Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 24


__ADS_3

Semua makanan kini sudah tersedia di atas meja, tinggal tunggu ramma pulang, dan rendy bangun, sambil menunggu semuanya, vita pergi ke kamar untuk membersihkan kamar dan juga mengambil baju kotor agar bisa langsung di cuci sama bi summi.


Kini vita sedang berdiri di balkon kamar dan memandang keluar rumah untuk melihat semua aktifitas yang ada di jalan kompleks depan rumah, dia juga bisa melihat ramma yang berlari dengan kelelahan di jalan kompleks, walaupun di jalan ramma banyak sekali di sapa sama perempuan-perempuan cantik tapi ramma sama sekali tidak menggubris mereka.


“ternyata perubahan dia hanya di dalam rumah, setelah keluar rumah maka ramma tetap menjadi ramma yang dulu, yang dingin, jarang ngomong dan angkuh” ucap vita pada diri sendiri


“Vita!! Kamun dimana” ucap ramma yang mencari vita


“iya kenapa, aku di sini sayang” jawab vita


“ciee.. sudah nyaman niyahh panggil aku sayang” gurau ramma ke vita


“apasih OM ganggu saja, sudah sana om mandi dulu, bau tau” ucap vita sambil senyum palsu


“kok om lagi sih, awas yah kamu, nanti malam kamu harus siap-siap aku hukum” jawab ramma sambil senyum devilnya lalu langsung pergi ke kamar mandi


(****** kau vita, dia mau ngapain malam nanti. Dia mau menghukum ku apa nanti malam) suara hati vita


“sudahlah tidak perlu di fikirkan, paling dia mau di pijat nanti malam, karena dia kelelahan habis lari” ucap vita dengan lirih


Setelah membereskan kamarnya sendiri kini dia beranjak ke kamar rendy untuk membangunkan putranya itu, setelah sampai vita langsung membuka gorden jendela kamar rendy agar sinar matahari bisa masuk tanpa kehalang apapun. Dan benar saja sinar matahari langsung mengenai wajah putranya yang sedang tidur itu.


“hahhhh mami, cilau tau.. tutup lagi mi, lendy masih ngantuk” ucap rendy sambil menutup mukanya dengan bantal


“ayo syang bangun, ini sudah pagi loh.. mami tadi sudah masak buat kita sarapan, apa rendy mau mkanannya di habiskan sama papi, dan rendy tidak kebagian” ucap vita sambil menarik tangan putranya itu agar dia bisa duduk


“tidak mau, enak saja papi mau habisin semua makanan lendy. Mami lendy mau mandi sekarang” ucap rendy dengan semangat dan langsung menarik tangan vita


*********

__ADS_1


Mereka sudah duduk di meja makan dan vita langsung mengambilkan makanan untuk ramma, dan juga untuk rendy. Tidak lupa kopi hitam pahit kesukaan ramma, dan susu hangat untu rendy, sedangkan vita dia lebih suka tea. Kini yang terdengar hanyalah dentingan sendok dan garpu di atas piring tanpa ada suara, karena ramma ingin kalau makan semuanya hening agar bisa lebih merasakan nikmatnya makanan.


Setelah makan, vita langsung membereskan piring yang kotor dan memasukan makanan sisa ke tempatnya semula, untuk di panaskan sama bi summi dan bisa di makan untuk semuanya yang ingin makan, vita tidak pernah membeda-bedakan makanan untuk dirinya dan untuk pembantu rumah tangga, semuanya sama saja dan dapat memakan apa saja.


Setelah selesai semua tiba-tiba ramma ngasih ide untuk pergi liburan ke taman safari, dan sontak saja rendy langsung mengiyakan ajakan ramma, dan dia sangat antusias untuk segera berangkat.


“yah sudah rendy siap-siap di bantu mbak tina yah, biar mami dan papi juga bisa siap-siap dan kita langsung berangkat” ucap ramma


“iya papi. Mbak Tina ayo bantu aku ganti baju cekalang” teriak rendy yang langsung lari ke kamarnya


“rendy hati-hati nak jangan lari nanti kamu jatuh” ucap vita sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah rendy


“hai.. mami rendy, sekarang waktunya kamu untuk mengurus ku, jangan Cuma rendy saja yang kamu urus, papinya rendy juga butuh belaian kamu” goda ramma kepada vita


“tidak mau.. urus aja sendri kan sudah besar wekkk (vita yang menjulurkan lidahnya)” ucap vita yang langsung lari menjauh dari ramma.


“sayang turunin, tidak enak sama semuanya” ucap vita sambil meronta untuk di turunkan ramma.


Tapi ramma tidak mau menurunkan malah dia teriak kalau dia mencintai vita, yang membuat vita malu dan membenamkan kepalanya di dada bidang ramma.


Ramma dan vita langsung ganti baju karena memang mereka juga sudah mandi jadi tinggal ganti baju saja, kini ramma memakai kaus putih dengan kemeja polos yang tidak di kancing, dan celana pendek, sepatu sneakers hitam putih, dan tak lupa jam tangan kesukaan rama.


Sedangkan vita menggunakan kemeja putih yang di masukan kedalam celana jeans panjang lalu menggunakan sepatu sneakers wanita berwarna putih lalu makeup natural, rambut di urai panjang, dan sebagai pelengkap tas slempang kecil.


Rendy juga tidak mau kalah dia menggunakan baju kaus hitam lalu kemeja yang tidak di kancing dan sepatu sneakers berwarna biru hitam yang bisa menyala.


Kini mereka berangkat tanpa adanya supir yang mengantar, ramma membawa sendiri mobilnya, sedangkan rendy berada di pangkuan vita terkadang juga rendy pindah kebelakang untuk bermain di kursih belakang. Mereka di dalam mobil selalu tersenyum, canda tawa selalu terdengar, hingga mereka sampai ke tempat tujuan.


karena sudah sampai mereka turun dari mobil dengan tambahan kaca-mata hitam sebagai pelengkap gaya mereka, semua mata yang melihat ke arah ramma, vita dan juga rendy langsung kagum dan iri sekali dengan keluarga kecil mereka yang terlihat sangat bahagia. Bahkan dimanapun mereka jalan pasti banyak mata yang selalu mengikuti mereka dan banyak orang yang berbisik-bisik di belakang mereka.

__ADS_1


“lihat deh mereka, bahagia banget yah” kata sih A


“iya yah, suami tampan, istri cantik dan anak yang lucu apalagi kelihatan mereka orang yang berduit” kata sih B


Banyak sekali omongan dari para pengunjung lain mengenai vita, ramma, dan rendy. Ada yang suka dan ada yang tidak suka, ada yang iri dengan vita ada juga yang iri dengan ramma. Tapi mereka tidak mau ambil pusing dengan kata-kata orang lain, yang penting mereka tidak mengganggu dan menyakiti hati masih wajar saja.


“mami lihat deh halimau itu, kaya papi tau mi, jahat suka malah-malah sama olang” kata rendy dengan polos


“he he he he iya yah ren, papi kaya harimau itu, nakutin banget” ucap vita yang semakin menyudutkan ramma.


“ohh gitu jadi papi kayak harimau, biari papi gigit rendy sekarang... Haummm” ucap ramma sambil menirukan suara harimau, dan langsung mengejar rendy yang lagi lari


“ahhh takutt..ada halimau lepas... ha ha ha, mami tolong lendy mami” teriak rendy yang sedang di kejar ramma


Setelah menangkap rendy, ramma langsung ngelitikin perut rendy dengan mulutnya, seakan-akan ramma mau memakan perut anaknya itu. Dan rendy pun tertawa tanpa henti karena ulah ramma, vita juga tidak mau kalah dia langsung memeluk tubuh ramma dan langsung naik ke punggung ramma dan mereka tertawa bersama, sehingga membuat orang yang melihatnya iri karena kebahagiaan keluarga kecil itu.


Setelah puas dan lelah kini mereka mencari tempat makan untuk mengisi perut mereka, setelah menentukan pilihan sama tempat makan yang cukup ramai mereka langsung mencri tempat duduk dan ramma, duduk di depan vita sedangkan rendy duduk di samping vita.


Ramma langsung mengangkat tanggannya untuk memanggil pelayan di tempat makan tersebut, dan setelah pelayan datang mereka langsung memilih-milih mkanan yang mereka mau. Dan tak lama makanan pun datang, kini rendy tidak mau di suapin sama vita karena dia ingin makan sendiri.


“rendy kok tumben tidak mau di suapin sama mami vita” ucap ramma yang ingin tau


“lendy ingin mandili pi, mangkanya lendy tidak mau di cuapin mami, kata bu gulu kalau mau punya adik lendy halus mandiri” ucap rendy


Uhuk..uhuk...uhukkk (vita langsung tersedak)


Mendengar ucapan rendy yang seperti itu membuat vita dan ramma langsung kaget, dan mereka kini saling pandang sedangkan rendy seperti tidak berdosa setelah mengatakan hal seperti itu. Sebenarnya dalam hati ramma sangat senang tapi di hati vita dia malah bingung.


(haduhh rendy, bagaimana caranya mami bisa hamil, kalau papi kamu tidak ngapa-ngapain mami) suara hati vita

__ADS_1


__ADS_2