
Bram dan ayu sedang dalam perjalanan menuju perusahaan flowrist, untuk menemui flowrist-flowrist yang katanya hebat, bram datang sendiri untuk melihat dan ngecek langsung bagaimana cara kerja mereka, agar bram bisa langsung mengajaknya kerja sama dalam pembangunan proyek tempat syuting yang bertemakan hutan yang sudah mereka sepakati.
“pak ini kita kira-kira membutuhkan tenaga kurang lebih 200 orang flowrist agar tempat itu bisa terselesaikan dengan tepat waktu” ucap ayu sambil membaca berkas yang ada di tangannya
“kalau begitu setidaknya kita harus mencari cadangan nya kira-kira 50 sampai 80 orang, untuk mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi” ucap bram yang dengan sesekali melirik ke arah ayu
“kok banyak sekali pak cadangannya, apa itu tidak merugikan perusahaan karena harus menggaji orang-orang yang siap untuk di jadikan cadangan” tanya ayu lagi,
“yah tidak yu, karena itu semua sudah dalam anggaran kita, yang jadi cadangan akan mendapatkan gaji Cuma 50 % dari 100%, jadi tidak merugikan perusahaan ataupun orang lain” ucap bram yang mencoba menjelaskan
“ohhh gitu iya pak ayu faham sekarang” ucap ayu sambil manggut-manggut tanda faham
“yu, kamu ada yang ingin di tanyakan lagi tidak ke saya” ucap bram yang mulai memancing ayu
“hemmmm tidak pak, emangnya bapak berharap ayu tanya apa ke bapak?”tanya ayu sambil memandang satria, dan satria sekilas melirik ke arah mata ayu
(tidak salah lagi, pandangan itu aku tidak pernah lupa. Walaupun aku tidak tau wajah kamu dulu tapi aku sangat hafal dengan pandangan itu) suara hati bram
“pak bram... awasss” ucap ayu sambil menunjuk ke depan jalan, dan sontak bram tersadar dan langsung menginjak rem mobilnya
Citttttttt(suara rem mobil di injak)
“ya ampun pak bram, hati-hati dong jangan ngelamun fokus sama jalan, sedang mikirin apa sih” ucap ayu sambil memegang dadanya yang terkejut
“mikirin kamu yu, ehhh maksud saya mikirin omongan kamu tadi” ucap bram sambil mencoba mengalihkan pembicaraan
“ohhh kirain, mikirin ayu beneran pak. Kalau bapak mikirin ayu juga tidak apa-apa loh pak, ayu seneng kalau ada yang mikirin ayu” ucap ayu sambil tertawa
“yah sudah pak, sebentar yah pak ayu mau menyingkirkan batu itu ke pinggir dulu, dari pada nanti ada orang celaka karena batu ini kan kasian” ucap ayu lagi sambil langsung keluar dari dalam mobil
(yu, aku janji.... setelah selesai masalah ini aku akan mengutarakan semuanya sama kamu) ucap bram dalam hati dan sedang melihat ke arah ayu yang ada di luar mobilnya
“pak.... pak.... pak bram!!! Teriak ayu pada bram yang lagi-lagi sedang melamun
“ehh iya yu.. kenapa” ucap bram yang kembali sadar
__ADS_1
“bapak yang kenapa? Dari tadi melamun saja. Ada masalah apa sih pak, cerita saja sama ayu pak, ayu mau kok mendengarkan semua cerita bapak” ucap alin sambil menepuk lengan bram dan sambil menatap mata bram
“tidak apa-apa yu, santai saja. Kita lanjutkan perjalanan aja yahh” ucap bram sambil memegang pundak ayu
Setelah berkendara kurang lebih 1 jam mereka telah sampai ke tempat tujuan, yaitu sebuah perusahaan dimana mereka menyediakan jasa flowrist yang bisa di bilang mereka berpengalaman dalam bidangnya, bram dan ayu langsung masuk ke dalam perusahaan untuk menemui manager atau direktur perusahaan itu.
“permisi, saya bram apa nona aiko ada di tempat” ucap bram pada resepsionis dengan bahasa jepang
“ohh iya, tuan bram. Nano sudah menunggu bapak di ruangannya, mari saya antar” ucap resesionis dengan ramma.
Tapi jujur ayu hanya bisa diam mencoba memahami semua ucapan mereka tapi sayangnya dia tetap tidak faham.
Perusahaan ini hanya memiliki 3 lantai saja, berbeda dengan perusahaan mereka yang memiliki lantai 20. Mereka di antar ke lantai 3 dan itu adalah ruangan nona aiko yang ingin mereka temui, setelah pintu di ketuk, dan mereka di persilahkan untuk masuk.
“tuan bram” ucap nona aiko yang langsung menjabat tangan bram, tapi yang membuat ayu terkejut tiba-tiba aiko mencium pipi kanan kiri bram
(hahhh kenapa tuh prempuan main nyosor aja sihh... pak bram juga, kenapa tidak menghindar atau menolak aja gitu... ngeselin banget sih mereka) suara hati ayu, dan kini wajah ayu menunjukan kalau dia tidak senang dengan perlakuan mereka
(kok aku di anggurin yah, pak bram juga tidak ngenalin aku lagi) ucap ayu dalam hati
“hemm iya maaf, nama saya aiko, saya pemilik perusahaan ini” ucap aiko dengan menggunakan bahasa inggris sambil tersenyum palsu ke arah ayu
“tuan bram ingin minum apa, biar saya pesankan ke seketaris saya” ucap aiko dengan menggunakan bahasa jepang
“ohh saya, tea saja yah, kamu mau minum apa yu” ucap bram sambi berbahasa inggris
“ayukan tadi tidak di tawarin minum, kenapa jadi bapak yang nawarin ayu. Tenang pak ayu bisa beli sendiri kok tidak perlu di tawarin” ucap ayu dengan bahasa inggris, yang sengaja biar aiko mengerti maksudnya
“yu, kamu kenapa sih, jangan bertingkah di sini, jangan buat saya malu yah yu” ucap satria sambil berbisik-bisik
“ohh ayu bikin bapak malu yah, maaf yah pak. Tidak bermaksud kok ayu ngebuat bapak malu, beneran deh” ucap ayu dengan mata yang berkaca-kaca
“yu.. jangan kaya anak kecil, bukan gitu maksud saya...” ucap bram yang belum selesai langsung di potog sama ayu
“Ayu panas di dieu pak, hayu atuh urang indit heula yah, punten upami ayu ngaganggu waktu bapak, ayu memang siga budak leutik" ucap ayu dengan bahasa sundanya biar aiko tidak mengerti apa yang di bicarakan mereka, ayu langsung keluar dengan mata yang berkaca-kaca dan tatapan tidak suka.
__ADS_1
Ayu pergi keluar sendiri meninggalakan ruangan itu, dan kini ayu berada di depan perusahaan sedang duduk termenung. Dan ayu langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi vita dan alin lewat video call
Drettt...Drett...(ponsel alin dan vita bergetar) mereka langsung mengagkat panggilan video ayu
Vita : iya yu kenapa?
Alin : kamu habis nangis yu
Vita : yu kamu kenapa ? kamu dimna sekarang
Ayu : hati aku sakit banget vit lin (ucap ayu sambil menangis)
Alin : kamu cerita sama kita yu, jangan di pendem gitu
Ayu : aku butuh kalian untuk peluk aku sekarang, (ucap ayu dengan air mata yang sudah tidak bisa di bendung lagi)
Vita : kamu cerita sekarang yu, jangan begitu kamu buat kita takut sekarang
Ayu : aku benci banget sama pak bram lin, vit. Dia bisa-bisanya nyium perempuan lain di depan aku, bahkan dia tidak memikirkan perasaan aku sama sekali
Alin : hahhh memang pak bram mencium siapa
Vita : iya, siapa yang di cium pak bram
Ayu : bram nyium rekan bisnisnya di sini, namanya aiko dia pemilik perusahaan yang ada di belakang aku sekarang. Bahkan jelas-jelas tatapan aiko ke pak bram itu tatapan suka, dia juga selalu tebar pesona di depan pak bram, dengan baju dia yang super mini, perhatian dia ke pak bram bahkan dia tidak menganggap aku ada di ruangan itu, dan yang lebih sakit hati pak bram malah marahin aku dan katanya aku ngebuat malu dia, parah bangt kan. Kalau memang pak bram tidak suka sama aku, lebih baik jujur bilang langsung ke akunya gak papa, jangan sakitin aku kaya gini
Alin : tapi yu, pak bram kan tidak tau perasaan kamu bagaiman ke dia?
Vita : iya yu, pak bram belum tau itu semua
Ayu : tidak, mereka tau semuanya, aku bisa jamin mereka tau... karena waktu kita cerita di kolam renang itu, secara tidak sengaja aku melihat mereka menguping, awanya aku kira tidak ada siapa-siapa tapi saat aku menaruh gelas minum di sampingku, aku melihat pantulan bayangan mereka di pintu kaca kolam renang ada pak bram, pak satria dan pak ramma jadi mereka tau perasaan kita ke mereka. Tapi kenapa malah dia sakitin hatiku kaya gini
Alin : apa.... jadi....
Ayu : Awwwwuuuu (teriak ayu dan tiba-tiba panggian telpon berakhir)
__ADS_1