
setelah acara pernikahan, mereka kumpul bersama di lestoran yang sengaja mereka pesan untuk keluarga yang datang, mereka makan bersama dan terlihat sangat bahagia dengan pasangan masing masing, mereka juga sedang melihat foto foto keluarga mereka di sebuah album foto pernikahan mereka semua.
kehidupan mereka semua berjalan dengan lancar, bisnis mereka juga semakin berkembang pesat hingga ramma, satria dan bram juga membuka beberapa hotel, gedung sekolah dan juga gedung perkuliahan lagi.
********
19 tahun kemudian, rendy tumbuh menjadi seorang pemuda tampan. dia mendiririkan perusahaan sendiri, dia merintis dari nol tanpa bantuan dari ramma dan juga om om nya.
kini rendy di umur yang ke 24 tahun dia sudah menjadi pemimpin sebuah perusahaan besar, jawa pengusaha sudah melekat di diri dia.
rendy menjadi incaran para pengusaha, untuk di jadikan menantu mereka, banyak sekali anak anak pengusaha ternama yang jatuh hati pada rendy, tapi sayang rendy selalu menutup diri dan menolak kedatangan para perempuan perempuan itu.
adinda juga tumbuh menjadi seorang gadis yang periang dan sangat bisa membawa suasana, rendy sangat menyayangi adinda dan begitu sebaliknya. tapi adinda tidak ingin terjun di dunia bisnis yang sama seperti kakak nya, dia memilih untuk mewujudkan cita citanya sebagai seorang dokter.
kini adinda baru lulus SMA, dia masih bingung untuk melanjutkan kuliah di mana, karena dia ingin lepas dari kesan mewah keluarganya. adinda lebih suka di kenal sebagai anak yang biasa saja, adinda tidak suka memamerkan kekayaan papi dan maminya.
"dinda, kamu mau kuliah di mana sayang" ucap vita pada adinda
"ehhhmmm dimana yah mi, adinda juga bingung" jawab adinda
"sayang, ngapain bingung... kamu tinggal pilih, mau kuliah di mana dan nanti biar mami dan papi yang daftarkan kamu" ucap ramma
(haduh... kalau yang daftarkan aku mami dan papi, bisa bisa semua orang bakalan tahu dong kalau aku anak dari ramma dan vita dirgantara. tidak tidak.... ini tidak bisa di biarkan) suara hati adinda
__ADS_1
"ehhhmmm nanti deh mi pi, adinda masih bingung" jawab adinda
"yah sudah kamu cari dulu, universitas mana yang ingin kamu masuki, dan berada di kota mana" ucap ramma
"hahh tidak, adinda harus kuliah di kota sini aja mi pi, jangan keluar kota, rendy tidak setuju" ucap rendy sambil terus fokus sama buku yang dia baca
(hemm kerjain kak rendy ah... kalau dia lihat aku marah, apa yang akan dia lakukan yah, dari kecilkan aku tidak pernah marah sama kak rendy. coba dulu ah.... he he he he) suara hati adinda
"ehhh mi... pi... bagaimana kalau adinda kuliah di paris aja, di sanakan ada rumah kakek nenek, jadi dinda bisa tinggal di sana" ucap adinda dengan melirik ke arah rendy
"apa... tidak, kamu jangan macam macam yah dinda, kamu ke luar kota aja kakak tidak setuju apa lagi keluar negeri. siapa yang akan jagain kamu di sana, sampai kapan pun kakak tidak akan kadih ijin kamu pergi" ucap rendy sambil menutup dengan kasar buku yang dia baca
"mami... papi.... boleh yah... dinda kuliah di luar negeri" ucap dinda sambil duduk di antara ramma dan vita
"sayang tapi kakak mu tidak ngasih ijin gituloh.... kamu minta ijin sama kakak mu dulu sana" jawab vita
"tidak sekali kakak bilang tidak yah tetap tidak, kakak khawatir sama kamu din, kalau kamu di sana, kakak tidak akan bisa jagain dan pantau kamu lagi dinda" jawab rendy
"ihhhh kakak jahat, kakak egois.. kakak sendiri lulusan harvard university, dan adinda dulu sangat mendukung kakak, tapi kenapa sekarang kakak tidak mau mendukung aku juga sih.... kakak egois, aku benci sama kakak" ucap adinda sambil berdiri dan lari ke kamarnya, karena memang adinda paling tidak bisa menahan tawanya terlalu lama, mangkanya dia pilih lari dari pada ketahuan bohong
"adinda.... din... dengerin kakak dulu" teriak rendy namun adinda tidak menghiraukan
ramma dan vita hanya bisa diam melihat itu, mereka tidak menyangka kalau adinda bakalan semarah itu sama rendy, karena memang dari kecil mereka tidak pernah berantem. mereka selalu saling melindungi dan menjaga.
"sudah sudah ren, jangan kejar adikmu dulu, biarkan dia tenang dulu baru nanti kalian bisa bicara baik baik, nanti mami akan bantu bicara sama adinda" ucap vita sambil menenangkan rendy
"tapi mi... adinda pasti sedih banget sekarang, dia pasti nangis... rendy egois yah mi sama adinda, ini memang salah rendy, rendy akan minta maaf sama adinda mi" ucap rendy sama vita
__ADS_1
"iya sayang, biarkan rendy yang ngomong sama adiknya, kita jangan ikut campur dulu. selagi mereka masih bisa menyelesaikan masalahnya, kita jangan ikut ikut, ini juga melatih rasa tanggung jawab rendy pada adiknya" ucap ramma sambil menutup korannya
"kamu yakin sayang" ucap vita pada ramma
"iya aku yakin. ren... papi percaya sama kamu, jangan buat adikmu kecewa, sekarang kamu temui dia dan jelaskan semua alasan kamu sama dia" ucap ramma pada rendy
"iya pi.. rendy akan temui adinda sekarang " jawab rendy
rendy langsung berdiri dan berjalan ke kamar adinda yang berada di samping kamar milik dia, karena sedari kecil kamar mereka tidak pernah ganti.
*****
"haduh... aku jahat tidak sih sama kak rendy, ihhh jadi aku yang tidak enak sendiri setelah ngomong kaya begitu sama kak rendy" ucap adinda pada dirinya sendiri
"nanti deh aku minta maafnya, dan aku akan jujur kalau aku tadi hanya ngeprank dia saja, semoga kak rendy tidak balik marah sama aku" ucap adinda lagi
tokkk... tokk... tok... pintu kamar adinda di ketuk
"dek... ini kakak, kakak boleh masuk tidak" ucap rendy sambil terus mengetuk pintu kamar adinda
"hahh... kak rendy kok datang ke kamar ku sih, kak rendy mau ngapain yah... " ucap adinda pada dirinya sendiri
"iya kak... masuk aja, pintu tidak di kunci" jawab adinda sambil teriak
"kamu masih marah sama kakak?... jangan marah yah, kakak tidak mau berantem sama kamu, kakak tidak bermaksud egois, kakak hanya tidak mau kalau kamu kenapa napa, kamu itu adik satu satinya kakak, kakak dari kecil sudah pernah berjanji untuk selalu menjaga kamu. kalau kamu masih mau kuliah di luar negeri, oke tidak apa apa, kakak akan temani kamu di sana sampai kamu lulus kuliah" ucap rendy pada adinda
(haduh.... kenapa jadi kak rendy yah yang minta maaf sama aku, padahal kan aku yang salah. lagian aku juga tidak mau kuliah di luar negeri, ngapain kuliah di sana kalau di negara ku sendiri juga banyak kampus yang bagus. yah sudah deh ngaku aja aku sekarang, dari pada aku makin merasa bersalah sama kak rendy ) suara hati adinda yang merasa semakin bersalah
__ADS_1