Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 217


__ADS_3

setelah makan, adinda ingin mencari alasan buat pergi dari hadapan reno, dia berfikir keras untuk bisa keluar dari ruangan reno.


"pak... ini sudah siang. saya mau kekelas dulu, karena saya tidak mau terlambat untuk masuk kelas" ucap adinda sambil langsung berdiri dari tempat duduknya reno hanya melihat tanpa memberikan respon


"saya permisi pak, saya duluan" ucap adinda sambi km berjan menuju pintu ruangan reno


"tunggu!!! kamu panggil saya apa tadi... pak..., kenapa kamu merubah panggilan kamu ke saya, bukannya dari awal kamu sudah memanggil saya dengan sebutan kak, kenapa sekarang menjadi pak? " tanya reno pada adinda


"ohhh iya maaf kak, saya salah.... saya mau duluan, karena ini pasti dosen nya sudah ada di kelas, kalau saya tidak pergi sekarang saya akan di hukum kak" jawab adinda dengan memunggungi reno


"tapi kan... hari ini jadwal saya yang ngajar kelas kamu din, dan saya masih ada di sini bersama kamu, bagaimana kamu bisa telat" ucap reno sambil menahan tawanya, dan adinda hanya bisa berdiri mematung tidak bisa membalas apa apa


"kamu kenapa dinda... kamu mau menghindari saya, kamu masih marah sama saya. saya tidak keberatan untuk di jod...." ucap reno yang belum selesai namun saudah di potong sama adinda


"cukup kak... kakak jangan kasih saya harapan lagi, lebih baik kita bersikap biasa saja, seperti mahasiswa dengan dosennya, biar tidak ada yang kecewa di antara kita nanti" jawab adinda sambil berbalik menghadap reno


"saya lupa kalau hari ini waktunya kak reno yang mengajar kelas saya, tapi maaf kak, kayaknya saya tidak bisa masuk kelas, karena saya harus ke perpustakaan untuk mencari beberapa buku referensi buat mata kuliah kak pras, saya permisi kak" ucap adinda dan langsung berbalik untuk keluar dari ruangan reno


(maafkan aku kak ren... aku bersikap dingin sama kakak, karena aku tidak ingin di kasih harapan yang belum pasti, aku mau menjauh dulu dari kamu kak, dengan begini aku akan tahu, apakah kamu mau memperjuangkan aku untuk kembali dekat sama kamu, atau malah kamu akan melepas aku untuk selamanya) suara hati adinda


adinda berjalan menuju perpustakaan, dia tidak ingin mengikuti kelas reno, dia ingin menenangkan dirinya di perpustakaan.


reni hanya melihat kepergian adinda, dia sebenarnya juga merasa bersalah karena tidak terus terang dengan adinda mengenai perasaan yang dia miliki.


"din... apa kamu belum bisa memaafkan aku, sikap kamu ini beda sekali dengan adinda yang pertama kali aku temui, dinda aku benar benar ingin minta maaf sama kamu" ucap reno pada dirinya sendiri

__ADS_1


karena waktu sudah menunjukan kalau reno harus segera mengajar di kelas adinda, dan dia harus bersikap profesional jadi dia pergi mengajar dulu baru pergi menemui adinda di perpus.


semua teman teman adinda menunggu adinda datang namun adinda tidak datang datang juga, karena memang adinda tidak memberitahukan teman temannya kalau hari ini dia tidak mau masuk kelas dulu, ponsel adinda juga sengaja di matikan agar tidak ada yang mengganggu adinda.


jihan dan lainnya selalu berusaha telpon adinda namun tetap tidak aktif, bahkan mereka sudah ngirim pesan juga sama tidak di buka apalagi di baca.


reno mengajar seperti biasanya, walaupun suasana hatinya lagi tidak terlalu baik, namun dia masih bisa tetap mengajar dengan maksimal dan tidak ada mahasiswa yang curiga jika reno sedang banyak fikiran.


******


"apa aku tidak berlebihan yah seperti ini. seharusnya aku bisa bersikap biasa saja. jangan terlalu menghindar" ucap adinda pada dirinya sendiri


"kalau seperti ini, aku akan terlihat saangat lemah, dan terlihat sangat terpuruk karena di tolak cinta"


"iya benar... begitu saja... tidak apalah, jahat dikit, yang penting aku bisa happy lagi dan bisa melupakan cinta itu"


"oke... nanti aja deh ke perpus lagi, lebih baik sekarang aku masuk ke kelas kak reno, dan bersikap biasa saja"


adinda langsung pergi ke kelas lagi untuk mengikuti mata kukiah dari reno, walaupun sudah telat tapi dia tidak peduli, dan dia akan bersikap normal dan biasa saja.


tok... tok... tok... suara pintu kelas di ketuk


"masuk" ucap dari dalam


adinda langsung masuk ke dalam kelas dengan biasa saja, dan dia menghadap reno dan minta maaf kalau dirinya telat.

__ADS_1


"itu adinda... haduh... kalau dia tahu bakalan telat, ngapain sih masuk segala. pasti nanti dia akan di hukum sama kak reno" ucap icha yang berbisik sama jihan dan kikik


"wahhh bagus sekali.... tahu jam berapa tidak sekarang, kenapa tidak melihat jam. kamu sudah telat 30 menit" ucap reno saat melihat adinda masuk ke dalam kelas


"maaf kak.... saya telat. karena tadi saya ke perpus ingin mencari buku, mata kuliah kakak, tapi ternyata saya tidak menemukan nya" ucap adinda sambil menunduk


"oke... karena kamu telat, kamu nanti diam di kelas ini, akan ada pelajaran tambahan buat kamu dan harus segera di kumpulkan ke saya besok pa... si... terserah kamu aja deh yang penting besok " jaqab reno


dinda langsung melirik ke arah reno sambil menahan senyumnya, karena reno terlihat banget dia tidak tega untuk menghukum dirinya.


"iya kak.... saya akan menurut sama kakak, karena memangsaya yang salah di sini" jawab adinda


"yah sudah kamu duduk sekarang, dan ikutin pelajarannya" ucap reno


"iya kak" jaewab adinda


pelajaran berjalan sesauai dengan semestinya, karena memang adinda benar benar tidak memikirkan masalah pribadi dia saat berada di kelas, bahkan adinda juga menjaqab beberapa pertanyaan dari reno.


suasana kelas sangat kondusif, walaupun kini reno sedang bertanya tanya, ada apa dengan adinda, kenapa dia bisa berubah secepat itu.


karena adinda sekarang berbeda dengan adinda yang dia temui beberapa menit yang lalu. mata kuliah reno berakhir selama 3 jam. dan setelah itu semua anak pergi meninggalkan ruangan, tapi adinda masih menunggu di dalam kelas, karena dia ingin mencatat semua penjelasan reno yang dia tulis di papan.


setelah itu adinda dan reno pergi ke lab untuk meneruskan presentasi mengenai proyek dari setiap anak anak yang ikut UKM.


adinda menyiapkan bahan bahan dia yang akan di buat untuk menjelaskan apa yang dia temukan dari percobaan yang dia lakukan, karena adinda sudah pernah melakukan penelitian itu jadi dia sudah sangat hafal dengan apa yang dia tulis.

__ADS_1


__ADS_2