Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 178


__ADS_3

karena menunggu rendy yang terlalu lama, adinda merasa lelah dan dia memutuskan untuk tidur saja di sofa yang ada di ruangan rendy.


"din... mau ikut kakak ketemu klien tidak" ucap rendy


"tidak kak... aku tidur saja di sini, aku mager banget" jawab adinda


"yah sudah, kalau butuh apa apa kamu tinggal minta sama OB yah" ucap rendy


"siap kak" jawab adinda


rendy langsung pergi meninggalkan adinda sendirian di ruangannya, karena rendy harus bertemu dengan klien bersama arjuna dan ariel.


tokkk.... tokk... tok... suara pintu di ketuk


"pak rendy.... " ucap indah saat masuk ke ruangan rendy


"loh... di mana pak rendy, dan siapa nona ini, apa dia pacar dari pak rendy , kenapa dia bisa tidur di ruangan pak rendy" ucap indah pada dirinya sendiri


adinda yang merasa tidurnya di lihatin orang dan dia juga mendengar suara orang lain di ruangan itu, memilih untuk membuka matanya dan memastikan siapa orang itu


"lohhh mbak siapa, kok masuk ke sini sih" ucap adinda pada indah


"saya indah, saya seketaris dan juga asisten pak rendy. kalau boleh tahu pak rendy di mana yah mbak" tanya indah


"ohhh asisten kak rendy... kak rendy tadi keluar mbak sama arjuna dan ariel katanya mereka mau bertemu dengan klien " jawab adinda


"ohh begitu, yah sudah mbak kembali tidur saja, maaf saya sudah mengganggu" ucap indah

__ADS_1


"ehhh mbak tunggu dulu jangan pergi... mbal mau tidak temani saya ngobrol di sini, saya bosen banget tidak ada teman ngobrol " ucap adinda


"tapi saya masih ada kerjaan mbak, nanti kalau pak rendy marah sama saya bagaiman" ucap indah


"tidak usah khawatir, aku akan belain mbak, tenang aja. ohh iya aku belum kenalan sama mbak, kenalin saya adinda saya adik kandungnya kak rendy, tapi mbak jangan bilang sama siapa siapa yah kalau saya adiknya kak rendy, soalnya tadi saya bilang sama semua orang kalau saya pacarnya kak rendy" ucap adinda sambil mengulurkan tangannya ke indah


"ohhh iya mbak tenang saja, saya tidak akan bilang sama siapapun, nama saya indah" jawab indah


(pantesan dia bisaa bebas tidur di ruangan pak rendy, dan dia panggil pak arjuna dan pak ariel cuma dengan sebutan nama saja. ternyata dia adiknya pak rendy,) suara hati indah


"mbak... umur saya kan di bawah mbak indah, jadi cukup panggil saja saya adinda jangan pakai mbak. anggap aku itu teman kamu aja mbak, biar kita bisa akrab " ucap adinda sambil senyum ke indah


"iya din... kamu ternyata cantik dan baik yah... sangat mirip sama tante vita, jadi kangen ingin ketemu tante vita" ucap indah secara tidak sadar


"hahh... tante vita, mbak indah pernah ketemu sama mami aku, dimana? prasaan mami bulan ini belum pernah ke kantor kakak" ucap adinda yang penasaran


"ohh begitu... iya mbak... memang mami ku itu orangnya baik banget, dan penyayang" ucap adinda


(loh... di name card dia tertulis cindy indah Anggiasari, jangan jangan dia adalah cindy teman kakak yang pernah di ceritakan mami. tapi kenapa kak rendy tidak bilang apa apa yah kalau sudah menemukan teman masa kecilnya, trus kenapa dia memperkenalkan dirinya sebagai indah bukan cindy) suara hati adinda.


"dinda... kamu kenapa bengong, apa ada yang ingin kamu ceritakan" ucap indah pada adinda


"ahhh tidak mbak, dinda cuma berfikir aja nanti mau makan apa" jawab adinda


"di kantin sini juga makanannya enak enak, kamu mau makan di sini sama saya atau tunggu pak rendy sampai selesai pertemuan" ucap indah


"ehhhmmm aku tunggu kakak aja deh mbak, jujur aku mager banget..... rasanya cuma ingin rebahan aja he he he he" jawab adinda

__ADS_1


"ohh oke yah sudah, din.... mbak keluar dulu yah... masih ada beberapa berkas yang masih harus mbak fotocopy" ucap imdah sambil beranjak mau pergi dari ruangan rendy


"ahhh begitu, iya mbak, silahkan... aku juga tidak bisa menghalangi mbak untuk kerja, nanti kasian kak rendy jadi keteteran " jawab adinda


indah langdung keluar dari ruangan rendy, dia kembali ke ruangannya sendiri karwna masih ada beberapa berkas yang masih harus dia selesai kan.


adinda masih berada di ruangan rendy, dia kali ini kefikiran tentang indah. karena adinda sangat curiga kalau indah itu adalah teman kecil rendy yang pernah hilang dulu.


"lebih baik aku bilang sama kak rendy, apa dia sudah menemukan kak cindy atau belum" ucap adinda pada dirinya sendiri


"pokoknya aku haruscari tahu tentang mbak indah itu, kalau sampai dia beneran kak cindy, dia harus kasih aku penjelasan kenapa dia tidak mau mengaku kalau sebenarnya dia adalah cindy"


"sudah ahh... tidur dulu, nanti juga kalau sudah waktunya makan, kak rendy pasti akan bangunkan aku, ahhh tapi lebih bail aku kunci saja dari dalam biar tidak ada yang masuk. kak rendy pasati bawa kunci ruangannya sendiri, jadi aku tidak perlu bangun untuk membukakan pintu"


adinda langsung tidur di ruangan kamar yang ada di dalam ruang kantor raendy, karena di dalam ruangan itu terdapat satu buah tempat tidur yang lumayan besar dan sangat nyaman jika di buat untuk tidur.


******


"baik pak... terima kasih sudah mempercayakan acara bapak pada perusahaan kita, kita akan berusaha dengan sangat keras untuk mewujudkan semuanya" ucap rendy dan berjabat tangan demgan klien nya


"iya pak rendy, pak arjuna, pak areil saya permisi terlebih dahulu, karena masih banyak tugas yang masih menanto di liar sana" jawab klien


mereka langsung berpisah, rendy, arjuna dan ariel langsung pergi ke ruangan meeting dulu sebentar untuk membicarakan tentang proyek yang sudah berhasil.


setelah membahas dalam rapat, mereka kembali ke ruangan masing masing, termasuk rendy, arjuna dan ariel. karena mereka sudah bisa di bagi tugas untuk menyempurnakan proyek itu dengan sempurna.


"loh... ini kok di kunci, wwahh sih adinda ini, dia pasti ingin tidur tanpa gangguan dari orang lain. mangkanya dia mengunci pintu dan memburamkan kaca yang ada di ruangan rendy.

__ADS_1


rendy membuka pintu ruangannya, dan langsung mencari adinda di dalam ruangannya itu. setelah menemukan adinda di dalam kamar, rendy langsung membangunkan dia untuk makan bersama.


__ADS_2