Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 149


__ADS_3

setelah beberapa saat mobil yang di naiki , dan tak lama vita di bawa masuk ke ruangan dokter untuk di lakukan pemeriksaan.


willy dan ratih menunggu dengan cemas di luar ruangan, sedangkan maira dalam perjalanan juga menuju ke rumah sakit dengan membawakan semua kebutuhan vita di rumah sakit. di dalam mobil maira langsung menggubungi ramma, agar ramma, satria dan bram bisa menyusul ke rumah sakit, maira tadi juga sudah menghubungi alin terlebih dahulu sehingga alin sampai terlebih dahulu di rumah sakit.


tuttt.... tutt.... tut.... suara sambungan telpon


ramma : iya ra kenapa


maira : bang... buruan datang ke rumah sakit sekarang, mbak vita mau melahirkan


ramma : hahhh melahirkan sekarang.... oke oke abang datang ke sana sekarang, tolong kamu jagain istri abang


maira : iya iya ini maira juga masih di jalan, tadi mama dan papa yang bawa mbak vita ke rumah sakit duluan, buruan yah bang


ramma : iya iya... yah sudah makasih


sambungan telpon terputus


******


"sat.... bram.... kita ke rumah sakit sekarang, vita mau melahirkan " ucap ramma di ruangan satria dan kebetulan ada bram juga


"hahh melahirkan.... yah sudah tunggu apa lagi, kita berangkat sekarang juga" jaqab satria


"yahh sudah ayo... ngapain kalian bengong" ucap bram, dan langsung menarik tangan satria dan ramma


mereka bertiga langsung berangkat ke rumah sakit, dengan menggunakan mobil sendiri sendiri. perasaan mereka kini campur aduk, antara senang dan juga khawatir sama keadaan vita.


******


"Assalamualaikum ma, pa... bagaimana vita" ucap alin yang baru sampai di rumah sakit


"waalaikum salam lin... vita masih di dalam, dokter juga belum keluar" jawab ratih sambil gemetar


"ma... pa... tenang saja yah... vita tidak akan kenapa napa kok, vita dan bayinya pasti sehat" ucap alin sambil mencoba nenangin ratih dan willy yang sedari tadi nampak cemas

__ADS_1


"lin... bagaiman mbak vita" ucap maira yang tergesa gesa


"ehhh Ra, vita masih di dalam. kita tunggu saja sampai dokternya keluar, kak ramma sudah kamu kasih tahu" ucapkan alin


"sudah... mereka bertiga pasti sudah menuju ke sini, tadi di mobil aku sudah kasih tahu bang ramma, dan bang ramma pasti ngasih tahu semuanya, soalnya mereka kan sedang kumpul" jawab maira


dan tak lama, dakter pun keluar dari dalam ruangan, dan dokter ngasih tahu kalau vita memang akan melahirkan, tapi masih menunggu proses pembukaan.


"dok... bagaimana keadaan vita" tanya ratih sama dokter


"iya bu... kita masih tunggu proses pembukaannya yah.... karena pasien belum bisa melahirkan sekarang karena masih pembukaan 3" penjelasan dokter


"lalu... bagaimana dok, apa harus di bawa pulang dulu" tanya maira


"kalau itu terserah dari pihak keluarga, bisa di bawa pulang dulu dan kembali lagi ke sini saat pembukaan 8 atau 9. atau bisa buka kamar dan menunggu di sini, nanti akan kami pantau selalu" jawab dokter


"yah sudah, siapkan kamar perawatan untuk putri dan calon cucu saya dok. berikan kamar yang bagus dan paling nyaman di rumah sakit ini, kami akan menunggu di sana saja " ucap ratih tanpa ragu ragu


"baik lah bu, kita akan siapkan itu semua... pasien akan kamu bawa ke kamar itu sekarang juga" jawab dokter


dan tak lama, vita di dorong keluar dari ruangan dokter, menuju kamar yang sudah mereka pesan, semua keluarga mengikuti dari belakang, sedangkan vita sedang tidur agar tidak terlalu merasakan sakit di perut nya.


******


"permisi sus, pasien yang bernama andriani vita melinda ada di ruangan mana yah" tanya ramma, pada suster penjaga


"iya baik pak, saya cek dulu yah... ibu vita berada di ruangan anggrek biru nomer 68 pak, bapak bisa berjalan di sebelah sana, nanti akan ada tulisan anggrek biru" jawab suster


"baiklah sus, terima kasih" ucap ramma dan mereka semua berjalan untuk menuju ke ruangan vita


setelah mencari dan berputar putar, akhirnya mereka menemukan ruangan anggrek biru nomer 68, mereka bertiga langsung masuk ke dalan ruangan tersebut.


"Assalamualaikum" ucap ramma dengan nada khawatir


"waalaikum salam " jawab semua orang yang ada di ruangan itu

__ADS_1


mereka semua saling berslaman dan ramma bertanya sama mama ratih tentang keadaan vita.


"mam, bagaimana keadaan vita" tanya ramma


"kamu tenang dulu, vita lagi tidur, jangan di ganggu dulu. tadi dia kontraksi dan kata dokter masih pembukaan 3, jadi dia belum siap untuk melahirkan, kamu berdoa saja, semoga pembukaannya cepat dan anak kalian bisa cepat lahir" jawab ratih


"tapi mam... kandungan vita kan baru delapan setengah bulan, belum genap sembilan bulan. apa vita akan prematur mam" tanya ramma


"insya Allah tidak, ada kemungkinan salah perhitungan. karena melihat posisi bayi sudah waktunya untuk melahirkan, jadi sekarang cuma tunggu hitungan jam saja. kemungkinan nanti malam vita akan melahirkan " jawab ratih


ramma akhirnya tenang, setelah melihat kondisi vita yang baik baik saja, dan dia sudah berjanji kalau dia akan menemani vita melahirkan, dan dia akan masuk ke dalam ruangan persalinan.


*******


"bram, gue minta tolong jemput rendy yah, ini soalnya sudah waktunya dia pulang, loe pergi sama maira saja" ucap ramma pada bram


"iya... tenang aja, gue akan jemput rendy sekarang, dan akan langsung bawa dia kesini" jawab bram


"iya bang, maira akan jemput rendy, dia pasti seneng banget kalau tahu maminya akan melahirkan sekarang " jawab vita


"yah sudah sayang kita berangkat sekarang yah, biar tidak telat jemput nya" ucap bram ke maira


"yah sudah sayang ayo berangkat. semuanya kita pamit jemput rendy dulu yah.. " ucap maira dan dia mencium tangan ratih, willy , ramma dan satria


maira dan bram berangkat, menjemput rendy di sekolahnya. setelah beberapa menit mereka sampai di depan sekolah rendy yang ternyata belum jam pulang sekolah, mereka memutuskan untuk menunggu di kursih taman yang ada di halam sekolah rendy.


sambil menunggu rendy, mereka duduk sambil bermain bersama. sehingga banyak orang tua yang melihat mereka ikut tertawa dan bahagia karena melihat canda tawa maira dan bram.


setelah beberapa saat menunggu, akhirnya bel tanda pulang sekolah di bunyikan, dan semua anak sintak lati keluar dari ruang kelas mereka masing masing.


"Rendy" teriak maira saat melihat rendy berjalan mengarah ke luar sekolah


rendy yang melihat ternyata yang menjemput dia tante dan om nya, dia langsung berlari dengan memanggil maira dan bram, dan langsung memeluk mereka berdua


"kok tante sama om yang jemput rendy, mana kakek nenek" ucap rendy

__ADS_1


"nanti juga rendy tahu, sekarang kita pulang dulu yah... rendy ganti baju dan setelah itu ikut tante dan om ke suatu tempat" jawab maira sambil menggandeng tangan rendy


dan mereka akhirnya pulang ke rumah untuk mengganti baju seragam rendy terlebih dahulu.


__ADS_2