Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 159


__ADS_3

setelah mengisi semuanya, adinda dan rendy menyerahkan berkas itu di kating yang bertugas, setelah itu mereka langsung pergi untuk melihat lihat kembali kondisi kampus yang akan menjadi tempat adinda kuliah.


"dek... kenapa kamu tidak kuliah di kampus papi aja sih, kan di sana juga ada fakultas kedokteran, kenapa malah pilih di sini" tanya rendy pada adinda


"adinda bosen kak.... adinda ingin punya teman baru, yang mereka tidak tahu siapa adinda, kalau adinda kuliah di tempat papi, semuanya akan tahu kalau adinda itu anak dari pemilik kampus, dan hasilnya mereka tidak ada yang tulus berteman sama adinda, mereka selalu memiliki maksud sendiri saat dekat sama adinda. mangkanya di sini adinda ingin cari suasana baru, adinda ingin di kenal sebagai mahasiswa yang biasa, yang bisa punya banyak teman" jawab adinda sambil menggandeng tangan rendy


"kakak bangga sama kamu dek, walaupun kamu di besarkan dengan sangat berkecukupan, bahkan apapun yang kamu minta selalu di kasih. tapi kamu tidak tumbuh menjadi seorang gadis yang suka hambur hamburkan uang, dan kamu tidak butuh di puji akan kekayaan yang kamu miliki" ucap rendy sambil berjalan dan merangkul pundak adinda


"untuk saat ini adinda tidak butuh itu semua kak, mungkin suatu saat nanti, saat adinda bisa seperti papi dan kak rendy, adinda akan bangga saat di puji karena kesuksesan adinda sendiri, saat adinda bisa berdiri di atas kaki adinda sendiri, seperti kakak yang bisa sukses karena kerja keras kakak, bahkan nama kakak sudah banyak di kenal dan di takuti di dalam dunia bisnis. adinda butuh kakak sebagai idola adinda, sebagai cerminan adinda agar adinda bisa jauh lebih dari pada kakak" ucap adinda sambil tersenyum dan menatap mata rendy


"kakak akan temani kamu sampai kamu bisa di titik itu, dan kakak akan menjadi orang pertama yang berdiri sambil teriak memanggi nama kamu dengan bangga, karena kesuksesan yang kamu raih " jawab rendy sambil memegang lembut atas kepala adinda


"terima kasih kakak.... terima kasih sudah menjadi kakak yang terbaik buat adinda. adinda janji, adinda tidak akan pernah membuat papi, mami, dan kakak kecawa, adinda akan membuat kalian semua bangga dengan adinda" jawab adinda dengan mata yang sudah berkaca kaca


mereka saling berpelukan dan saling menguatkan satu sama lain, setelah itu mereka pergi mencari taksi untuk mengantarkan mereka ke mall buat mengambil kembali mobil rendy.


setelah sampai di mall mereka langsung pulang dan ingin menceritakan semuanya sama ramma dan vita. setelah beberapa menit mereka akhirnya sampai di rumah, dan rendy lanhsung memasukan mobilnya di garasi dan masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum" ucap rendy dan adinda


"Waalaikun salam " jawab vita dan ratih yang sedang duduk di ruang tengah


"mami... nenek" ucap rendy dan adinda, mereka langsung mencium tangan vita dan ratih


"kalian dari mana saja, tadi pergi tidak pamit, jam segini baru pulang" ucap vita sambil menjewer telinga rendy dan adinda

__ADS_1


"aaahhhh.... mami... mami... mami... sakit telinga nya.... iya iya ampun, tidak lagi lagi deh.... beneran janji" ucap adinda dan rendy sambil meringis kesakitan


"oke mami maafkan kalian sekarang, awas sampai pergi tidak pamit lagi yah... mami tidak akan berhenti jewer kuping kalian sampai kuping kalian lepas" ucap vita


"ihhh mami.... masa tega sih lihay kuping adinda lepas, kalau kuping kak rendy sih tidak apa apa mi, jangan kuping adinda" ucap adinda sambil memeluk vita


"eeehhh enak saja, kan tadi kamu yang tiba tiba tarik kakak buat anterin kamu cari kampus, ini malah salahin kakak... enggak mi... itu adinda tuh, yang mulai nakal jewer aja mi tidak apa apa" ucap rendy sambil memeluk vita juga


"enggak kakak yang salah"


"kamu yang salah"


"kakak"


"kamu"


"kakak"


"kamu"


"enggak, emang kamu yang salah, yang seharusnya di jewer itu kamu adinda..."


"huuusssssttt berisik.... dua duanya salah, sudah sudah... sana mandi, atau mau mami jewer lagi nie... " ucap vita sambil mau menjewer telinga mereka lagi


"ahhhh tidak tidak... iya sudah kita mandi... I Love you mami.... eemmuuaahhc eemmuuaahhc" ucap mereka sambil mencium vita dan juga ratih. lalu mereka berdua berlari ke kamar masing masing

__ADS_1


"eehhhmmm mama kirah mereka akan berubah saat besar, eehh ternyata sama saja kaya dulu, kalau lagi akur... akur.. kalau lagi berantem... berantem tapi tidak lama akur lagi... " ucap ratih sambil geleng geleng


"iya mam... vita juga tidak habis fikir, tapi mereka kelihatan banget kalau saling menyayangi dan melindungi, tapi mereka itu tidak pernah berantem beneran, tapi sering banget berantem lucu kaya begitu" jawab vita


"itu baru rendy dan adinda, coba kalau ada anak anak dari satria dan maira pasti makin berisik rumah ini" ucap ratih


"iya mam... ngomongin mereka jadi vita kangen sama mereka, kapan yah mereka akan balik ke indonesia, seharusnya perusahaan yang di luar negeri sana sudah bisa di tinggal" jawab vita


"coba kamu telpon maira, tanyain apa dia tidak kangen sama mamanya di sini, dan kamu juga telpon satria apa dia sudah lupa kalau masih punya mama di indonesia" ucap ratih


"he he he he iya mam... nanti coba vita telpon mereka semua, tapi kayaknya sih di waktu dekat ini mereka akan pulang mam, karena sih Arjuna dan Ariel katanya mau nerusin kuliah di indonesia bareng adinda" jawab vita


"yahh baguslah... kalau begitu, setidaknya cucu cucu mama ada di indonesia semua, kalau orang tuanya sih yahh terserah mereka" jawab ratih.


*******


maira dan bram memiliki satu orang putra yang bernama, Arjuna Bastian Kusuma, sedangkan alin dan satria juga memiliki satu orang putra juga yang di beri nama Ariel Devano Rahardian. umur mereka berdua tidak jauh berbeda dengan umur adinda, adinda dengan arjuna hanya terpaut 1 tahun sedangkan adinda dengan Ariel terpaut 1, 5 tahun.


Arjuna Bastian Kusuma



Ariel Devano Rahardian


__ADS_1


karena mereka bertiga sekolahnya dulu bareng bareng, dan mereka bertiga waktu kecil tidak bisa di pisah, yang satu sekolah dan yang lainnya ingin ikut sekolah juga, mangkanya mereka sekarang sama sama sudah lulus SMA dan berencana akan melanjutkan di kampus yang sama juga.


selama ini Arjuna dan Ariel ikut orang tua mereka untuk mengurus perusahaan yang baru saja di buka di Korea dan juga China, jadi mereka terpaksa harus berpisah dengan adinda saat akan masuk Sekolah Menengah Pertama, arjuna dan Ariel meneruskan di luar negeri sedangkan Adinda harus tetap tinggal di indonesia.


__ADS_2