Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 151


__ADS_3

ramma masuk ke dalam ruangan persalinan vita, dia melihat vita sedang menggendong seorang bayi perempuan membuat ramma meneteskan air matanya.


"Adinda itu papi datang.... " ucap vita sambil tersenyum melihat ke arah ramma


"Assalamualaikum anak papi yang cantik " ucap ramma sambil menyentuh pipi adinda dan dia juga selalu mencium kening vita


"vit... biarkan ramma adzanin Adinda yah" ucap ratih pada vita


"iya mam... sayang, kamu gendong Adinda yah" ucap vita dan menyerah kan adinda pada ramma


ramma langsung menggendong adinda dengan hati hati, dia sangat senang sekali, kini dia bisa merasakan menggendong dan adzanin putri kecilnya, soalnya waktu rendy lahir, ramma benar benar dalam kondisi terpuruk, bahkan untuk adzanin rendy saja dia tidak mampu karena rasa sedihnya saat di tinggal mendiang istrinya dulu.


suasana haru pilu menyelimuti ruangan iti, bahkan vita dan ratih sedari tadi tidak bisa menahan air mata kebahagiaan, saat melihat ramma menggendong Adinda.


setelah di adzanin, Adinda di kembalikan ke vita lagi untuk di susui, dan semua anggota keluarga yang menunggu di luar, di suruh untuk menunggu di ruang rawat inap vita, karena vita akan di pindahkan di ruangan itu bersama Adinda.


******


kini vita dan Adinda sudah di pindahkan di ruang rawat inap, semua anggota keluarga saling bergantian menggendong adinda, bahkan rendy sendiri juga ingin sekali menggendong adik perempuan nya yang masih sangat kecil.


"ram... vit... kalian mau kadih nama siapa sih kecil ini masa cuma adinda saja" ucap ratih sambil menggendong cucu barunya itu


"iya mam.... ramma mau kasih nama dia Adinda Sherra Dirgantara " ucap ramma


"Adinda Sherra Dirgantara , nama yang bagus dan cantik... aku suka nama itu" jawab vita sambil terus tersenyum


karena hari sudah malam, mereka semua memutuskan untuk menginap di rumah sakit, karena ruangan bisa di bilang sangat besar, dan bisa menampung mereka semua.


ruangan itu memiliki dua kamar, jadi yang satu di pakai vita, ramma, rendy dan adinda, kamar satunya di tempati Ratih dan willy. dan sisanya harus tidur di soffa ruang tamu.

__ADS_1


*******


sudah tiga hari vita dan adinda ada di rumah sakit, kini waktunya untuk mereka pulang. semuanya sudah menyiapkan pesta penyambutan untuk kedatangan Adinda sebagai anggota baru di rumah mereka.


bahkan rendy sendiri sengaja bolos sekolah demi menyambut kedatangan mami dan adik barunya. vita menggendong Adinda dan ramma membawa tas yang berisi keperluan Adinda dari rumah sakit.


mereka vertiga masuk ke dalam mobil, dan mereka menuju ke rumah untuk bertemu dengan keluarga di sana. setelah beberapa menit mereka sampai di depan rumah, dan di depan pintu sudah banyak sekali balon pink yang berjejer rapi.


"sayang.... lucu banget penyambutan nya, kenapa meriah sekali sih ini... " ucap vita yang berbisik pada ramma


"kamu kaya tidak tahu bagaimana mama dan maira, kalau tidak mewah bukan mereka namanya, yah sudah ayo kita masuk, ini baru luar belum dalam" jawab ramma


dan mereka berdua membuka pintu, dan langsung banyak sekali kelopak bunga yang berjatuhan dari atas ke bawah, dan di dinding terdapat tulisan Adinda Sherra Dirgantara.


bahkan mereka juga menyiapkan banyak sekali kue dan juga makanan untuk di makan bersama sama satu keluarga,


setelah acara selesai mereka semuanya pulang, ke rumah masing masing. adinda juva di taruh di dalam kamar nya sendiri, agar vita dan ramma bisa istirahat sebentar.


rendy menjadi kakak yang sangat baik untuk adinda, dia sangat sayang pada adiknya itu, bahkan rendy selalu ingin tidur menemani adinda di kamarnya.


"Adinda.... kakak akan jagain kamu, dan saat besar nanti, kakak akan lindungi kamu dari anak anak nakal" ucap rendy pada adinda


"Adinda..... kakak janji kalau kita akan bersama terus, kakak tidak akan biarin kamu pergi jauh dari kakak, kakak sayang sama kamu adinda cantik"


rendy sangat sayang dengan adiknya itu, bahkan di pagi hari rendy selalu menyempatkan untuk menyapa adik nya, dan selalu mandi bersama adinda.


saat mau berangkat sekolah pun, rendy mau di antar mami papi dan adinda. rendy terlihat jauh lebih bahagia lagi, dan dia jauh bisa bersikap lebih dewasa, karena saat dia mau beli mainan, dia selalu teringat dengan adinda jadi dia harus beli dua satu untuk dia dan satu lagi untuk adinda.


*******

__ADS_1


maira bermain ke rumah ramma untuk bertemu dengan adinda, karena dia sangat gemas dengan ponakan kecilnya itu.


"mbak.... lucu banget sih ini sih adinda... pingin deh punya satu yang kaya begini" ucap maira pada vita sambil menggendong adinda


"yah mangkanya buruan hamil Ra, masa betah sih berduaan terus sama bram, kan enak kalaubada mainan baru di rumah kaya adinda" jawab vita sambil merapikan baju adinda


"iya mbak... doain aja yah... " jawab maira sambil bermain dengan adinda


"huwwek huwekk huwekk" maira yang tiba tiba berlari ke kamar mandi karena ingin muntah


vita yang mendengar itu, langsung mengikuti maira ke kamar mandi yang ada di kamar adinda, vita sangat khawatir karena maira muntah sampai tubuhnya lemas.


"kamu kenapa Ra.... ayo ayo, kamu duduk dulu" ucap vita sambil membantu memapah tubuh maira


"aku tidak tahu mbak kenapa, apa asam lambung ku naik yah... dari kemarin aku muntah muntah terus" jawab maira yang menyandarkan kepalanya di soffa


"kamu masuk angin mungkin ra, mbak kerokin kamu yah, biar cepat sembuh. itu wajah kamu sudah pucat loh ra, dan setelah itu kamu istirahat dulu di kamar kamu, biar nanti bram juga nginap di sini" ucap vita sambil ngasih minum ke maira


"iya deh mbak, tolong kerokin aku yah, siapa tahu jadi lebih enak. " ucap maira


"yah sudah kamu tengkurap sana, biar aku kerokin kamu, bentar aku mau ambil minyak angin dan minyak gosok dulu" jawab vita


dan vita langsung ngerokin punggung maira, setelah di kerokin, maira jauh lebih baik, dia tidak muntah muntah lagi, vita juga mengambilkan air hangat untuk di minum sama maira.


setelah di kerokin, maira langsung memilih istirahat di kamarnya, sambil menunggu bram pulang dia tidur dulu di kamar.


vita menceritakan tentang kondisi maira ke mama ratih, dan kecurigaan mereka semakin kuat karena melihat maira muntah muntah.


besok pagi mama ratih berencana memberikan alat tes kehamilan pada maira, agar bisa langsung di gunakan saat bangun tidur. tapi mama ratih melarang maira cerita sama bram, karena mereka ingin tahu dulu hasilnya seperti apa baru nanti cerita sama semua orang.

__ADS_1


__ADS_2