
Setelah sampai di rumah ramma dan vita langsung mencari keberadaan rendy, walaupun tadi sudah VC sama rendy, tetap saja vita belum puas kalau belum melihat wajah rendy secara langsung. Vita dan ramma pulang ke rumah sekitar pukul 9 malam karena tugas di kantor sangat banyak, apa lagi mila ijin cuti karena anknya sakit jadi mau tidak mau ramma yang akan mengerjakan semuanya.
“pak yusuf rendy dimana pak” tanya vita karena sudah kangen banget sama rendy
“aden sudah tidur, habis sholat isya’ tadi non” jawab pak yusuf
“yah sudah saya mau langsung ke kamar rendy dulu” saut vita yang langsung lari ke kamar rendy
Ceklekk... (kamar rendy di buka vita)
Vita langsung tersenyum dengan
memandang wajah polos rendy saat tidur, dan vita juga sesekali membelai wajah rendy lalu membenarkan selimut rendy yang sedikit terbuka.
“mimpi indah anak mami, I Love You sayang” bisik vita ke telinga rendy
Vita langsung kembali ke kamarnya sendiri, untuk bersih-bersih, karena tubuhnya sudah sangat lengket. Setelah sampai kamar ternyata ramma sudah lebih dulu mandi jadi vita harus menunggu giliran setelah ramma, setelah menunggu 30 menit akhirnya ramma selesai juga mandinya.
Ceklkkk...(pintu kamar mandi terbuka)
“tumben cepet mandinya, biasanya lama banget” ucap vita saat melihat ramma keluar kamar mandi
“kamu tuh, kalau lama marah, kalau cepet tumben. Maunya apa sih” jawab ramma sambil memandang wajah vita dengan sangat dekat
(sekali-kali ahh gw yang goda dia, biar dia tau rasa bagaimana rasanya di goda.) suara hati vita
“aku maunya kamu sayang,” sambil membisikan di telinga ramma
“vita kamu jangan menggoda kesabaran ku yah” jawab ramma yang hampir hilang kendali
“aku tidak menggoda, emang aku menginginkan kamu ramma sayang” ucap vita sambil menggigit bibir bawahnya lalu vita menarik baju ramma agar vita bisa mencium bibir suaminya itu dan setelah itu vita langsung lari masuk ke kamar mandi meninggalkan ramma yang sudah hampir menerkam vita.
__ADS_1
“kamu lihat saja vita aku tidak akan membiarkan kamu lolos malam ini” ucap ramma sambil sedikit menenangkan hati dan fikirannya, karena ulah vita kini ramma sudah tidak lagi fokus dengan pekerjaan yang akan dia kerjakan di rumah. Padahal niat ramma setelah mandi dia akan ngecek e-mail yang di kirim mila, tapi karena ulah vita kini dia sudah tidak ada keinginan untuk bekerja di rumah.
******
“haduhh ****** gw, kenapa pakai lupa untuk membawa baju sih?..... kenapa kamu bodoh sekali vita, apa iya kamu mau keluar dengan menggunakan handuk mandi saja, bisa-bisa kamu membangunkan singa yang lagi tidur” ucap vita di dalam kamar mandi.
Vita kini hanya bisa meratapi kebodohannya sendiri di kamar mandi, dia berfikir keras bagaimana cara dia keluar dengan aman, karena tidak akan mungkin ramma mau mengambilkan baju untuk vita dan dia juga tidak mungkin berlama-lama di dalam kamar mandi bisa-bisa masuk angin dia karena hanya menggunakan handuk saja.
Kini mau tidak mau vita harus keluar dengan menggunakan handuk yang di lilitkan saja, untuk urusan ramma vita hanya bisa pasrah, kalau ramma menginginkan hal itu dia sendiri tidak bisa menolak.
Ceklekkkk....(pintu kamar mandi terbuka)
Vita hanya berjalan tanpa dosa ke arah almari untuk mengambil baju, sementara ramma yang menunggu dari tadi hanya bisa menelan salivanya saja. Kini memang ramma sudah tidak bisa menahan dirinya sendiri, akhirnya ramma bangkit dari tempat tidurnya dan langsung memastikan pintu kamarnya sudah terkunci rapat. Setelah itu ramma langsung memeluk tubuh vita dari belakang.
“kamu berhasil menggoda ku vita, dan kamu harus tanggung jawab dengan juniorku sekarang” ucap ramma pas di telinga vita.
Bluss... wajah vita langsung memerah karena menahan malu.
“aku suka dengan lupamu ini, kalau kamu setiap hari lupa juga tidak apa-apa kok. Aku siap” ucap ramma sambil mencium leher jenjang vita
“enak saja, enak di kamu dong kalau begitu” saut vita sambil melepaskan tangan ramma lalu berbalik menghadap ke arah rama, tapi tidak di sangka-sangka, kalau handuk yang di pakai vita tiba-tiba melorot pas di depan ramma
Aahhh.... vita langsung jongkok untuk membenarkan handuknya kembali, tapi kecepatan vita tidak setara dengan kecepatan tangan ramma yang langsung menggendong vita ala bridal style dengan tubuh vita tanpa sehelai benang sedikitpun. Vita hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan ramma.
Akhirnya mereka meluapkan rasa cinta mereka dengan sebuah aksi yang sangat panas di atas ranjang mereka. Entah kini ramma sedang bersemangat atau sedang kesetanan sehingga dia menghajar vita semalaman tanpa membiarkan vita istirahat sebentar. Aksi mereka baru selesai saat ramma sudah lelah dengan apa yang di lakukannya malam itu, sehingga keduanya kini langsung tidur untuk melepas lelah karena aksi ramma yang bisa di bilang brutal karena godaan vita.
Walaupun mereka tidur di pagi hari, tapi mereka tidak pernh meninggalkan kewajiban sholat subuh, walaupun tubuh masih terasa lelah dan capek vita dan ramma masih menyempatkan untuk menunaikan sholat subuh dan setelah itu mereka melanjutkan tidur mereka.
Kali ini vita tidak membantu bi sumi memasak dia masih terbuai dengan pelukan tubuh ramma yang sangat nyaman, bi sumi sendiri sangat menyadari kalau majikannya telat bangun pasti mereka kelelahan karena memang tadi malam vita dan ramma pulang larut malam.
“Astaga.. ini sudah jam berapa” suara vita yang sadar kalau dia bangun sangat telat
__ADS_1
“sayang bangun.. kamu tidak mau berangkat ke kantor” ucap vita sambil menggoyang-goyangkan tubuh ramma, tapi ramma tidak bergerak sama sekali
“ni orang tidur apa mati sih kok gak ada bedanya sama sekali, yah sudahlah ke kamar rendy dulu” ucap vita dengan nada kesal
*********
“Rendy sayanggg” ucap vita sat masuk ke kamar rendy
“selamat ciang mami” ucap rendy dengan senyum yang di buat-buat
“lohh kok siang sih sayang, ini kan masih pagi” ucap vita sambil melihat jam di dinding kamar rendy
“habisnya, mami sama papi telat bangun sihh, lendy sudah siap belangkat sekolah mami balu bangun” ucap rendy dengan cemberut
“iya sayang, maafkan mami yahh.. yah sudah rendy mami temanin sarapan yah, mami suapin hari ini untuk rendy yahh” ucap vita sambil menjewer telinganya sendiri
“iya lendy maafkan mami, kata mbak tina kemalin mami sama papi pulang malam, jadi pasti capek” ucap rendy yang sudah ceria lagi
(iya setelah itu mami di kerjain papi habis-habisan sayang, niatnya mami yang mau ngerjain papi tapi malah senjata makan tuan) ucap vita dalam hati
Vita dan rendy sudah ada di meja makan, dan vita dengan telaten menyuapin rendy nasi goreng, dan tak lama ramma turun dan iku bergabung untuk menemani rendy makan, sedangkan ramma lebih pilih makan roti tawar saja. Setelah itu ramma dan vita hanya mengantar rendy sampai depan pintu saja, karena rendy minta untuk di antar sama mbak tina dan pak asep, sedangkan Vita dan ramma langsung pergi ke kamar mereka lagi.
“lohh sayang kamu tidak kerja, kok malah tidur lagi sih” ucap vita yang melihat ramma naik ke kasur lagi
“kamu sini dong sayang” ucap ramma sambil menyuruh vita untuk berbaring di sampingnya, dan setelah itu ramma langsung memeluk tubuh vita
“ini sudah siang loh sayang, kamu nanti telat. Dan ini kan hari pertama kau magang, masa iya aku juga telat” jawab vita
“aku masih capek sayang, ijinkan aku tidur seperti ini sebentar saja. Lagiankan aku bossnya jadi mau telat atau enggak itu terserah, dan kamu tidak usah khawatir sama magang kamu, lagiankan kamu magang jadi asisten pribadi ku, dan sekarang kamu sedang menemani aku jadi ini juga bisa di catat kamu lagi magang dan aku bisa pastikan kamu akan mendapat nilai sempurna dari aku” ucap ramma sambil menutup matanya dan sesekali mencium kening vita
“hemmm dasar boss mesum, mana ada boss yang ngajak tidur asisten pribadinya seperti ini” ucap vita sambil tersenyum geli mendengar ucapan ramma
__ADS_1