Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 91


__ADS_3

setelah selesai belajar, mereka langsung menunaikan sholat isya'dan setelah itu mereka makan malam bersama.


setelah makan malam bersama vita dan rendy bermain piano, ramma kembali ke meja kerjanya dan ratih dan willy sedang menonton TV di ruang keluarga.


drett... drett... dret.. (ponsel ramma bergetar)


ramma : iya kenapa bram


bram : besok kan hari sabtu, kantor libur dan kampus libur. gue mau ngajak loe dan vita pergi ke taman bermain, ada yang ingin gue bicarakan penting. gue juga sudah ngajak satria dan alin besok


ramma : hahh... emang kenapa harus di taman bermain, kenapa tidak di tempat lain aja


bram : ini penting soalnya, dan hanya bisa di bicarakan di taman bermain


ramma : yah udah terserah deh, taman bermain mana emang


bram : taman bermain yang dulu kita pernah main bersama waktu kecil


ramma : ohhh oke, jam berapa besok


bram : jam 10 loe harus sudah berangkat, jangan sampai telat. gue tunggu kalian di tempat dulu kita kumpul di taman itu


ramma : oke, besok gue sama vita akan berangkat ke sana


(panggilan berakhir)


setelah panggilan berakhir ramma melanjutkan kerjaan dia yang hampir selesai dan setelah itu dia pergi ke lantai bawah untuk menemui vita dan rendy.


"rendy besok ke sekolahnya biar mami dan papi yah yang antar rendy, biar nenek dan kakek istirahat saja di rumah" ucap ramma sambil berdiri di samping piano besar rendy


"iya papi, ohh iya besok lendy mau kenalin papi dan mami teman baru lendy di sekolah namanya cindy" ucap rendy sambil tangannya memainkan piano

__ADS_1


"cindy?... bukannya dulu rendy suka jail yah sama cindy, kenapa sekarang rendy bisa berteman sama dia" tanya vita


"cindy anak baik mami, lendy sekalangkan sudah besal, dan lendy mau punya adik. jadi lendy mau jadi anak baik yang selalu membela anak yang di jailin sama anak yang nakal"jawab rendy


"yah sudah besok rendy kenalin cindy sama mami dan papi yah. papi penasaran cindy itu cantik tidak yah mi" ucap ramma sambil melirik ke vita


"cantik dong papi, lendy sayang sama cindy kalena cindy anaknya cantik dan baik" ucap rendy sambil senyum senyum sendiri


"ha ha ha ha ha ini anak mami kenapa bisa pinter banget sih, yah sudah kalau rendy sayang sama cindy, besok rendy harus kenalin cindy ke mami dan papi yah" jawab vita


"sudah sudah, ayo kita tidur dulu. besok rendy harus sekolah jadi tidak boleh telat bangun" ucap ramma sambil langsung mengangkat tubuh rendy dan di bawahnya ke kamarnya.


****


bram memilih main ke hotel tempat maira menginap, karena dia masih belum puas setelah seharian main bersama. bram juga sudah cerita ke satria dan ramma kalau besok mereka harus datang ke taman bermain itu.


Tokkk... Tokk... tok... (pintu kamar maira di ketuk)


"siapa sih malam malam gini ketuk ketuk pintu" ucap maira


Ceklekk.... (pintu di buka)


"hai" ucap bram


"silahkan masuk kak" jawab maira


"iya terimakasih, maaf yah kakak ganggu kamu malam malam begini" ucap bram


"iya santai aja, memang ada yang tertinggal yah kak?" tanya maira


"tidak Ra, kakak hanya mau melihat kamu lagi, kakak ingin memastikan kalau ini itu beneran kamu dan kamu tidak pergi lagi dari kakak" ucap bram

__ADS_1


"kak, maira tidak akan pergi lagi dari kakak, maira akan terus di sini, dan akan terus berada di sisi kakak. jadi kakak tidak usah khawatir lagi tentang hal itu yahh" jawab maira yang langsung merebahkan kepalanya di bahu bram


"kakak juga tidak akan pernah ngijinkan kamu pergi lagi, kamu adalah segalanya buat kakak, karena kamu adik satu satunya yang kakak punya" ucap bram sambil memegang tangan maira


"oh iya kak, bagaimana besok jadi kan? " tanya maira yang langsung tidur di pangkuan bram


"Ra.... kamu kenapa kok nangis, kakak salah yah sama kamu" ucap bram yang melihat mata maira berkaca kaca


"hemmm tidak, maira hanya terharu aja kok kak, sama ucapan kakak tadi.. jawab maira dulu, bagaiman besok" ucap maira


"iya tadi kakak sudah janjian sama ramma dan satria. kakak suruh nereka untuk pergi ke taman hiburan itu, kakak juga sudah suruh mereka membawa alin dan vita kok" jawab bram


"aku tidak sabar banget kak, apa lagi melihat ekspresi vita dan alin besok saat tahu kalau aku itu adiknya kak ramma. pasti semuanya terkejut " ucap maira


"kak... maira ingin kuliah di kampus kakak dong, yahh itung itung maira akan jagain mbak vita yang lagi hamil. jadi maira akan satu kelas terus bersama mbak vita dan alin," ucap maira sambil sedikit memohon


"kalau kakak sih ijinin, tapi besok kamu bilang lagi sama ramma, biar dia yang mengatur semuanya. kakak jamin pasti dapat ijin kok, apa lagi sebentar lagi vita dan alin bakalan KKN jadi pasti dia ijinkan kamu untuk kuliah di sana" jawab bram


"tapi kakak nanti bantuin aku ngomong yah... jangan aku yang ngomong sendiri nanti malah yang ada kita adu debat" ucap maira


"iya nanti kakak bantuin kamu, apa sih yang enggak buat kamu.... ihhh adik kakak ini" jawab bram sambil nyubit pipi maira


( adik lagi, adik lagi.... kapan sih kak kamu tidak anggap aku adik kamu terus, aku tidak mau kak jadi adik kamu, aku minta lebih, bukan sekedar adik buat kamu. aku harap berjalannya waktu nanti kamu akan bisa merubah perasaan kamu itu buat aku kak, jangan sayangi aku sebagai adik kamu, tapi tolong cintai aku juga sebagai perempuan yang akan menemani sisa usia kamu nanti" suara hati maira,


"kamu kenapa melamun ra, ada yabg ganggu fikiran kamu" tanya bram


"tidak, maira ngantuk kak... kakak fi sini aja yah, temanin maira. maira nyaman sekali tidur di pangkuan kakak seperti ini" ucap maira


"iya deh, kamu tidur saja. biar besok kita berangkat bareng ke taman hiburannya, kakak akan temanin kamu malam ini, besok kan kamu pasti kembali ke rumah ramma. karena tidak mungkin mama ratih dan papa willy akan biarkan kamu tidur sendirian di hotel seperti ini" jawab bram


"terimakasih yah kak, mau menemani aku malam ini" ucap Maira sebelum tidur

__ADS_1


"iya sama sama, yah sudah tidur sana" ucap bram yang sudah menyandarkan kepalanya ke soffa


maira dan bram akhirnya tidur dengan posisi yang tidak berubah, yaitu kepala maira ada di pangkuan bram sampai pagi menjelang.


__ADS_2