
Mereka semua sudah berpencar ke semua sudut bangunan, vita dan alin juga memutuskan untuk ikut mencari ayu, karena mereka benar-benar sangat khawatir sama keadaan ayu sekarang, hati dan fikiran mereka semuanya di penuhi dengan ayu.
Bram sendiri sudah tidak memiliki kesabaran lagi, rasanya dia ingin menghajar para penghianat itu, bahkan bram sendiri tidak banyak bicara, karena dia sangat merasa bersalah karena membiarkan ayu keluar sendiri, padahal dia sudah janji sama ibu ayu di rumah kalau dia akan menjaga ayu dengan nyawanya.
“Stop, angkat tangan kalian semua, dan diam di tempat kalian kalau tidak saya akan tembak kalian” teriak seorang polisi dengan mengacungkan senjatanya
“AYUUUU...” teriak alin dan vita yang melihat kondisi ayu yang sudah mengenaskan, dengan berbagaimacam luka sayatan dan darah di tubuh ayu
“vita...alin... kalian datang” ucap ayu dengan senyum di wajahnya
“woyyy... kalian jangan diam saja di situ, lepaskan ikatan ayu sekarang” teriak vita ke beberapa orang yang ada di ruangan itu
Seketika bram langsung mencari sambungan rantai yang mengikat tangan ayu, setelah menemukan dia Langsung melepaskan sambungan rantai yang terikat di tiang. Setelah ikatan itu lepas, ayu langsung jatuh karena sudah tidak sanggup menyeimbangkan tubuhnya sendiri, ayu jatuh di pelukan alin dan vita, kini air mata mereka sudah tidak bisa di bendung lagi, isak tangis teriakan saling bersaut-sautan dari bibir alin dan vita
“ayu... kamu jangan senyum-senyum terus yu... kita bawa kamu ke ruamah sakit sekarang yah” ucap alin pada ayu yang masih saja melemparkan senyum,karena untuk bersuara ayu sudah tidak ada tenaga
“yu.. kenapa kamu bod*h banget sih, kenapa kamu berangkat sendiri yu, kamu punya kita yang bisa bantuin kamu yu” ucap vita dengan air mata yang terus mengalir
“vit...lin... maafin kesalahan aku yah... jangan marah sama aku lagi, aku mohon kalian semuanya maafkan aku”ucap ayu dengan nada yang sudah bergetar
“yu...kita ke ruamh sakit sekarang, kak bram jangan diam saja, bawa ayu ke rumah sakit kak, Bawa Ayu Ke Rumah Sakit kak Bram” teriak vita pada bram. Dan sontak bram langsung menggendong ayu dengan air mata yang terus menetes, tapi saat ayu akan di angkat dia menolak untuk di bawa ke rumah sakit
“jangan bawa ayu ke rumah sakit... aku hanya ingin lihat wajah kalian tersenyum buat aku, pak bram.... ayu.... suka sama bapak sejak pertama kali ketemu bapak di kampus, ayu mohon bapak senyum buat ayu yah.... untuk kali ini saja....yah....” ucap ayu dengan bibir yang tersenyum tapi air matanya terus menetes
“Ayu.... kamu tidak boleh kaya gini yu, ini bukan ayu yang saya kenal, ayu kamu orangnya kuat, kamu tidak boleh menyerah, yu... saya juga cinta sama kamu yu, saya jatuh cinta pada pandangan pertama yu sama kamu, kamu harus kuat yah... kamu harus ingat kamu punya janji sama mama untuk terus main ke rumah saya yu, kamu harus teatin janji kamu itu yu” ucap bram yang sudah sangat frustasi dengan kesedihan yang dia miliki saat ini, bahkan semua orang di sana tidak bisa menahan tangis terutama alin dan vita
__ADS_1
“he he hemm ayu seneng banget pak, bisa mendengar itu semua, ayu minta maaf yah pak, ayu tidak bisa menepati janji ayu ke mama bapak... pak ramma...., pak satria....” ucap ayu dengan nafas yang sudah tersengal-sengal
“iya yu, kami disini” ucap ramma dan satria
“ayu titip pak bram yah, jagain dia... biar dia tidak nakal lagi, jangan biarkan air matanya jatuh lagi, dan.... carikan pak bram perempuan yang baik yah pak” ucap ayu pada ramma dan satria
“ayu capek....ayu mau istirahat yah....ayu sudah tidak merasakan sakit kaya tadi lagi kok.. . Ayu sayang kalian semua” ucapan ayu yang terakhir kali sebelum dia menutup matanya
“ayuuu...ayu.... bawa ayu ke ruamah sakit sekarang.....hahhhhhmmmm hikss hikss” teriak vita. Sontak bram langsung membawa ayu untuk masuk ke mobil, dan mereka kini di kawal mobil polisi agar bisa cepat sampai di rumah sakit, kini air mata semua orang sudah mengalir deras.
**********
Polisi sudah mengamankan semua orang yang ada di ruangan itu, bahkan yang mencoba kabur sudah di tangkap sama polisi, bahkan beberapa diantara mereka sudah tertembak di bagian kakinya.
Sedangkan sonya tewas di tempat karena mencoba kabur dari polisi, bahkan setelah kakinya tertembak dia masih bisa berlari kabur jadi polisi langsung ambil tindakan untuk menembak dia lagi hingga dia tewas.
********
“maaf pasien sudah tidak selamat, dia meninggal karena beberapa luka sayatan, dan tusukan di tubuhnya, saya juga menemukan banyak luka lebam akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala dan juga perut dia, bahkan di daerah *********** juga mngalami pendarahan” penjelasan dari dokter
“tidakkk....tidak....” teriak alin yang langsung memeluk satria
“ayu....ayu...ayu kamu tidak boleh pergi” teriak vita yang langsung duduk tersungkur di lantai rumah sakit dan ramma langsung memeluk tubuh vita yang sudah menangis dengan keras
“tidak.. dok, kamu salah kan, katakan sama saya kalau kamu salah, ayu tidak mungkin meninggalkan dok, tidak ayu” ucap bram sambil memegang kerah baju dokter
__ADS_1
“sabar pak.... ini semua sudah menjadi takdir, saya sudah berusaha tapi tuhan jauh lebih sayang dia” ucap dokter sambil memegang pundak bram
“ayuuuuu.... yu.... bangun yu, bangun yu... yu kamu tidak boleh pergi dengan cara seperti ini yu... kamu tidak boleh tinggalin saya sendiri yu.... ayu... saya bilang bangun yu” teriak bram sambil mencoba mengguncang tubuh ayu yang sudah tidak bergerak lagi dan di terus memeluk tubuh ayu
“ayu.... yu... kenapa kamu tinggalin kita sih yu...kenapa, kita disini niatnya mau jalan-jalan kan yu, bahkan kamu memiliki agenda untuk pergi ke Disneyland kan yu, jangan pergi dulu yu... kita berangkat sekarang yah” ucap vita seperti ngasih semangat ke tubuh ayu yang sudah tidak bernyawa dan yang pasti air matanya terus mengucur deras
“yu... kita biasanya tidur bareng kan yu.... ini belum waktunya tidur yu... kamu bangun dulu yu.. nanti siapa yang akan nemenin aku tidur yu, ayu bangun hiiiihhhmmm hikss” teriak alin dengan memeluk tubuh ayu
********
“permisi pak, maaf saya hanya ingin melaporkan saja, kalau otak dari kejadian ini semua orangnya sudah tewas tertembak karena ingin melarikan diri” ucap salah seorang polisi
“dimana orang itu sekarang” teriak bram yang sudah emosi
“mayatnya ada di kamar jenazah” ucap polisi dan bram langsung berlari menuju ruang jenazah untuk melihat siapa orang itu
Ramma dan satria juga langsung mengejar bram yang terlihat sangat emosi, sedangkan vita dan alin masih setia mengajak ngobrol jenazah sahabatnya itu. Bram, satria dan ramma langsung terkejut saat membuka penutup kain pada jenazahnya.
“SONYA” teriak mereka bertiga secara bersamaan
“jadi dia otak dari semua ini,.... kurang ajar, gara-gara kamu ayu pergi ninggalin kita semua, kenapa kamu se kejam itu sih sonya... kenapa hahhhh” ucap bram sambil nonjok muka sonya yang sudah tidak bernyawa
bahkan ramma dan satria sudah terbakar emosi saat melihat sonya bisa mati dengan tenang tanpa meresakan hukuman dari semua orang, beberapa polisi langsung menenangkan mereka bertiga.
Setelah itu, mereka mengurus semua penerbangan untuk mereka pulang, kali ini mereka memutuskan untuk memakai pesawat pribadi agar tidak ada yang mengganggu perjalanan pulang mereka, vita, alin hanya bisa diam dengan memandang foto ayu di ponsel mereka masing-masing.
__ADS_1
Semua keluarga sudah di kasih tau, bahkan mami papi dan kakak ayu memutuskan untuk pulang karena mereka ingin melihat jasad putri bungsu mereka. Mereka semua sangat terpukul karena kepergian ayu, bahkan seluruh teman mereka di kampus juga sudah tau tentang kematian ayu.
kalau sempat, nanti malam aku up lagi yahh...