
ramma baru saja pulang dari kantor nya, karena dia tidak melihat siapa pun di lantai bawah, dia langsung naik ke lantai atas menuju ke kamarnya, untuk menemani istrinya.
"Assalamualaikum " ucap ramma saat membuka pintu kamarnya
"waalaikum salam " jawab vita yang baru saja selesai sholat maghrib
vita langsung mencium tangan suaminya itu, dan dia langsung membantu ramma untuk melepas jas dan juga dasi ramma. setelah itu vita menyuruh ramma untuk mandi terlebih dahulu
"kamu mandi dulu yah, setelah itu kamu sholat maghrib dan lalu kita makan malam bersama " ucap vita pada ramma
setelah mandi, ramma langsung menjalankan kewajiban dia dan setelah itu dia bersiap siap untuk makan malam bersama, semua anggota keluarga sudah berkumpul untuk makan malam.
"lohh adinda di mana? kenapa dia tidak ikut turun" tanya ramma pada semua orang
"adinda lagi sayang... dia ada di kamarnya, ini aku akan bawakan makan untuk dia" jawab vita
"sakit....? sakit apa, tumben itu anak bisa sakit, biasanya dia selalu ikut turun buat makan walaupun sedang demam" ucap ramma yang kurang percaya kalau putri nya yang selalu ceria itu bisa sakit
"adinda tidak bisa jalan pi... kakinya haruas di gif, karena dia terkilir tepat di tulangnya, mangkanya adinda di larang dokter untuk berjalan" jawab rendy
"hahh kok bisa, emang dia habis ngapain, kenapa bisa terkilir " tanya ramma
"lebih baik makanan ini kamu yang bawa ke adinda, kasih putrimu itu semangat, agar dia tidak truma dengan kejadian tadi. tadi adinda hampir saja di perkosa preman di jalan, mungkin kalau rendy, arjuna dan ariel datang tepat waktu, mama tidak bisa membayangkan akan seperti apa nasib putrimu itu" ucap ratih
"APA? Adinda.... kenapa tidak ada yang ngasih tahu aku sebelumnya" ucap ramma yang terkejut
"sayang, jangan marah dulu... adinda sekarang sudah tidak apa apa, dia tidak mau semua orang khawatir sama dia, jadi aku mohon bersikap biasa saja yahh di depan dia nanti, ini sup buat adinda, kamu bawa ke kamarnya dan buat dia mau makan yah" ucap vita pada ramma
__ADS_1
"iya... kalian makan saja dulu, aku ke kamar adinda dulu, buat ngecek keadaan dia sekarang " ucap ramma
ramma langsung berjalan untuk ke kamar adinda sambil membawa satu mangkuk sup dan saatu piring nasi untuk adinda. karena saat adinda sakit, dia paling suka di buatkan sup ditambah nasi dan ayam goreng.
Ceklekkkk.... pintu di buka ramma
ramma melihat putrinya itu tertidur dengan pulas, dengan wajah yang pucat dan kaki yang massih di gif agar kakinya tidak banyak bergerak.
ramma langsung menyentuh kepala dan rambut adinda, ramma sangat bersyukur kalau saat ini dia masih bisa melihat putrinya itu yang masih sehat dan tidak kurang satu apapun.
adinda yang merasaa kepalanya ada yang menyentuh, dia langsung kebangun dari dmtidurnya dan pandangannya langsung tertuju di mata ramma yang berkaca kaca.
"papi.... papi nangis.... kenapa pi... " ucap adinda sambil berusaha duduk di atas tempat tidur
"papi tidak apa apa sayang... papi bersyukur karena kamu masih bisa selamat, " ucap ramma
"pi.... adinda tidak apa apa, adinda baik baik saja. untung kak rendy, arjuna dan ariel langsung cepat datang saat adinda telpon mereka, jadi preman preman itu tidak sempat apa apa kan adinda" ucap adinda asambil memegang tangan ramma
"adinda memang tidak bisa bohong sama papi... adinda memang masih takut pi, tapi adinda sudah bosaen nangis terusa, adinda akan bersaha untuk melupakan kejadian itu, adinda tidak mau sedih sedih lagi" ucao adinda saambil sunyum di bibirnya
"yah sudah... kamu makan dulu yah... " ucap ramma sambil mengambil nampan yang berisi makanan
"ayo Aaaak.... " ucap ramma sambil nyuapin adinda
adinda yang di perlakukan seperti itu langsung membuka mulut nya dan mengeluarkan air mata. karena ternyata papinya tidak pernah berubah sikap nya dari jaman adinda kecil.
"kok nangisa.... katanya sudah bosen nangis terusa" ucap ramma sambil menghapus air mata adinda
__ADS_1
"adinda seneng banget pi... adinda ingat waktu adinda kecil, saat adinda sakit papi selalu ke kamar adinda sambil bawah makanan ini dan papi langsung suapin adinda"
"adinda fikir... papi sudah tidak mau memperlakukan adinda seperti ini, karena adinda sudah besar" ucap adinda sambil nangis
"haiii sayang.... kata siapa putri papi ini sudah besar, adinda akan terus menjadi putri kecil papi, putri kecil papi yang tidak pernah tumbuh dewasa" ucap ramma sambil menghapus air mata adinda yang terus menetes
"kalau adinda ingin makan di suapin papi... adinda tinggal bilang, papi akan selalu siap suapin adinda" jawab ramma
adinda langsung mengambil makanan yang di bawa ramma dan di taruh di sampingnya. setelah itu adinda langsung memeluk tubuh papinya itu dengan sangat erat.
"terima kasih papi... adinda seneng banget" ucap adinda sambil senyum bercampur tangis kebahagiaan
"yah sudah... adinda makan dulu, jangan nakal.... kalau makanan adinda habis nanti papi belikan adinda coklat" ucap ramma
"ha ha ha ha ha.... ihhh papi... " ucap adinda sambil tertawa mengingat masa kecil dia, yang selalu senang di kasih coklat saat nakanannya habis
adinda langsung makan makanan itu, adinda juga sesekali bergantian menyuapin ramma, karena adinda tahu ramma juga belum makan, jadi nasi itu di makan berdua bersama ramma.
setelah selesai makan, ramma langsung menyuruh adinda untuk istirahat kembali, ramma akan kembali ke kamarnya untuk menyelesaikan masalah preman preman itu.
ramma tidak akan membiarkan preman itu hiduo tenang walaupun dia dalam penjara, mereka harus merasahkan kelelahan dan juga kaki terkilir yang sama seperti apa yang di lakukan pada adinda.
ramma menyuruh orang sauruannya untuk datang ke kantor polisi, agar preman itu bisa mendapatkan rasa jera di kemudian hari.
ramma adalah orang yang baik, tapi kalau sampai ada yang menyentuh keluarganya maka ramma tidak akan segan segan buat melacak siapa orang itu dan tinggal dimana dia.
setelah menyerahlan tugas pada pak seno dan pak udin, untuk membuat preman itu jera, ramma dan semua keluarganya bisa tidur dengan nyenyak, karena semua tugas dan rencana sudah ada di tangan mereka.
__ADS_1
ramma tidak akan menarik tuntutan nya itu, walaupun keluarga preman itu bersujud meminta keringanan untuk hukuman para preman.
preman preman itu akan mendapatkan kejutan di setiap harinya, sampai mereka meminta ampun dan meminta maaf sama adinda.