
matahari pagi sudah bersinar, maira sengaja bangun pagi karena dia ingin melihat Adinda mandi dan juga melihat adinda di jemur.
saat maira akan mengambil minum di dapur, tiba tiba ratih narik tangan maira agar maira mau ikut ke kamar dia.
"ada apa mam... kenapa sih... maira mau lihat adinda mandi mam, pasti lucu banget" ucap maira yang terkejut karena langsung di tarik ratih.
"ra... kamu pipis sekarang, dan cova kamu tes pakai ini. mama curiga kalau kamu lagi hamil Ra" ucap ratih sambil ngasih alat tes kehamilan
"hahhhh tes kehamilan, hemm tidak mungkin maira hamil mam, maira belum ngerasa ada yang aneh sama tubuh maira, mana mungkin maira hamil, lagian bulan kemarin maira masih datang bulan " jawab maira sambil tertawa
"sudah... kamu nurut sama mama, kalau memang belum hamil, yah tidak apa apa kamu coba lagi sama bram, tapi kalau hamil kan itu kabar yang membahagiakan buat semua orang" ucap ratih sambil memaksa maira
"iya iya maira tes sekarang, tapi hasilnya apa pun nanti mama jangan kecewa yah. maira itu yakin kalau maira itu tidak hamil soalnya " jawab maira
"iya yah sudah sana masuk" ucap ratih sambil mendorong maira ke kamar mandi
"sekarang mam, tapi sekarang maira tidak kebelet pipis mam... masa harus di paksakan pipis sih... " ucap maira
"iya sekarang.... kamu jongkok saja, dan dalam hati kamu bilang pipis lipis pipis, pasti nanti kamu pipis sendiri" jawab ratih
"hahhh ada ada aja sih mam... iya iya maira coba sekarang" ucap maira sambil tertawa
setelah menunggu beberapa lama, Akhirnya maira bisa pipis juga, dan dia langsung ngetes pipisnya dengan alat tes kehamilan yang di berikan ratih.
"masa sih aku hamil, mama itu ada ada aja, aku sendiri saja tidak bgerasakan apa apa pada tubuhku sendiri. mama mama" ucap maira sendiri
"tapi kalau aku hamil sih tidak apa apa, biar Adinda ada temannya, kan lucu tuh mbak vita melahirkan aku hamil, aku melahirkan Alin hamil.... he he he he "
"haduh ini lama banget sih. tidak jeluar garis nya... jangan jangan aku memang tidak hamil"
"ehhts tunggu tunggu, ini mata ku tidak salah lihat kan.... kenapa ada dua garis, Ya Allah.... aku hamil.... Alhamdulillah, ternyata benar apa yang mama katakan" ucap maira sambil menangis haru
__ADS_1
setelah maira tahu hasilnya ternyata positif, dia langsung keluar dari kamar mandi dan datang menemui ratih yang sedari tadi harap harap cemas di luar kamar mandi.
"mama" ucap maira saat keluar dari kamar mandi
"Ra... bagaiman sayang, apa hasilnya mama ingin lihat" ucap ratih yang semakin tidak sabar
"maira.... maira... maira positif mam, maira hamil" ucap maira sambil tersenyum dan ngasih tunjuk hasil tes pack nya pada ratih
"hahhhh Alhamdulillah Ya Allah terima kasih, engkau sudah ngasih banyak sekali kebahagiaan di keluarga kami.... Ra... mama sudah menyangka akan hal ini, mama dan mbak mu vita sudah curiga kalau kamu hamil" ucap ratih sambil mencium kening dan pipi maira
"iya mam... dari kemarin kemarin mbak vita juga bilang kalau maira hamil, tapi maira tidak mempercayai itu. maira hanya anggap mbak vita bercanda, tapi ternyata benar mam maira hamil. mama jangan bilang sama siapapun yah, biarkan maira ngasih tahu kak bram dulu nanti saat dia pulang kerja" ucap maira sambil mengusap air mata nya
"iya sayang, mama tidak akan kasih tahu sama siapapun, kamu kasih tahu bram dulu, setelah itu kamu umumkan saat makan malam yah" jawab ratih
maira sangat senang dan bahagia saekali, karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu dari anaknya bram. maira keluar dari kamarnya ratih dan dia pergi ke kamarnya Adinda untuk melihat dan menggoda keponakannya itu.
"Adinda..... " ucap maira sambil mengintip dari balik pintu
"lohhh adinda sudah mandi, yah... tante ketinggalan deh, padahal tante mau lihat adinda mandi" ucap maira sambil mencium pipi merah adinda
" yahh sayang sekali tante... kalau begitu tante lihat jemur adinda saja yah... " jawab vita
"tidak usah, Ra... lebih baik kamu bangunkan bram. biar dia tidak telat ke kantornya, dan vita biar mama yang jemur adinda, kamu urusin papi dan kakaknya adinda saja, mama yakin mereka jauh lebih membutuhkan pertolongan kamu" ucap ratih yang masuk ke kamar adinda
"beneran mam... mama tidak apa apa kalau adinda sama mama" ucap vita
"iya tidak apa apa, sudah kamu ke kamar ramma saja sana" jawab ratih sambil langsung menggendong adinda dan di bawahnya keluar untuk di jemur
maira dan vita langsung ke kamar suami suami mereka, untuk membangunkan mereka yang masih tertidur.
******
__ADS_1
(aku kasih tahu kak bram sekarang atau nanti yah, saat dia pulang dari kantor. tapi aku sudah tidak sabar untuk ngasih tahu kak bram, yah sudah deh aku kasih tahu sekarang saja, itung itung buat semangat paginya) suara hati maira
Ceklek.... pintu kamar di buka maira
"kak bram sayang bangun yuk... sudah pagi ini, kakak kan harus ke kampus sekarang" ucap maira sambil membuka gorden penutup jendela
"huahhhmmm 5 menit lagi yah sayang, aku ngantuk banget, masih capek" jawab bram sambil menutup wajahnya dengan bantal
(hemmm bagaimana tidak capek, kamu pulang dari kerja tidak langsung tidur, malah kamu ngerjain aku. aku aja masih bisa biasa saja di pagi hari kamu malah yang ke lelahan, memang selalu aku yang menang he he he he) suara hati maira sambil tersenyum
"sayang bangun... dong.... buruan bangun" ucap maira sambil menggoyang tubuh bram
"ayo bangun...... buka matanya sekarang" ucap maira sambil menarik tangan bram sehingga posisi bram sekarang menjadi duduk, tapi bram masih malas membuka matanya
"sayang.... buka matanya, aku ada kejutan buat kamu.... buruan buka matanya" ucap maira lagi
"kejutan apa sih sayang.... kamu itu ihhh" jawab bram
"yahhh mangkanya kamu buka matanya dulu, ini kamu lihat kejutannya buruan buka matanya" ucap maira sambil membuka mata bram dengan tengannya dan dia ngasih alat tes kehamilan nya tadi
"iya... iya..." jawab bram sambil membuka matanya sedikit
"ini lihat" ucap maira sambil ngasih alat tes kehamilannya
"ini apa.... ini... loh... ini kan alat tes kehamilan" ucap bram sambil melihat ke maira dengan wajah yang masih belum mengerti , maira hanya menjawab dengan senyuman saja, dia membiarkan bram tahu dan faham sendiri
"garisnya dua.... positif.... kamu hamil sayang.... kamu tidak lagi prank aku kan, ini beneran " ucap bram dengan wajah seriua
"iya... aku hamil, kita akan jadi calon mama dan papa" jawab maira dengan air mata yang tiba tiba menetes
"Maira..... Ya Allah.... Alhamdulillah sayang.... terimakasih yah... " jawab bram yang langsung memeluk erat maira
__ADS_1
kini mereka berdua saling berpelukan dan sama sama nangis karena bahagia dengan kenyataan itu. bram yang tadinya ngantuk dan capek, kini dia tiba tiba segar dan sangat bersemangat.