
reno yang melihat adinda kejadian adinda tadi, hanya bisa tersenyum bangga, karena adinda bisa membela dirinya sendiri dan juga teman temannya.
(bagus din... kalau kamu tidak merasa bersalah, lawan aja jangan pernah mau di tindas, aku akan selalu memantau kamu din dan akan selalu mendukung kamu) suara hati reno
"din kamu berani banget melawan kakak itu, dia itu terkenal sebagai senior paling cantik dan paling galak di kampus ini" ucap teman adinda dengan bisik bisik
"aku tidak peduli siapa dia, yang aku tahu, aku tidak salah yah jadi aku tidak mau di salahkan, karena itu ajaran dari orang tua ku" jawab adinda
"iya benar kamu din, lagian kamu lebih cantik dari pada dia, mangkanya dia tidak terima" ucap teman adinda
"ha ha ha ha mungkin aja, dia syirik sama aku, karena dia tidak bisa seperti aku" jawab adinda
"yah sudah lebih baik kita makan sekarang, jangan ngomongin dia terus." ucap teman adinda
mereka langsung menggabiskan makanan yang sudah di siap kan untuk mereka di piring, setelah itu tidak ada kegiatan apa apa, karena kegiatan sudah di lakukan tadi malam jadi pagi hari tidak ada kegiatan.
adinda dan kelompoknya memilih untuk berkumpul di taman belakang fakultas, mereka ingin ngobrol santai bersama, sekalian mereka ingin saling mengenal satu sama lain.
saat adinda dan teman temannya ngobrol bersama tiba tiba ada dua orang senior yang tadi berdebat dengan adinda, datang dengan marah marah, karena dia belum terima dengan perlakuan adinda yang seperti tadi.
Brakkk (suara meja di gebrak dengan keras) seketika adinda dan temannya tersentak kaget
__ADS_1
"apa apa an sih kak... bisa dopan dikit tidak" ucap adinda sambil berdiri
"apa sopan... loe yang harus sopan sama kita, seharusnya loe itu nurut dengan semua omongan kita, jangan melawan, loe itu belum tahu siapa gue kan, jadi jangan macam macam" ucap senior itu sambil nunjuk muka adinda
"haaahh emang penting tahu siapa kamu, maaf kamu bukan level saya, jadi lebih baik kamu jauh jauh dari saya dan teman teman saya" jawab adinda dengan menunjukan tampang songong nya
"benar benar kurang ajar loe yah... lihat aja loe... ini adalah awal perjalanan loe untuk kuliah di kampus neraka ini, karena loe sudah berani cari masalah sama gue," ucap senior itu
"wahhh ngancam... kita lihat aja, siapa yang akan tersingkir dari kampus ini, kamu atau aku... jangan di pikir aku takut dengan semuan ancaman kamu ini, karena ancaman ini tidak berarti apa apa sama aku. dan kamu sendiri belum tahu siapa aku kan, jadi jangan macam macam sama aku" jawab adinda dengan menunjukan senyum devilnya
"ehhh anak baru, loe itu bener bener berani yah nantangin sih Angel, jangan pernah salahkan kita kalau kehidupan loe dengan keluarga loe berantakan gara gara masalah ini" ucap teman saenior yang bernama Angel
"perlu loe tahu yah... gue adalah calon pacar dari kak Reno anak dari pemilik kampus ini dan dia akan mewarisi kampus ini, dan bokap gue bekerja di perusahaan Dirgantara dan dia pemegang saham terbesar di sana, " ucap senior yang bernama Angel dengan penuh kesombongan
"wahhh pemegang saham terbesar di perusahaan Dirgantara? berarti papa kamu bisa di bilang pemilik dari perusahaan itu dong, dan berarti kekayaan keluarga kamu jauh lebih banyak di banding kekayaan keluarga dirgantara? weahhh keren, hemm tapi kenapa kenapa keluarga kamu tidak terkenal yah, masih lebih terkenal keluarga dirgantara " tanya adinda sambil menahan tawanya
"yahh... itu.. karena... keluarga ku tidak ingin terkenal saja, mangkanya kita diam diam dan selalu bersembunyi dari wartawan" ucap angel dengan nada cemas
"ohhh oke... emang di sana papa kamu bekerja sebagai apa, manager, C I O, GM, Directur atau karyawan biasa" tanya adinda
"kenapa loe tanya tanya, iri loe sama gue, percuma loe tanya, loe tidak akan tahu perusahaan Dirgantara itu seperti apa dan di mana, karena loe itu orang udik, kampungan, yang lebih pantas di tindas" jawab angel
__ADS_1
"yahh okelah terserah he he he he aku juga tidak kepo seperti kamu, yah sudah kalau begitu terima kasih atas infonya, kita lihat saja nanti siapa yang akan nangis dan bersujud minta maaf duluan" jawab adinda
"ayo teman teman kita ke kamar aja yok, kita ngadem, di sini panas banget... hati hati kulit cantik kalian kebakar " ucap adinda pada teman temannya
adinda langsung berjalan untuk meninggalkan angel dan temannya di taman, karena dia ingin berpindah tempat ke kamar tidur saja buat ngobrol nya jauh lebiha aman.
(ha ha ha ah ini paasti kalau aku cerita sama kak rendy, arjuna dan ariel mereka pasti akan tertawa, mendengar ini. dia menyombongkan kekayaan pada orang yang salah, kenapa dia begitu bod*h sekali bisa mengatakan hal seperti itu, padahal sudah jelas perusahaan dirgantara masih di bawa kepemimpinan papi, jadi kepo siapa orang tua dia yah yang katanya kerja di perusahaan dirgantara. jadi ingin berkunjung di perusahaan dirgantara kalau seperti ini) suara hati adinda, dia menahan tawanya saat mengingat kejadian tadi.
"din kenapa kamu senyum senyum seperti itu, apa ada yang lucu" tanya teman adinda
"hahh tidak... tidak apa apa hanya lucu aja mendengar omongan dia itu" jawab adinda
"din... kamu aneh banget, kamu tadi itu di ancam loh... tapi kenapa masih bisa tersenyum seperti itu, seperti tidak pernah terjadi apa apa" tanya temannya
"yahh terus aku harus bagaimana? nangis gitu... atau apa, lagian lucu banget dia itu, kok bisa yah ada orang yang sombong seperti itu, pakai ngebandingin sama keluarga dirgantara lagi, setahu ku keluarga dirgantara itu tidak pernah sombong apa lagi pamer kekayaan, tapi kenapa dia bisa sesombong itu" ucap adinda
"din... jangan jangan... dia itu putri dari keluarga Dirgantara yang selama ini tidak ingin di ketahui jati diri nya, iya jangan jangan itu dia orangnya, tapi kenapa sombong sekali yah" ucap teman adinda
"iya setahu ku, keluarga dirgantara itu memiliki seorang putri yang sangat cantik, dan dia tidak pernah mau jati dirinya di ketahui banyak orang, mangkanya dia aselalu bersembunyi kalau ada wartawan yang mencari dia, dan keluaynya sendiri juga selalu menutup nutupi wajah putri mereka" ucap teman adinda
"sudahlah... itu tidak penting, lebih baik sekarang kita ke kamar, kita main aja di sana, jangan menduga duga hal yang tidak tidak" jawab adinda, dan merrka semua menuju kamar mereka.
__ADS_1