Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 23


__ADS_3

Vita yang mendapat ciuman pertamanya itu, menjadi semakin tidak terkendali kini wajahnya semakin memerah, hatinya berbunga-bunga dan vita juga sedang gulung-gulung di atas tempat tidurnya sambil terus memegang kedua pipinya dan juga senyum-senyum sendiri. Sampai dia tidak sadar kalau ramma sedari tadi melihat kelakuan konyol dia itu.


“apa kamu sesenang itu vita, sampai kamu lupa kalau kepalamu sedang sakit sekarang” ucap ramma sambil menahan senyumnya.


Mendengar suara Ramma membuat vita sangat terkejut sehingga dia tidak bisa mengendalikan diri.


Awwuu (pekik vita karena jatuh dari tempat tidur) posisi vita kini sedang tengkurap di lantai


“Vita!! Kamu tidak apa-apa? Ayo bangun” ucap Ramma sambil mencoba menolong vita berdiri


“jangan papi rendy, jangan sentuh saya.... saya sedang malu sekarang” kata vita sambil terus tengkurap, menutup mukanya dengan tangan dan tidak mau berdiri


“HA HA HA HA kamu ada-ada saja sih vita, sudah ayo bangun jangan seperti ini. Kamu tidak perlu malu sama saya, masa sama suami sendiri malu” ucap ramma sambil membantu vita untuk berdiri


“papi rendy jangan tertawa dong, ini juga karena papi rendy tau, kalau papi rendy tidak mengagetkan saya maka saya tidak akan jatuh seperti tadi” jawab vita sambil menarik kebawa bibirnya :(


“loh kok jadi salah ku sih, bukannya kamu sendiri dari tadi gulung-gulung tidak jelas, pakai senyum-senyum sendiri pula” jawab ramma sambil menahan tertawa


“sudah ah.. aku mau mandi dulu” saut vita dan langsung melangkah kabur ke dalam kamar mandi


Ramma yang melihat tingkah vita seperti itu, menjadi tidak bisa lagi menahan tawanya. Sambil menunggu vita yang masih mandi, ramma memilih duduk di soffa sambil membuka laptopnya untuk melihat e-mail masuk dari milla seketarisnya.


Ceklek..(pintu kamar mandi terbuka)


Vita melangkah keluar, dan langsung duduk di depan meja rias nya untuk melakukan rutinitas malamnya, yaitu menggunakan bodylotion, pelembab bibir dan mengeringkan rambutnya. Setelah itu vita langsung memilih berbaring ke tempat tidur untuk segera tidur, karena memang waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, vita yang melihat suaminya masih fokus sama laptopnya menjadi tidak enak kalau dia tidur duluan, jadi dia merabah almari kecil yang ada di samping tempat tidurnya untuk mengambil novel kesukaan dia.


“kamu tidur saja sayang, tidak usah menemani aku” ucap ramma sambil terus menatap laptopnya.


“Tidak. Kalau kamu tidak tidur maka aku juga tidak akan tidur” jawab vita sambil melihat ramma yang masih terus fokus dengan laptopnya


“yah sudah ayo kita tidur” ucap ramma sambil menutup laptopnya, dan berjalan ke arah vita. Ramma juga membuka laci yang ada di meja sebelah kiri tempat tidurnya untuk mencari-cari sesuatu

__ADS_1


“kamu sedang mencari apa” tanya vita sambil duduk bersender di tempat tidurnya


“ini lagi cari obat tidur, biar bisa nyenyak tidurku” ucap ramma sambil membuka obat tidurnya dan mau di minum


“jangan lagi yah, kan disini ada aku, aku akan memastikan tidur kamu selalu nyenyak” ucap vita sambil mengambil obat tidur yang ada di tangan ramma dan langsung menyimpannya lagi di atas nakas.


“tapi aku tidak yakin kalau mimpi itu tidak datang lagi” ucap ramma dengan nada melemah


“kamu percayakan sama aku, aku tidak akan membiarkan tidur kamu tidak nyenyak sayang” ucap vita dengan senyumnya yang menenangkan hati ramma


Ramma pun setuju untuk tidak meminum obat tidur itu lagi, dan dia sangat percaya dengan semua omongan istrinya itu. Kini tanpa di minta vita tidur dengan memeluk tubuh ramma dengan sangat erat, dan ramma sendiri sangat nyaman tidur seperti itu


******


Waktu sholat subuh sudah tiba, dan vita yang terbangun mencoba mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu sebelum membangunkan ramma dan juga rendy untuk sholat berjamaah. Setelah selesai mengumpulkan nyawanya, vita mencoba pelan-pelan melepas pelukan ramma dan langsung ke kamar mandi sebelum ramma bangun dan merebut kamar mandi vita lagi yang akhirnya vita harus ngompol seperti dulu.


Setelah bersih-bersi dan mandi, vita langsung membangunkan ramma yang masih nyenyak dengan tidur nya.


“hemmm iya... bentar masih ngumpulin nyawa dulu” ucap ramma sambil memegang tangan tangan vita


“yah sudah, aku mau bangunin rendy juga yah, biar bisa berjamaah, sekaligus ngajarin rendy untuk biasa sholat subuh” ucap vita, tapi sebelum sempat beranjak dari duduknya, tangan vita langsung di tarik ramma dan kini vita jatuh di dada suaminya.


“papi rendy, kalau begini terus bisa hilang subuhnya, sudah ayo bangun” ucap vita dan mencoba melepaskan tubuhnya dari ramma


“cium dulu, nanti aku lepas” ucap ramma sambil memposisikan dirinya siap di cium


Vita yang tidak punya pilihan lain, akhirnya memberanikan diri untuk mencium ramma duluan, Cuppp (vita mencium pipi ramma)


“kok di situ sih.. di sini loh..” ucap ramma sambil menunjuk bibirnya


Cupp (vita langsung mencium bibir ramma sekilas)

__ADS_1


setelah mencium ramma vita langsung lari ke kamar rendy untuk membangunkan rendy, setelah keluar kamar vita langsung mencoba menetralkan kembali perasaannya agar rendy tidak tanya yang macam-macam.


“rendy sayang bangun yuk nak, ayo kita sholat berjamaah sama papi yuk” ucap vita sambil mencium kening rendy


“mami... lendy masih ngantuk mi, boleh tidak lendy bolos satu hari saja tidak sholat” ucap rendy tanpa membuka matanya


“sayang, kalau kamu mami ijinkan bolos, pasti besok minta bolos lagi. Ayo kita sholat sebentar saja kok, setelah itu rendy bisa tidur kembali” ucap vita


“iya mami, lendy bangun sekalang, tapi nanti lendy tidul lagi yah” ucap rendy sambil membuka matanya


“iya sayang, yah sudah ayo kita wudhu dulu, setalah itu kita ke musholla untuk sholat, papi pasti sudah menunggu kita di sana” ucap vita


Setelah selesai vita, dan rendy langsung berjalan menuju mushola yang ada di rumah mereka dan benar saja ramma sudah menunggu kedatangan istri dan putranya yang tercinta, Dan mereka langsung melaksanakan sholat berjama’ah.


setelah selesai sholat vita langsung ke dapur untuk memasak, sedangkan ramma langsung bersiap-siap untuk olahraga lari keliling komplek dan jika rendy sesuai omongannya tadi dia langsung tidur kembali di kamarnya. Kini vita merasa kebahagiaannya sudah lengkap, walaupun dia belum merasakan sebagai istri yang sesungguhnya karena ramma belum pernah meminta jatah dia sebagai suami.


“pagi bi summi, pagi mbak tina” ucap vita sama asisten rumah tangganya


“pagi nyonya, kok nyonya ke dapur sih. Nyonya istirahat saja biar kami yang memasak hari ini” ucap bi summi


“tidak bi, saya sudah tidak apa-apa kok, saya juga sudah lama tidak memasak, biar hari ini dan seterusnya saya saja yang memasak, kalian berdua melakukan tugas yang lain yah. Saya tidak mau ada


penolakan” ucap vita dengan senyum yang selalu terukir di wajahnya


“baik nyonya, kita tinggal untuk membersihkan yang lainnya yah” ucap mbak tina dan langsung di balas dengan anggukan sama vita


“sayang aku lari dulu yah” ucap ramma sambil mencium kening istrinya


“iya, kalau sudah capek langsung pulang jangan mampir kemana-mana yah” jawab vita


“Iya sayang... I LOVE YOU” ucap ramma di telingah vita yang hanya di balas dengan senyuman sama vita.

__ADS_1


Semua asisten rumah tangga melihat kelakuan majikannya itu juga ikut bahagia, karena ini baru pertama kali mereka melihat ramma bisa tertawa seperti itu lagi, dan terlihat dari wajah ramma kalau kini dia adalah orang yang paling bahagia.


__ADS_2