
setelah kurang lebih satu jam akhirnya mobil rendy sampai di depan rumahnya. kini arjuna yang menggendong tubuh adinda, adinda sendiri hanya bisa diam karena dia masih merasa takut dengan kejadian tadi.
"Assalamualaikum " ucap arjuna dan ariel
"waalaikun salam " jawab vita dan ratih
"Ya Allah kenapa dengan adinda jun, riel. kenapa kakinya jadi seperti ini, Ya Allah nak... " ucap vita yang khawatir
"mi.... tenang dulu yah, nanti rendy jelaskan, jun, riel antar adinda ke kamar nya yah... biar dia bisa istirahat, kasian dia pasti masih syok" ucap rendy
arjuna dan ariel langsung membawa adinda ke lantai atas, agar adinda bisa istirahat dan menenangkan diri terlebih dahulu.
"rendy ada apa sama adik mu ren... kamu harus jelaskan sama mami, tadi adinda ijin sama mami buat ke mall, tapi kenapa sekarang pulang dia jadi seperti ini" ucap vita yang masih bingung dengan kejadian ini
"iya iya... mami... sabar... rendy akan jelaskan semuanya" jawab rendy sambil menuntun vita dan ratih untuk duduk di soffa terlebih dahulu
"jadi adinda itu ingin pulang, tapi di halte tidak ada bus yang datang, adinda menunggu lama di halte itu tapi benar benar bus tidak ada yang lewat.
adinda memutuskan untuk telpin rendy, dan dia bilang minta di jemput , soalnya dia takut karena ada orang asing yang melihat terus ke arah dia, dan tiba tiba orang itu mendekat ke arah adinda.
adinda labgsung refleks lari, tapi orang itu terus mengejar adinda hingga adinda sendiri tidak tahu dia berlari ke mana. tapi syukur nya ponsel adinda terhubung dengan ponsel rendy jadi rendy selalu tahu dimana posisi adinda selama dia tidak mematikan ponselnya.
adinda cuma syok dan kakinya sedikit terkilir sehingga adinda harus istirahat beberapa hari, agar kakinya sembuh dulu. penjahat itu sudah di bawa polisi, dan adinda tadi sudah rendy bawa ke dokter dan sudah dapat obat.
jadi mami tenang saja yah... adinda butuh semangat dari kita, agar kejadian tadi tidak menjadi trauma yang berkepanjangan untuk adinda" penjelasan rendy
__ADS_1
"Ya Allah... kalau tahu hasil akhirnya bakalan seperti ini, tadi mami tidak akan biarkan adinda pergi sendiri" ucap vita yang menyesali perbuatan nya
"sudah vit.... tidak ada gunanya kamu seperti ini, lebih baik kita ke kamar adinda sekarang, kita hibur dia, mama yakin adinda pasti masih takut dengan kejadian seperti tadi" ucap ratih sambil mengajak vita ke kamar adinda
"iya mam... mama benar, kita ke kamar adinda sekarang" jawab vita
******
"din... kamu tenang saja, kita di sini akan selalu ada buat kamu. kita akan pastikan kejadian seperti tadi tidak akan terulang kembali" ucap arjuna sambil memegang tangan adinda
"iya din... maafkan kita, karena sempat telat buat nolongin kamu tadi, seharusnya tadi kamu pergi jangan sendirian, sesibuk apapun kita kalau kamu yang minta, pasti akan ada banyak waktu buat kamu din" ucap Ariel sambil menghapus air mata adinda
"terima kasih yah... terima kasih sudah membantu aku tadi, kalau kalian tidak datang tadi, aku tidak tahu bagaimana nasib ku saat ini. terima kasih sudah menjadi saudara yang terbaik yang pernah aku miliki " ucap adinda sambil menangis
"mami.... " ucap adinda sambil ingin bangun untuk memeluk vita
"sudah jangan di paksakan untuk bangun, jangan sedih lagi yah sayang, adinda tidak apa apa kok, adinda kuat... kejadian tadi anggap sebagai mimpi buruk yang tidak akan pernah terulang kembali" ucap vita sambil ngelus kepala adinda
"iya sayang.... adinda harus lupakan kejadian tadi, jangan sampai gara gara kejadian itu bisa mempengaruhi hari hari adinda yang ceria. masa calon dokter hebat dan cantik murung" ucap ratih
"iya nek... mi... terima kasih nyemangati adinda, ohh iya, adinda mau bilang, kalau adinda sudah keterima dan lolos di fakultas kedokteran itu, adinda akan kuliah di situ " ucap adinda sambil senyum tipis di bibirnya
"ohhh iya... selamat dayang... mami sudah bisa tebak, karena tidak mungkin kalau putri mami sampai tidak keterima di fakultas itu, anak mami ini kan hebat, mami bangga sama kamu" ucap vita yang ikut berbahagia
"wwahh selamat din, berati kamu harus sembuh, karena beberala 3 hari lagi kita akan melakukan ospek, tidak mungkin kan kamu ikut ospek dengan menggunakan tongkat, jadi kamu harus cepat sembuh " ucap arjuna
__ADS_1
"iya din... kamu harus semangat buat sembuh, biar kamu bisa lari lari lagi" ucap Ariel
"yah sudah... adinda istirahat di kamar saja yah, nanti untuk makan malam biar nanti di antar ke kamar yah, adinda tidur istirahat " ucap ratih
semua orang di suruh keluar dari kamar agar adinda bisa tidur dan istirahat, ratih juga menyuruh arjuna dan ariel untuk kembali ke kamarnya.
adinda sebenarnya masih sangat takut dengan kejadian tadi, tapi adinda tidak ingin melihat semua keluarganya bersedih dan khawatir. mangakanya di depan vita, adinda mencoba menutupi semua kesedihan dan ketakutan nya, adinda tidak ingin melihat vita menangis karena dia.
yang tahu kesedihan adinda hanyalah rendy kakaknya, karena hanya pada rendy adinda bisa meluapkan semua kesedihan yang ada di dirinya, dan hanya pada rendy saja adinda berani berbicara jujur tentang dirinya tanpa takut akan di bocorkan pada semua orang.
mangkanya saat semua orang kumpul di kamar adinda, rendy tidak mau ikut kumpul, karena dia tahu, adinda pasti akan berbohong dan bilang tidak apa apa, karena adinda tidak ingin semua orang jadi cemas dengan keadaan dirinya.
setelah semua orang pergi dan keluar dari kamar adinda, rendy langsung masuk ke kamar adinda lewat pintu yang ada di dalam kamarnya yang langsung menuju kamar adinda.
"menangislah dek... kakak tahu kalau kamu masih merasa sedih dan takut, kakak tahu kamu menahan itu semua di depan mami... kamu bisa berbohong di depan mereka tapi kamu tidak bisa bohong di depan kakak" ucap rendy yang masuk ke kamar adinda
"peluk adinda kak.... peluk adinda... " ucap adinda sambil menangis
rendy langsung memeluk adinda dengan sangat erat, dan dia membiarkan adinda menangis di pundaknya.
"menangisalah dek... keluarkan amarah kamu sama orang itu, keluakan saemua rasa takut kamu, menangislah dengan kencang, kakak akan selalu ada di sini buat kamu" ucap rendy sambil terus memeluk adinda
adinda langsung menangis dengan sejadi jadinya di pelukan rendy, adinda juga memukul punggung rendy untuk melampiaskan amarah dia sama orang itu sampai adinda puas. setelah lama nangis akhirnya adinda capek dan tertidur di pelukan rendy.
rendy yang merasa kalau adinda ketiduran dia langsung menidurkan adinda dan menyelimuti tubuh dia, sebelum pergi rendy saelalu mencium kening adiknya itu, dan memastikan kalau adiknya bisa tidur dengan nyenyak.
__ADS_1