Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 201


__ADS_3

setelah beberapa saat mereka semua sudah selesai mandi dan kini tinggal menunggu sarapan yang akan di berikan sama para senior untuk semua mahasiswa baru.


"din bagaimana keadaan kamu, apa kamu sudah sehat" tanya teman adinda


"Alhamdulillah aku sudah sehat, tidak apa apa kok, kemarin sudah di kasih obat sama kak reno" jawab adinda


"wwahh enak yah din, kamu bisa berduan sama kak reno yang tampan itu, aku jadi iri sama kamu, apa lagi waktu kamu pingsan. berarti kak reno gendong kamu sudah dua kali din" ucap tenam adinda


"he he he he tapi kan aku tidak tahu, aku lagi pingsan, jadi aku tidak berasa apa apa waktu di gendong kak reno" jawab adinda


"iya din... rugi banget kamu, dua kali di gendong dosen tampan tapi kamu tidak tahu apa apa, seharusnya kamu itu pura pura pingsan aja biar tahu rasanya di gendong kak reno itu seperti apa" ucap teman adinda


"haduh... enggak ah... pasti sama aja rasanya di gendong itu, aku sudah sering di gendong orang tau ku, kakak ku dan saudara ku, dan rasanya itu yah seperti itu tidak jauh berbeda" jawab adinda


"enak yah din... kamu punya saudara laki laki yang mau gendong kamu, sementara aku dengan kakak laki laki ku itu tidak pernah akur, kalau ketemu pasti berantem, dimanapun itu, dia tidak pernah baik sama aku" ucap teman adinda


"iya aku juga bersyukur banget karena kakak ku bisa memperlakukan aku seperti tuan putri di rumah, aku selalu di manja, di turutin kemauan aku dan selalu di utamakan" jawab adinda


"iya din... aku jadi penasaran sama kakak kamu, apa kamu punya foto kakak mu din, kita mau lihat dong" ucap teman dinda


"iya din... kita mau lihat dong kakak kamu" ucap semua teman kamar adinda


(haduh.... bagaimana ini, apa aku harus kasih tahu foto kak rendy, mereka tahu tidak yah kalau kak rendy adalah salah satu putra dirgantara yang sangat sukses, kalau mereka ngenalin kakak bagaimana yah) suara hati adinda


"ayo din... lihat dong foto kakak mu, jangan pelit" ucap salah satu teman adinda


"iya iya... tapi aku tidak punya banyak foto kakak, soalnya dia paling tidak suka kalau di foto, foto ini aku ambil diam diam saat dia baru bangun tidur" jawab adinda


"iya iya mana lihat"


"bentar aku carikan" jawab adinda


"hahh ini fotonya" ucap adinda dambil ngasih tunjuk foto rendy yang baru bangun tidur

__ADS_1




"ha ha ha ha ha lucu banget sih din kakak mu, din kalian itu keluarga yang good looking yah.. kamu cantik kakak kamu tampan, haduh... aku ingin jadi calon kakak ipar kamu din" ucap teman adinda


"ha ha ha ha ha tapi sayangnya kakak sudah akan menikah, dengan taman masa kecilnya, kakak ku sangat mencintai dia, bahkan kakak rela mencari dia bertahun tahun dan akhirnya sekarang ketemu" jawab adinda


"ohhh iya.... wahh kakak kamu setia banget yah din, kenapa aku terlambat sih buat ketemu kamu dan kakak kamu he he he" ucap teman adinda


"ha ha ha ha kalian bisa aja, kalian mau lihat tidak calon istri kakak ku, dia juga cantik loh, dan cocok sama kakak ku" ucap adinda


"mana mana coba lihat... " jawab teman adinda


"bentar aku carikan dulu fotonya" ucap adinda sambil mencari foro indah



"wah iya iya... cantik banget, imut lagi... wah kalau saingan ku seperti ini, yah aku mundur aja kalau begitu, tidak berani, aku cukup tahu diri" jawab salah seorang teman adinda


"iya ternyata kakak kamu seleranya bagus banget yah" ucap teman adida


(iya dong, dan itu sama seperti aku, aku juga memiliki selera yang bagus, maka dari itu aku ingin kak reni bisa menjadi calon menantu buat mami ku he he he he) suara hati adinda


mereka semua bercerita panjang lebar mengenai keluarga mereka masing masing, agar mereka bisa dekat satu sama lain.


*******


"ayo semuanya kumpul ke bawah, waktunya sarapan pagi" pengumuman dari senior lewat spiker yang ada di setiap kelas


"saya kasih kalian waktu 5 menit untuk berkumpul di lantai bawah. di mulai dari sekarang, yang telat akan ada hukuman buat kalian semua" suara dari senior


semua anak yang sudah siap akhirnya turun dari lantai atas, yang belum siap mereka memiliki waktu 5 menit untuk bisa segera turun ke tempat makan.

__ADS_1


"ayo kita segera turun sebelum mereka ngomel ngomel sama kita" ucap teman adinda


"iya bener... ayo kita turun sekarang " jawab adinda


"din... kamu jangan lari cepat cepat yah... ingat kamu belum begitu sembuh , jadi hati hati, kita akan temani kamu jalan pelan pelan, yah nanti kalau kita di hukum yah tidak apa apa kita di hukum bareng bareng" ucap teman adinda


"iya din... kita susah senang bareng bareng, jadi kalau kamu di hukum, kita juga akan ikut di hukum juga" ucap teman adinda


"terima kasih yah teman teman, kalian sudah baik sama aku, aku tidak akan pernah lupakan kaliam, kita terus berteman yah... jangan cuma di sini saja, walaupun nanti kita waktu kuliah beda kelas, tapi kita tetap menjadi teman yah" jawab adinda


"iya... kita janji.... kita akan menjadi teman " jawab teman adinda


mereka bersama sama berjalan pelan untuk menuruni anak tangga, karena mereka tidak mau meninggalkan adinda yang masih sakit, sehingga mereka menjadi kelompok terakhir yang yiba di lantai bawah, tapi belum terlambat.


"kalian itu siput atau bagaiman? lelet banget jadi orang" ucap salah seorang senior


"maaf kak... walaupun kita lelet, tapi apa kita terlambat untuk datang ke sini " jawab adinda


"yah belum tapi tinggal 2 detik lagi kalian akan terlambat " ucap senior yang ingin menyalahkan kelompok adinda


"sekarang saya tanya, kita terlambat atau tidak" tanya adinda


"tapi kan.... " ucap senior yang belum selesai namun sudah di potong sama adinda


"terlambat atau tidak, dan jawapannya itu simpel ya atau tidak, jangan banyak alasan. YA ATAU TIDAK " jawab adinda dengan lebih tegas


"tidak" jawab senior


"yah sudah, simpel kan jangan di buat rumit" ucap adinda dan mereka langsung duduk di bangku mereka


*****


"siapa sih dia, berani banget ngelawan loe kaya tadi, belum tahu aja dia kalau loe itu calon pacar dari pemilik kampus yaitu kak reno" bisik salah seorang senior ke senior yang berdebat dengan adinda

__ADS_1


__ADS_2