
Vita dan ramma langsung masuk ke dalam rumah, untuk menyiapkan koper mereka. Ramma menyiapkan berkas yang akan mereka bawa besok, sedangkan vita sedang sibuk memilih baju untuk mereka dan juga perlengkapan lain seperti obat-obatan yang tidak boleh terlewatkan, bahkan yang di rasa tidak penting bagi vita it sangat penting karena lebih baik sedia payung sebelum hujan.
Setelah selesai semuanya, vita dan ramma langsung mencari keberadaan rendy, ratih dan willy untuk berpamitan.
Rendy sendiri sebenarnya sudah tahu kalau orang tua mereka akan pergi selama 1 minggu, tapi yang susah kini adalah vita yang tidak bisa meninggalkan rendy di rumah sendirian walaupun dia tahu sudah ada ratih dan willy yang akan menjaga rendy dengan sangat aman.
“Rendy” ucap vita sambil memeluk erat tubuh putranya itu
“ihh mami kenapa sih, papi jahatin mami lagi” ucap rendy saat tbubuhnya di peluk vita
“enggak sayang, mami hanya mau peluk rendy kok” ucap vita sambil memeuk dan mencium rendy
“lohh-lohh emang papi kamu pernah jahatin mami kamu ren” tanya ratih kepada rendy
“pelnah nek, waktu itu di kamal papi naik ke atas tubuh mami, kan kasian nek mami jadi tidak bisa belnafas gala-gala papi” ucap rendy dengan nada polosnya. Sementara vita dan ramma sedang mengingat kejadian waktu itu
“kok rendy bisa tahu sih sayang” ucap ratih yang penasaran
“jadi waktu itu papi sama mami belisik di kamar jadi lendy masuk ke kamal papi, tlus lendy lihat papi naik ke atas tubuh mami jadi lendy malahin papi kan kasian maminya” ucap rendy dengan nada polosnya dan sedang asik bermain mobil-mobilannya.
Sontak ratih dan willy langsung tertawa bahagia banget, sedangkan ramma dan vita hanya bisa menahan malu yang luar biasa.
“mangkanya vita dan ramma kalau sedang beraksi itu tutup pintu dan pastikan sudah di kunci, biar nih bocah satu tidak tahu rahasia ranjang kalian ha ha ha ha” ucap ratih sambil terus tertawa
__ADS_1
“mama puas banget ketawanya, vita sekarang malu banget maaa...” ucap vita sambil menunduk menyembunyikan wajahnya
“ram, perjalanan bisnis kamu besok kurang lebih satu minggu kan, kamu sudah beli obat kuat tidak, kan lumayan di sana tidak ada yang ganggu” ucap willy sambil menahan tawanya
“papa... papa jangan kasih ide yang enggak-enggak dong buat ramma, sayang kamu jangan dengerin omongan papa yah pliss aku mohon” ucap vita sambil membulatkan matanya ke arah ramma
(sayang pliss... kasihanni aku, kamu jangan membawa obat yang enggak-enggak, aku tahu tanpa obat pun kamu bisa membuatku tidak tidur malam) suara hati vita
“iya pa, ramma lupa untuk membeli obat itu. Papa punya simpanan obat itu tidak pa” ucap ramma ke willy sambil senyum-senyum tidak jelas
“sayang kamu jangan macam-macam yah, kalau kamu pakai obat yang enggak-enggak aku pastikan setiap malam kamu akan tidur bersama kak satria dan kak bram, dan aku akn tidur bersama alin dan ayu” ancaman vita sambil membisikan di telinga ramma
“hemmm tidak usah pa, ramma yakin tanpa obat itu ramma bisa menaklukan seorang Andrani Vita Melinda” ucap ramma ke willy sambil senyum yang di paksakan, sementara vita bisa tertawa lega sekarang
“ha ha ha ha oke-oke papa percaya sama kamu, jadi kalau bisa kalian pulang nanti bawa adik untuk rendy yahh” ucap willy dan ratih juga masih tidak menahan dirinya untuk tidak tertawa sedangkan rendy hanya asik bermain dengan mobilnya karena dia tidak mengerti sama yang di ucapkan orang-orang dewasa itu
“rendy, nanti malam papi sama mami tidak bisa pulang yah, karena mami akan berangkat hari ini, rendy baik-baik yah sama kakek dan nenek” ucap vita sambil memegang wajah rendy
“tapi nanti kalau pulang, bawakan oleh-oleh yah mi buat lendy” ucap rendy
“iya sayang, pasti nanti mami papi bawakan yah... tapi rendy harus ingat jangan buat susah kakek nenek yah, kan kasihan kakek neneknya nanti” ucap vita sambil memeluk tubuh rendy
“iya mami.... lendy kan sekalang sudah jadi anak baik, kalenakan lendy mau jadi kakak, jadi lendy halus mandili sepelti yang mami bilang” ucap rendy sambil memeluk tubuh vita balik
__ADS_1
“rendy sini peluk papi nak” ucap ramma sambil membuka tangannya untuk memeluk rendy
“rendy ingat-ingat omongan mami tadi yah, jangan nakal dan jangan ngerepotin kakek dan nenek. Kalau rendy baik nanti pulang pasti api bawakan oleh-oleh uat rendy” ucap ramma sambil memeluk tubuh rendy
“iya papi bawel.. lendy tidak nakal, tapi nanti kalau lendy pingin ngejailin teman lendy di sekolah boleh kan pi?” ucap rendy sambil melihat wajah ramma
“ngejailin bagaimana maksudnya, papi tidak ngerti” ucap ramma sambil memasang wajah bingungnya
“iya, jadi di sekolah lendy itu ada anak pelempuan namanya cindy dia cengeng papi suka nangis, masa lendy ambil pencilnya saja sudah nangis, kan lendy Cuma belcanda lendy tidak benelan mau ambil pencil cindy, ehh cindy nya langsung nangis yah sudah lendy kembalikan saja pencilnya lendy tidak mau di jewel sama bu gulu gala-gala cindy” ucap rendy mencoba menjelaskan
Mendengar omongan rendy yang polos itu membuat semua keluarga jadi tertawa, karena memang secara tidak langsung rendy suka membuat teman-temannya nangis gara-gara kelakuan jail rendy, jangankan sama teman seumurannya saja, sama orang yang lebih tua saja rendy berani ngejailin mereka. Tapi rendy selalu tau caranya minta maaf agar tidak di marahin tapi namanya juga anak kecil setelah minta maaf masih juga di ulangi lagi dan lagi.
“yah sudah mami sama papi berangkat yah sayang” ucap vita ke rendy
“iya mami, mami sama papi hati-hati yah di sana” ucap rendy sambil mencium punggung tangan vita dan ramma
“ma, pa kita berangkat sekarang yah, titip rendy” ucap ramma ke ratih dan willy
“iya tenang saja, jangan mikirin yang di sini. Masih ada mama dan papa semuanya akan beres semua” ucap ratih sambil mencium ramma dan vita
“ramma ingat omongan papa yah” ucap willy sambil memukul lengan ramma
“papa... jangan komporin ramma dong.. tolong kasihanni vita hemm” ucap vita sambil menggigit bibir bawahnya
__ADS_1
“Assalammualaikum” “waaliaikum sallam” ucap ramma dan vita lalu di jawab ratih, willy dan rendy
Setelah selesai pamitan dengan semua orang, kini vita dan ramma langsung kembali ke kantor untuk kumpul lagi dengan teman-temannya.