Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 162


__ADS_3

setelah sekian lama jantung adinda berdegup tidak karuan, akhirnya kini bus itu sampai di halte depan kampus nya. dan saat itu dia bersiap siap untuk segera turun dari dalam bus agar bisa menghindar dari laki laki tampan di sebelahnya.


tapi tidak di duga duga ternyata laki laki itu juga turun dari dalam bus, dan membuat adinda jadi bengong sebentar. karena benar saja laki laki itu juga mengarah ke kampus yang sama dengan dia.


"mbak... mau turun atau tidak, kita mau jalan lagi nie" ucap kondektur bus


"ehhh iya pak, saya turun di sini" jawab adinda dan dia langsung saja keluar dari dalam bus


(haduh... bagaimana ini, ternyata kakak itu juga kuliah di kampus ini, ehmmm tapi tidak apa apa lah, tidak usah malu dan grogi lagian kampus ini memiliki banyak sekali fakultas pasti aku dan dia beda fakultas, kalau sampai kita ketemu lagi dan ternyata sama fakultas nya fiks kakak itu jodoh aku... he he he he he) suara hati adinda, dan dia langsung menuju ke fakultas kedokteran




adinda berpenampilan sederhana dan tidak menunjukan kesan kemewahan yang selama ini melekat di tubuh dia. dengan berpenampilan seperti itu saja adinda sudah bisa memalingkan mata semua orang agar memandang dia.


(haduh... aku harus masuk ke mana yah... yah sudah tanya saja sama kakak kakak yang ada di sini, tapi siapa yang bisa aku tanyain yah.... ohh itu saja, kakak yang sedang bermain ponsel itu saja deh) suara hati adinda, adinda langsung bertanya sama laki laki yang sedang duduk di soffa yang ada di loby fakultas


"permisi kak... aku mau tanya, ruang tes untuk calon mahasiswa baru di mana yah" ucap adinda sambil melihat ke kanan dan ke kiri untuk melihat ruangan ruangan yang ada di fakultas tersebut


"kamu naik saja ke lantai tiga, nanti di sana akan ada petunjuk jalannya" ucap laki laki itu


"baik kak... ter..... imakasih " ucap adinda yang sedikit terkejut saat melihat orang yang dia ajak berbicara itu



"kamu" ucap adinda sambil membulatkan matanya

__ADS_1


(Ya Allah.... fiks dia jodoh ku, mi.... pi... tolongin adinda jantung adinda berdegup kencang. jadi dia senior ku di sini, haduhh bagaimana ini bisa senam jantung aku setiap hari) suara hati adinda


"masih ada lagi yang perlu di tanyakan" ucap laki laki itu


"ohhh tidak.... terima kasih kak, saya ke atas dulu" ucap adinda dan dia langsung naik ke lantai 3 dengan menggunakan lift yang ada di fakultas tersebut


"ehhh tunggu... kamu calon mahasiswa baru kan" ucap salah seorang senior di kampus itu


"iya kak" jawab adinda


"khusus calon anak baru, di larang menggunakan fasilitas lift, sebelum bener bener menjadi mahasiswa di sini, jadi kamu ke ruangan tes harus naik tangga jangan malas" ucap senior perempuan itu


"ohhh begitu, iya kak... terima kasih atas infonya" jawab adinda


adinda langsung naik tangga yang ada di loby untuk menuju lantai 3. karena dia tidak mau telat untuk masuk ke dalam kelas jadi adinda berlari agar bisa cepat sampai lantai 3


*******


Rendy sampai di kantor, walaupun dia menjadi pemilik perusahaan itu, tapi penampilan rendy terkesan lebih santai, rendy jarang sekali ke kantor dengan menggunakan kemeja, dasi dan juga jas sebagai pelengkap. rendy memiliki gaya sendiri saat berangkat ke kantor maupun saat melakukan meeting dengan rekan bisnisnya.



"bagaimana... apa kamu sudah mempersiapkan CV para calon srketaris saya" ucap rendy pada karyawan nya yang sedang membantu rendy untuk mencari calon seketaris untuk dia


"sudah pak... ini semua CV yang sudah saya kumpulkan, silahkan bapak cek dan bapak bisa tentukan sendiri siapa yang cocok untuk menjadi seketaris bapak" jawab karyawan itu


"iya baik, terima kasih sudah membantu saya, sekarang kamu bisa kembali ke ruangan kamu. ohh yah, di waktu dekat ini akan ada 2 saudara saya yang akan berkerja di kantor ini, jadi tolong kamu bilang sama OB untuk membersihkan ruangan di sebelah ruangan saya yah" ucap rendy sambil melihat lihat data CV

__ADS_1


"iya pak... saya akan bilang sekarang, saya pamit keluar " ucap karyawan itu


"iya silahkan" jawab rendy


rendy langsung melihat dan membaca semua CV yang ada di depan dia sekarang. dari sebegitu banyaknya CV rendy hanya tertarik dengan satu CV yang bernama Cindy Indah Anggiasari


"Cindy Indah Anggiasari, kenapa nama ini begitu familiar yah, apa ini cindy teman kecilku dulu. tapi kenapa di CV ini nama panggilan dia Indah bukan Cindy" icap rendy


"Cindy... kamu di mana sebenarnya, aku sudah lama mencari kamu tapi tidak kunjung ketemu juga, bahkan aku juga sudah menyuruh orang, tapi hasilnya masih tetap sama. kamu dimana sebenarnya Cin, apa kamu masih ingat dengan aku" ucap rendy


"sepertinya indah bisa aku tes untuk menjadi seketaris ku, karena dari semua ini hanya dia yang memiliki CV yang lumayan bagus." ucap rendy


rendy langsung menghubungi pihak HRD untuk menghubungi pemilik CV yang bernama Cindy Indah Anggiasari, dan meminta dia datang besaok untuk melakukan tes wawancara dan juga interview yang akan di lakukan oleh rendy sendiri.


"cin... aku masih menyimpan gantungan kucing ini, karena aku berharap kamu bisa mengenali aku lewat gantungan ini. dan aku juga berharap, kalau kamu menyimpan dengan baik mainan yang aku buat sendiri untuk kamu" ucap rendy pada dirinya sendiri.


******


saetelah melakukan tes, adinda langsung pulang karena hari sudah sore juga, suasana di kampus masih terlihat sangat ramai, karena hari ini adalah hari terakhir pendaftaran mahasiswa baru di setiap fakultas.


"arjuna dan ariel sudah pulang belum yah, lebih baik aku datang ke fakultas nya aja, siapa tahu belum pulang, jadi aku bisa bareng pulangnya" ucap adinda


dinda langsung berjalan kaki ke fakultas IT, karena memang jaraknya tidak terlalu jauh dan masih bisa di tempuh dengan jalan kaki, setelah sampai adinda langsaung masuk ke dalam fakultas itu berharap bertemu dengan arjuna dan juga ariel.


"haduh.... dimana ariel dan Arjuna yah... kenapa di sini kebanyakan cowok semua sih... jadi agak canggung aku buat masuk lebih dalam ke fakultas ini, ahhh lebih baik aku telpon saja deh mereka" ucap adinda


adinda langsung telpon mereka, tapi tidak ada yang mengankat, sehingga adinda memilih keluar saja dari fakultas itu, karena dia dari tadi tidak nyaman jika di lihatin terus.

__ADS_1


__ADS_2