rendy sabar yah menunggu adiknya keluar” penjelasan vita untuk rendy


“ohh begitu mami, jadi adik lendy ngumpet dulu di pelut mami sampai agak besal, balu dia boleh kelual, begitukan mami” ucap rendy


“iya sayang rendy memang pinter banget, yah sudah ayo mandi dulu. Nanti di tinggal sama papi lh kalau kita telat” ucap vita


“iya mami.... Yeyyyy lendy mau punya adik balu.... yehh.., lendy nanti akan celita sama teman lendy cindy yah mami... kalau lendy mau punya adik” ucap rendy yang kesenengan.


Setelah selesai menyiapkan semua keperluan rendy, vita langsung berganti ke kamarnya sendiri untuk melihat ramma, yang sedang bersiap siap.


“sudah selesai sayang” ucap vita sambil saat melihat ramma berdiri di depan cermin


“sudah kok, tinggal tugas kamu untuk memasangkan dasi di leherku” ucap ramma sambil memberikan dasi ke vita

__ADS_1


“yah sudah sini, agak nunduk sedikit dong...” ucap vita sambil memasangkan dasi ke ramma


“kenapa sih, kamu selalu meminta untuk memasangkan dasi di leher ku, padahal aku bisa sendiri loh” tanya ramma


“yah itu karena ini salah satu bhakti istri pada suaminya, dan ini juga bisa menjadi salah satu ungkapan rasa sayang istri ke suaminya. Jadi kamu jangan pernah meminta perempuan lain untuk memasangkan dasi di leher kamu, karena itu sudah menjadi tanggung jawabku sebagai istri kamu, dan aku tidak akan ridho kalau kamu membiarkan perempuan lain mengambil tanggung jawabku ke kamu” jawab vita sambil merapikan baju ramma


“aku juga tidak akan mau kalau perempuan lain yang memasangkan dasi ke leherku, karena ini sudah menjadi milik kamu, dan selamanya akan menjadi milik kamu” ucap ramma sambil memeluk vita


“sayang... kamu tau tidak, apa kegunaan dasi suami untuk istri” ucap vita sambil senyum ke ramma


“apa memang, buat ikat rambut, pita atau apa” ucap ramma yang tidak tau


“kegunaan dasi suami untuk istri itu ini” ucap vita sambil duduk di ranjang lalu menarik dasi ramma hingga ramma menunduk dan langsung mencium bibir ramma sekilas


“itu adalah kegunaan dasi yang aku maksud, he he he he” ucap vita lagi sambil tertawa karena melihat muka ramma yang terkejut


“he he he he, kamu kalau mmenyerang itu bilang-blang dong” ucap ramma


“yah sudah ayo, kita makan bareng, semunya sudah menunggu kita di meja makan” jawab Vita sambil senyum


*********


“sayang nanti kamu tidak usah menjemput aku yah, biar nanti aku pulang sama Alin saja yah. Karena nanti aku ingin ke mall dulu buat cari buku, untuk laporan magang ku nanti” ucap vita


“tapi kamu nanti jangan capek-capek yah... ingat sekarang kamu sudah tidak sendirian, ada dedek bayi yang selalu ikut di dalam tuuh kamu” jawab ramma


“iya sayang, aku ingat kok... lagian aku Cuma beli buku saja kok” ucap vita


“yah sudah nanti uangnya aku transfer ke rekening kamu yah” jawab ramma


“terimakasih sayang ku.... he he he he yah sudah aku masuk ke kampus sekarang yah” ucap vita sambil mencium pipi dan tangan ramma


“yah sudah sana” jawab ramma

__ADS_1


“assalamualaikum” ucap vita sambil melambaikan tangan ke ramma


“waalaikum salam” jawab ramma, setelah vita menutup pintu mobil, ramma bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


Tokkk... tokk... tok... (kaca mobil ramma sebelah kanan di ketuk) dan ramma langsung membuka kaca mobilnya


“ada apa lagi sayang, katanya mau masuk” ucap ramma sambil melihat wajah vita


“enggak, Cuma mau bilang I Love You sayang” ucap vita sambil menarik leher ramma biar lebih mendekat ke wajahnya lalu vita mencium sekilas biir ramma. Dan dia langsung lari kecil masuk ke dalam kampus.


“he he he he he semenjak hamil kenapa anak itu jauh lebih berani yah menyerang duluan yah... tau gitu dari dulu saja yah aku buat hamil dia” ucap ramma sambil senyum-senyum sendiri. Setelah itu ramma langsung menjalankan mobilnya ke kantor.


********


“Alin” teriak vita saat melihat alin


“aku kira kamu tidak masuk vit, kita nanti jadikan cari bukunya” tanya alin


“jadi dong, waktu sudah mepet nie, jadi kita harus berangkat sekarang. Yah sudah hari ini kita ikut mata kuliah pertama saja yah, setelah itu kita langsung berangkat mencari buku” saran vita yang di setujui sama alin


“yah sudah ayo masuk kelas sekarang” sebelum kita tidak dapat jatah absen gara-gara telat


“ehhh... jangan lari dong, kasian nanti adiknya rendy kalau di buat lari” ucap vita sambil memegang perutnya


“hahhh adik rendy, KAMU HAMIL VITA” teriak alin karena terkejut


“hhuussttt yah tidak usah teriak gitu dong, santai ajalah... iya aku hamil, ada adiknya rendy di perutku sekarang”


“wahhh selamat yah vit.... ikut seneng nie” ucap alin sambil memeluk vita


“iya makasih, kamu kapan nie sama kak satria melangkah ke jenjang pernikahan iar segera menyusul aku” goda vita ke alin


“sudah sudah, kalau itu kamu tanya sama kak satrianya langsung jangan aku. Sudah ayo cepat, sudah mau telat nie” ucap alin sambil berjalan ke arah kelas

__ADS_1


“jadi kamu sudah siap nie, menyandang status sebagai nyonya Rahardian ha ha ha ha” jawab vita


Dan mereka masuk ke dalam kelas, dan setelah itu mereka akan main sebentar ke kantor Bram untuk menanyakan beberapa reverensi buku yang cocok untuk laporan magang mereka.


__ADS_2