Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 50


__ADS_3

Kini mereka semua sedang berkumpul di ruang meeting untuk menenangkan hati dan fikiran mereka yang sedang panas. Bahan vita juga sudah memesan 6 botol air mineral dingin untuk di bawa ke ruang meeting tersebut, agar suasana tidak terus tegang. Vita kini sedang berusaha untuk menghibur semua orang, karena vita tidak mau gara-gara ini perjalanan mereka besok jadi kacau.


Tokk..tokk..tok... (suara pintu di ketuk) vita langsung membuka pintu dan mengambil minuman itu trus langsung dibagikan ke suami dan teman-temannya itu.


“Di minum dulu yah, biar tenang” ucap vita pada semua orang


“lin, yu kita lanjutin ini yah... biar cepat selesai agar kita bisa berkemas buat berangkat jalan-jalan besok” ucap vita sambil melemparkan senyuman dan kedipan mata agar alin dan ayu faham dan mau membantu untuk mencairkan suasana.


“ha ha ha ha itu mah elo sendiri aja vit, kita kan dari kemarin sudah berkemas jadi tinggal berangkat saja, iya kan yu” ucap alin sambil menertawakan vita


“iya... bener banget lin, kita mah tinggal tidur cantik saja malam ini” jawab ayu sambil tos dengan alin dan menertawakan vita bersama-sama


“kalian jahat banget sumpah, kenapa tidak ngasih tau gw sih... dasar teman durhaka kalian. Sayang... kita selesaikan ini yah.. biar kita bisa berkemas juga malam ini” ucap vita sambil menarik-narik tangan ramma dan bersikap manja seperti anak kecil


“cukup!!!! Vita loe itu bisa lihat situasi dan kondisi tidak sih... teman-teman loe itu di sini lagi jomblo semua, bisa tidak jangan bersikap seperti dunia hanya milik kalian berdua” ucap ayu dengan nada kesal


“tau tuh... emang loe anggap apa hahh kita disini, pajangan, bayangan, atau debu-debu yang berterbangan” saut alin yang tak kalah kesal dengan kelakuan vita


Melihat kelakuan para perempuan itu, kini ramma, satria, dan bram sudah bisa tersenyum kembali. Suasana hati mereka juga sudah lebih baik sekarang, kini vita, alin dan ayu juga saling menatap karena rencana yang mereka lakukan bisa berjalan dengan lancar.


“mangkanya kalau kalin jomblo, cari pacar dong, apa mau langsung cari suami biar ada teman tidur” ucap ramma sambil menahan senyumnya


“hehhh di pikir cari pacar itu gampang apa, siapa juga yang mau sama perempuan kaya kita ini yah lin” ucap ayu ke alin


“enak aja, kalau gw mah banyak yang suka, beda kalau loe yah yu... ingat jangan sama-samain kita” ucap alin sambil ngelirik ke ayu

__ADS_1


“woyy kalau loe banyak yang suka, trus kenapa loe dari masuk kuliah sampai sekarang masih jomblo juga” ucap ayu yang tidak terima dengan ucapan alin


“sudah-sudah tuh di depan kalian kan ada laki-laki jomblo juga, kenapa kalian tidak cari perhatian mereka saja. Apa kalian rela melihat mereka jadian sama perempuan lain” ucap ramma sambil melirik ke arah bram dan satria


“yah tidak!!!”


ucap alin dan ayu secara sepontan. Yang berhasil membuat semua mata yang ada di ruangan tersebut menuju ke mereke berdua


“ohh maksudnya, yah tidak untuk saat ini, sekarangkan kita masih repot dengan perjalanan bisnis ini. Jadi kalau bisa jangan bicara tentang pasangan dulu, kalau semuanya sudah beres yah terserah kalau pak satria dan pak bram mau cari kekasih juga tidak apa-apa, yang penting kita bereskan ini dulu. Iya kan lin” ucap ayu sambil menoleh ke arah alin


“iya..iya benar itu, kalian jangan berfikiran macam-macam dulu yahh” jawab alin dengan senyum yang di paksakan


“sudah-sudah kita selesaikan ini semua, ini sudah jam segini. Mau sampai kapan berkas-berkas ini kita pandangi terus” ucap satria


Mereka kini saling berkerja sama untuk menyelesaikan berkas-berkas yang ada, bahkan mereka sudah melupakan kejadian tadi. Tawa mereka ber 6 kini sudah kembali lagi bahkan hampir tidak ada jarak antara mereka, ramma sendiri sudah menganggap teman vita adalah teman dia sendiri.


Jam makan siang pun sudah tiba, cacing di perut mereka kini sudah mulai teriak-teriak minta di isi, sehingga mereka berangkat bersama untuk mencari makan.


Mereka telah sampai di rumah makan tempat vita kerja dulu, ramma memang sengaja mengajak vita ke rumah makan tersebut untuk sedikit memberi kejutan sama teman-teman dan juga atasan vita di rumah makan tersebut.


“vit... ini kan tempat kerja loe dulu” ucap alin ke vita, namun vita hanya diam tidak membalas ucapan alin


“ayo sayang kita masuk, kamu ngapain berdiri di sini terus. Kamu tidak usah khawatir, ada aku di sini yang akan menjaga kamu” ucap ramma sambil menggandeng tangan vita


*******

__ADS_1


“itukan vita yahh, gil* yah kelihatan beda banget sekarang” ucap salah seorang teman vita di rumah makan tersebut


“vita!!!!” ucap nigsih saat melihat vita


“ningsih... apa kabar kamu?” ucap vita pada temannya itu


“baik vit. Maaf yah dulu aku tidak bisa membantu kamu” ucap ningsih lagi


“iya tidak apa-apa, lupakan saja, aku juga sudah menganggap itu semua tidak pernah terjadi” ucap vita dengan senyum yang merekah di bibirnya


“kalian ngapain di sini, apa kalian mau saya pecat” ucap sekar yang langsung memotong percakapan mereka, dan seketika ningsih dan teman-temannya tadi langsung kembali ke posisi mereka masing-masing


“kamu vita kan? Ngapain kamu datang ke sini lagi, apa kamu mau ngelamar kerja di sini lagi. Hemmm lebih baik kamu pergi sekarang karena kamu sudah tidak akan saya terima di sini lagi” ucap sekar dengan nada sombongnya


“maaf ibu-ibu yang katanya terhormat, kami di sini mau makan yah, bukan mau dengerin ibu ceramah di depan kami” ucap ayu pada sekar


“ehhh enak saja kamu kalau ngomong, saya bukan ibu-ibu yah” ucap sekar dengan nada sinis


“cukup, kami di sini untuk makan. Jadi kami adalah pembeli yang berarti kami adalah raja di sini, dan satu lagi, vita datang kesini bukan untuk mencari pekerjaan jadi anda jangan besar kepala dulu. Vita tidak perlu bekerja di tempat kecil seperti ini, karena saya suaminya bisa memberikan dia uang sebanyak dia mau, jadi tolong jaga sikap anda sama kami kalau anda masih mau melihat tempat ini masih bisa berdiri besok” ucap ramma dengan senyuman devilnya


“sudah-sudah, sayang lebih baik kita cari tempat lain saja. Jangan buat ribut di sini, malu di lihatin orang” ucap vita pada ramma


“vit.. loe itu jadi orang jangan terlalu baik bisa tidak sih.. kita tidak peduli dengan banyaknya orang yang melihat, karena memang kita tidak salahkan. Seharusnya yang malu itu dia, boss macam apa coba yang tega memotong gaji pegawainya sendiri, apa dia tidak berfikir kalau pegawainya itu kerja banting tulang untuk menghidupi keluarganya, kalau gaji terus di potong, mau makan apa coba pegawainya” ucap ayu yang mencoba membela vita


Karena ucapan-ucapan mereka, kini semua orang yang ada di rumah makan tersebut mulai bergosip dan memandang tidak suka dengan sikap sekar yang sombong dan seenaknya sendiri, terlebih lagi dengan apa yang dilakukan sekar pada karyawannya, sehingga banyak pengunjung yang keluar dari rumah makan tersebut dengan tatapan mengancam ke arah sekar.

__ADS_1


__ADS_2