
Setelah sampai rumah, ramma langsung menggendong rendy yang masih tertidur untuk di bawah ke kamarnya sendiri. Setelah menaruh rendy di kamarnya, ramma langsung ke kamar vita untuk bertemu istrinya itu.
“sayang kamu sudah pulang, tapi kok kamu sendirian mana rendy. Di kamarnya yah” ucap vita sambil membawa buku di tangannya
“iya sayang, rendy langsung aku taruh kamar soalnya tadi dia ketiduran di mobil. Mungkin capek banget di sekolah, jadi setelah berdebat sama aku dia langsung tidur, yah sudah aku angkat aja langsung ke kamar dia” jawab ramma sambil melepas jas dan sepatunya
“lohh kamu tidak ke kantor, kok di lepas semuanya?” tanya vita yang heran
“tidak, hari ini aku mau bersama kamu dan adiknya rendy, yang ada di sini” ucap ramma sambil memegang perut vita
“ihhh kamu kebiasaan, kan kasian kak satria harus kerja sendirian di kantor” ucap vita sambil dduk di sampingnya ramma
“kata siapa dia sendirian sayang, masih banyak pegawai di kantor. Jadi satria tidak pernah sendirian. Lagian aku juga kerja kok, tapi di rumah. Sambil nemenin kamu” ucap ramma sambil mencolek hidung vita
“yah sudah deh terserah kamu, aku mau ke kamar rendy dulu yah. Kasian kalau rendy tidur dengan seragam sekolah” ucap vita sambil melangkahkan kaki ke kamar rendy
“setelah itu ke ruang kerjaku yah yang, aku mau ngasih tau kamu sesuatu” ucap ramma
“iya...” jawab vita
*********
Vita pergi ke kamar rendy untuk menggantikan baju seragam yang di pakai rendy, biar tidurnya lebih nyenyak. Vita langsung mengambil baju dari almari milik rendy.
“sayang, bangun sebentar yuk. Ganti bajunya” ucap vita sambil membelai kepalai rendy
“rendy sayang, bangun dulu yah nak..” ucap vita lagi sambil mencium pipi rendy
__ADS_1
“iya.. iya mami.... lendy bangun” jawab rendy sambil mengucek matanya
“yah sudah, sini bajunya mami lepasin, setelah itu rendy boleh tidur lagi sampai sore” ucap vita sambil melepas semua baju rendy
Vita dengan sigap dan cekatan dalam mengurus rendy, setelah melepas seragam dan juga kaus kaki rendy. Vita menyuruh anaknya itu tidur kembali, dan dia langsung membawa baju kotor rendy ke tempat cuci baju, biar bisa langsung di cuci sama mbak tina.
Setelah selesai semua vita pergi ke ruang kerja ramma, karena tadi ramma berpesan untuk ke ruang kerjanya soalnya ada sesuatu yang ingin di bicarakan. Sebelum ke ruang kerja ramma, vita masih sempat untuk mengambil irisan buah mangga muda di dalam kulkas.
Tokkk... tokk... tok... (suara pintu di ketuk)
“masuk” ucap Ramma dari dalam
“hai...” ucap vita sambil mengintip dari balik pintu
“kamu ngapain ngintip-ngintip begitu.... sini masuk” ucap ramma sambil tersenyum ke vita
“he he he he sayang...... hemmm peluk.... cium....” ucap vita sambil langsung duduk di pangkuan ramma dan mengalungkan tangannya di leher ramma
“hiiii aku tidak ngegoda, tapi kayaknya aku lagi ngidam pingin meluk dan mencium kamu sayang” ucap vita sambil memeluk ramma dengan erat
“yah sudah oke-oke, kamu bebas meluk dan mencium aku, aku tidak keberatan sama sekali kok sayang.... Awwuuu” ucap ramma sambil teriak kesakitan
“sayang... kira kira dong, ini hidung kalau lepas bagaimana, kamu main tarik aja” ucap ramma lagi
“ha ha ha ha ha ha ihhhhh aku gemes banget sama muka kamu sayang.... ihhhhh” jawab vita sambil kesenengan mencubit pipi kanan dan kiri ramma
“sayang..... pipi ku....” ucap ramma yang pipi nya sudah di tarik ke kanan dan kekiri sama vita
__ADS_1
“he he he he jangan marah dong, katanya kamu mau ngikutin apa aja kemauan aku ha ha ha ha ha” jawab vita sambil kesenengan menggoda ramma
(untung dia istri gue, kalau bukan sudah gue......) suara hati ramma, tapi dia tidak mau melanjutkan ucapannya
“sayang aku manggil kamu ke sini itu karena ada yang ingin aku omongin ke kamu, ini malah kamu ngerjain aku habis-habisan” ucap ramma sambil menahan rasa kesal pada vita
“he he he he iya... kamu mau ngomong apa sih.... tapi tadi itu beneran aku lagi ngidam ingin ngegodain kamu sayang, dan kayaknya calon anak kita ini ada kemiripan deh sama kakak nya suka banget ngegodain kamu” ucap vita sambil tertawa
(Ya Allah, baru di dalam perut saja sudah bisa jail seperti itu, bagaimana nanti kalau dia sudah keluar yah.... aku tidak akan pernah bisa membayangkannya) ucap ramma dalam hati
“sayang aku mau ngomong serius yah sama kamu, sayang sebenarnya aku itu punya adik perempuan” ucap ramma pada vita
“hahhh adik perempuan, kenapa kamu tidak pernah bilang sama aku sih dari dulu. Trus kenapa dia tidak datang waktu acara pernikahan kita dulu, dan kenapa rendy tidak pernah membahas tante dia itu” tanya vita dengan sedikit terkejut
“iya, karena dia melarang aku untuk bilang sama kamu, katanya kalau waktunya tiba, dia akan datang menemui kamu sendiri. Dia ingin melihat bagaimana respon kamu saat bertemu dengan orang yang tidak kamu kenal di jalan atau di manapun itu, trus waktu kita menikah itu aku sudah paksa dia untuk datang, tapi dia tidak mau katanya dia masih betah tinggal luar negeri. Dan kalau rendy tidak pernah membahas dia, mungkin rendy sudah lupa sama tantenya itu, karena mereka berpisah saat rendy masih umur dua tahun” penjelasan ramma
“trus namanya siapa sayang, dan kapan dia akan datang ke indonesia?” tanya vita
“kalau maslah itu aku tidak bisa menjawab, dia melarang aku untuk ngasih tau siapa namanya karena dia ingin sekali untuk berkenalan dengan kamu sendiri. Dan kalau kapan dia balik aku juga tidak tau kapan, ini aku dan satria masih berusaha keras buat membujuk dia untuk cepat pulang” jawab ramma
“ohhh gitu, yah sudah tidak apa-apa, biar nanti waktu yang mempertemukan kita” ucap vita dengan makan mangga muda yang dia bawa
“kamu tidak kecewakan sama aku karena aku tidak bisa ngasih tau kamu. Karena memang dia sendiri yang minta untuk di rahasiakan” ucap ramma
“tidak sayang aku tidak marah kok, Aaaaaak” ucap vita sambil nyuapin mangga muda ke ramma
“hemmm sayang ini asem banget” ucap ramma sambil nyengir
__ADS_1
“ehhhh tidak boleh di lepehin, itu makanan, kunyah terus dan telan” ucap vita sambil menahan senyum karena melihat muka ramma yang menahan rasa asam di mulutnya
Setelah ngobrol sama ramma, vita memilih untuk keluar dari ruangan ramma, karena dia ingin nonton TV di ruang keluarga, dan dia juga ingin menghabiskan mangga muda kesukaan dia.