Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 34


__ADS_3

Mereka kini sudah sampai di depan gerbang sekolah rendy, dan langsung masuk karena 2 menit lagi rendy akan keluar dari kelasnya.


“untung kita tidak telat” ucap vita


“anak loe sekolah di sini ternyata, inikan sekolah mahal banget dan bisa di bilang ini sekolah TK terbaik di Jawa Barat


“Gw mah tidak tau apa-apa, yang bayar juga papinya, jadi yah terserah papinya mau di sekolahkan dimana. Ohh iya kalian nanti kalau bertemu anak Gw jangan kaget apa lagi sakit hati yah, saat mendengar ucapan dia.” Ucap vita untuk mempringati temannya


“tenang saja vit, namanya juga anak kecil, pasti kalau ngomong langsung blak-blakan tanpa di saring dulu. Yah masa kita sakit hati sama anak kecil kan gak lucu yah Yu” ucap alin dan di anggukin sama ayu


“Mamii!!!!” teriak rendy saat melihat vita


“Hay sayang... bagaimana anak mami nakal tidak di sekolah?” tanya vita ke rendy


“tidak dong mi, lendy kan anak baik, tidak pelnah nakal. Malah teman-teman lendy yang nakal jadi lendy pukul meleka semua sama penggalis lendy, tapi meleka malah nangis jadi lendy ketawain deh he he he he” ucap rendy dengan sangat polos


Vita, ayu dan alin hanya bisa menahan tawanya saat melihat ekspresi rendy saat menyampaikan semuanya. Walaupun vita sempat kaget karena rendy membuat temannya menangis, dan dia seperti papinya tidak pernah mau mengakui kesalahannya saat dia merasa tidak salah.


“haii nama kamu rendy yah... kenalin ini tante alin dan ini tante ayu” ucap ayu memperkenalkan diri sama rendy


“ihhhh ciapasih kamu sok kenal sama aku, dasal aneh” jawab rendi ke ayu dengan wajah tidak suka. Sontak wajah ayu berubah menjadi datar, sedangkn vita dan alin Cuma menertawai ayu dengan puas.

__ADS_1


“puas kalian ketawanya, puas sekarang?” uca ayu yang sedah panas dingin


“ha ha ha ha kan gw tadi sudah bilang, omongan anak gw jangan di ambil hati. He he he he rendy sayang jangan begitu yah nak, kenalin ini teman-teman mami, ini namanya tante alin dan ini namanya tente ayu. Mereka semua orang baik kok sayang, jadi rendy tidak boleh jahat yah sama mereka, yah sudah sekarang salim dulu dan minta maaf sama tante ayu” ucap vita


“iya mi, tante ayu yang aneh, lendy minta maaf yah, kalau tidak di maafin tante ayu beldosah loh, dan nanti tante ayu matinya masuk nelaka” ucap rendy yang ingin minta maaf dan mencium tangan ayu dan alin


“sudah yu maafkan saja, loe mau masuk neraka kaya yang di omongin rendy tadi” saut alin


“iya tante maafkan rendy sekarang, tapi nanti jangan di ulangi lagi yah” ucap ayu ke rendy


“tidak janji yah tante ayu yang aneh” jawab rendy


“ihh sumpah ni anak bikin orang kesel aja, walaupun lucu tapi sifatnya itu bisa buat orang darah tinggi, ehh vita loe nemu di mana sih anak kaya gini” gerutu ayu ke vita


Setelah 30 menit akhirnya mereka sampai di mall milik ramma, tapi vita tidak mau bilang ke temannya, karena enggan membuat kehebohan di dalam mall. Kini mereka sedang mengikuti rendy yang terus lari-lari kesana kesini dengan senang. Bahkan ayu dan alin kini sudah mulai akrap dengan rendy yahh walaupun masih sering di kerjain tapi mereka sangat bahagia bermain bersama.


Setelah lelah kini mereka mampir ke lestoran yang ada di mall tersebut, dan mereka selalu bercanda bersama sambil menunggu makanan datang. Mereka juga membicarakan masalahn mereka yang di suruh magang di perusahaan Dirgantara Group.


“bagaimana kalian mau tidak magang di sana?” tanya vita ke alin dan ayu


“kalau gw setuju aja vit, tapikan selera mereka cukup tinggi dan mana mungkin kita akan di terima di sana” jawab alin yang menemukan jalan buntu

__ADS_1


“kalau gitu bagaimana dengan gw, otak gw jauh di bawa kalian. Gw kelihat pintar juga karena bantuan kalian yang selalu ngasih contekan ke gw” ucap ayu dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


“yah itu mah eloe nya aja yu, males belajar. Mangkanya jangan keluyuran aja, di rumah itu belajar bukan Cuma numpang tidur” saut alin dengan memasang wajah kesel


“ethhh tunggu, gw keluyuran juga karena elu yang selalu ngajak gw keluar, jangan lupa lin elo juga ikut berperan dalam kebodohan gw” ucap ayu yang tidak mau di sudutkan


“lahh ni sih geblek malah berantem, kalau untuk masuk di perusahaan itu pasti nanti di terimah, yang gw tanyakan kalian mau tidak magang di sana, kalau iya kemungkinan lusa kita sudah bisa magang di sana” ucap vita


“hahhh loe punya orang dalam vit, gila loh yah...kalau ketahuan sama HRD nya pasti kita bakalan habis vit” ucap ayu yang kaget dengan ucapan vita


“iya gw punya orang dalam kenapa emang? Tidak perlu khawatir masalah HRD, semua akan baik-baik saja. Tapi yah gitu kalian harus bisa bekerja semaksimal mungkin, biar nilai kita bisa bagus dan tidak memalukan diri sendiri dan juga orang yang membantu kita” jawab vita


“gila loe yah... siapa orang dalam loe, kok bisa loe kenal sama orang yang ada di perusahaan itu” ucap alin yang penasaran


“nanti juga kalian tahu sendiri, lebih baik besok kalian siapkan proposalnya, biar kita bisa langsung nyerahin ke perusahaan itu dan lusa kita bisa langsung masuk magang” ucap vita yang menggantung


Saat mereka sedang ngobrol ber tiga, tiba-tiba rendy mulai protes karena makanan yang sudah datang itu tidak langsung di makan, malah vita asik ngobrol. Rendy memang memiliki sifat yang hampir mirip dengan papinya, tidak bisa sabar orangnya, dan selalu ingin di turutin kemauannya. Sehingga bisa di bayangkan betapa pusingnya vita saat di rumah harus mengurus dua orang yang tidak mau mengalah, dan selalu saja berdebat mengenai hal-hal kecil.


Walaupun mereka saling menyayangi tapi tidak bisa di pungkiri kalau ramma dan rendy juga sering berantem, yah walaupun hasil akhir vita akan tetap membela rendy dan ramma harus bisa mengalah untuk rendy.


Kini mereka langsung memakan makanan itu dengan tanpa suara, karena vita sudah mempringatkan kepada temannya kalau rendy tidak suka makan sama orang yang berisik, karena memang tidak sopan kalau makan sambil berbicara. Ayu dan Alin memilih diam untuk cari aman agar rendy tidak sebel sama mereka lagi,

__ADS_1


sehingga ayu dan alin berusaha dengan keras untuk makan tana mengobrol. Setelah selesi akhirnya mereka memilih untuk pulang, karena rendy sudah sangat kelelahan dan kini tidur di gendongan vita.


Setelah sampai rumah vita langsung menaruh rendy ke kamarnya, agar bisa tidur dengan nyaman, mungkin karena sangat mengantuk sehingga saat vita menggantikan baju rendy tidak mau bangun dan tetap memejamkan matanya. Setelah selesai dengan rendy vita kembali ke kamarnya untuk mandi, sholat dan setelah itu dia ingin tidur karena juga merasa lelah karena lari-larian bersama rendy, ayu, dan alin.


__ADS_2