Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 173


__ADS_3

saetelah menunggu beberapa menit akhirnya adinda tersadar dari pingsan nya, dia langsung melihat ke kanan dn kiri untuk memastikan dia sedang di mana.


"kak rendy, arjuna, ariel" panggil adinda


"adinda.... akhirnya kamu sadar juga dek, kakak khawatir sama kamu" ucap rendy sambil memegang tangan adinda


"adinda tidak apa apa kok kak, adinda cuma lapar.... adinda mau makan kak" jawab adinda sambil memasang wajah sedih dan sikap manja adinda mulai kambuh


"din... din... gue fikir loe pingsan kenapa, ehhh ternyata cuma kelaparan saja" ucap arjuna pada adinda


"ehhhh apan kamu... gue gue, elo elo, ganti ucapannya, kalau tidak aku bilangin tante maira ini, kalau anak nya sudah mulai tidak sopan sama kakaknya" ucap adinda sambil memasang wajah marah


"eehhh iya iya... maaf... kakak ku sayang" jawab arjuna


"ha ha ha ha bagusss... anak baik.... jangan nakal lagi yah... he he he he" ucap adinda sambil menepuk pundak adinda


"sudah sudah... ayo dinda kita pulang dulu, kamu harus makan. kakak tadi belikan kamu makanan, kamu langsung makan" ucap rendy pada adinda


"iya kak.... kak reno, adinda boleh ijin pulang dulu tidak, adinda masih lemas, kepala adinda juga masih sakit" ucap adinda pada reno yang sedari tadi melihat ke arahnya


"iya tidak apa apa, kamu pulang saja. tapi jangan lupa hari senin besok kamu harus ikut ospek yah, karena itu ada nilainya dan ada sertifikat nya" jawab reno


"iya kak reno... terima kasih yah... senin adinda akan ikut ospek itu" jawab adinda


"yah sudah kamu boleh pulang sekarang, saya tinggal dulu yah, karena saya harus ngontrol anak anak di atas" jawab reno dan dia langsung keluar dari ruang UKS


"kak rendy... gendong... " ucap adinda


"iya sini kakak gendong" jawab rendy


"ihhh tidak mau di depan, gendong belakang saja yah... kakak hadap belakang dulu" ucap adinda sambil memutar tubuh rendy, dan adinda langsung naik ke punggung rendy


"yeyy... terima kasih kakak.... maaf yah kalau badan adinda berat" ucap adinda


"tidak perlu minta maaf, dari dulu memang badan kamu sudah berat, baru sadar kamu sekarang " jawab rendy sambil menahan senyumnya

__ADS_1


"ihhhh..... jahat... turunin adinda sekarang.... turunin... adinda tidak mau di gendong lagi sama kakak" ucap adinda sambil memukul punggung rendy, dan dia berusaha turun


"ehhh ehh.... kakak bercanda, kalau badan kamu berat, yah mana kuat kakak gendong kamu. sudah jangan gerak gerak lagi nanti jatuh" jawab rendy sambil tersenyum


"arjuna, ariel bawakan tongkat dan tas aku yah... " ucap adinda


adinda langsung menempel di punggung rendy, karena dia sangat suka kalau di gendong seperti itu. adinda sedari kecil menang selalu meminta untuk di gendong di punggung, dari pada di depan. tapi adinda tidak pernah mau di gendong sama orang lain di punggung karena dia tidak pernah nyaman jika harus memeluk tubuh orang lain.


reno menatap adinda dari lantai atas, dan tanpa reno sadari bibirnya kini mengukir senyum manis saat melihat adinda yang sedang di gendong.


(nama yang bagus, Adinda.... tingkahnya yang lucu, ngebuat aku selalu mengigat wajah kamu) suara hati reno, dan dia senyum senyum sendiri mengingat tingkah adinda


(kenapa aku jadi memikirkan anak itu sih, dan kenapa aku selalu penasaran sama dia, sudah sudah.... jangan berfikiran terlalu jauh ren, pertemuan itu hanya adalah hal yang tidak di sengaja, sudah sudah jangan ingat adinda lagi) suara hati reno, dan reno langsung memalingkan fokusnya dengan hal hal lain.


******


"kak... kita ke kantin aja yah... kita makan di sana, kalau pulang dulu adinda tidak kuat, sudah lapar sekali" ucap adinda


"iya iya... kita ke kantin sekarang" jawab rendy


"kak... ini dari lestoran itu kan... " ucap adinda


"iya... jangan banyak bicara kalau makan, buruan habiskan, jangan cepat cepat nanti kalau tersedak bagaimana" ucap rendy sambil membersihkan mulut adinda yang belepotan


"terima kasih kakak.... " ucap adinda sambil tersenyum


"kalian beli makanan lagi aja, tadikan makan kita belum selesai. kita makan bareng aja di sini" ucap rendy ke arjuna dan ariel


"iya deh kak... kita ambil makan aja deh, din... kamu hati hati makannya, jangan cepat cepat kita mau ambil makan dulu" ucap ariel


"kakak ambil makan juga deh sana, kakak pasti masih lapar kan... ambil saja adinda tunggu di sini, sekalian adinda minta tolong belikan air meneral aja yah kak" ucap adinda pada rendy


"yah sudah kamu tunggu di sini dulu yah... kakak ambilkan buat kamu" jawab rendy


"siap kakak" jawab adinda

__ADS_1


rendy, arjuna dan ariel pergi untuk mengambil makanan di kantin tersebut. setelah itu di bawa untuk makan bersama adinda.


setelah makan mereka langsung pulang ke rumah, rendy memutuskan untuk tidak kembali ke kantor, dia menghubungi indah untuk segera mengirimkan berkas lewat Email agar rendy bisa ngecek semuanya.


adinda kali ini ingin jalan sendiri, karena dia tidak mau di lihat sebagai perempuan yang lemah dan ingin se enaknya sendiri minta di gendong.


mereka berempat berjalan bersama sama, karena adinda sudah makan dan sudah sangat kenyang, jadi kini adinda sudah kembali semangat lagi dan sudah kembali ceria lagi.


"kak... jun... riel... nanti jangan bilang sama orang rumah yah kalau aku pingsan di kampus, aku takut mami, nenek dan papi jadi khawatir sama aku" ucap adinda


"iya kakak tidak akan bilang sama mereka, tapi kamu juga harus lebih bisa menjaga diri kamu sendiri, kalau waktunya makan iti makan. jangan tunggu pingsan dulu baru mau makan" jawab rendy


"iya kak... tidak lagi lagi" jawab vita


"kalian berdua juga harus janji, jangan bilang sama orang rumah, biarkan ini menjadi rahasia kita ber empat aja" ucap adinda


"iya din aku janji, tidak akan bilang sama siapapun" jawab arjuna


"iya aku juga janji... tapi harus ada imbalan tutup mulutnya, kamu harus belikan aku ice Cream dulu yah" jawabariel sambil mengkode arjuna dan rendy


"ahhh beber itu, aku juga mau din, kamu juga harus kasih aku juga" ucap arjuna


"iya kakak juga... sekarang kita pergi ke kedai ice bagaimana, kamu harus traktir kita" ucap rendy


"ahhhh kok gitu sih.... ihhh ngeselin " ucap adinda sambil manyun


"yah sudah kalau tidak mau, aku akan telpon tante vita sekarang " ancam arjuna


"ehhh... iya iya... aku traktir kalian sekarang " jawab adinda


"yang ikhlas dong dek... kita tidak mau jadi sakit perut gara gara kamu tidak ikhlas traktir nya" ucap rendy sambil senyum tipis di bibirnya


"iya ikhlas, yah sudah ayo berangkat... " jawab adinda


mereka ber empat menuju kedai ice untuk menikmati ice Cream dan cake di siang hari, dan adinda kebagian untuk traktir semua saudaranya.

__ADS_1


__ADS_2