
"mbak vita, lihat deh, reno adi dan dimas lagi ngelihatin kita tuh.... bagaimana kalau kita bermain main dengan mereka" ucap maira sambil menunjuk meja reno dengan kepalanya
"yakin.... kalau kak satria marah sama aku bagaimana" jawab alin
"lin tenang aja lagi, ruangan sebelahkan kedap suara, jadi mereka tidak akan mendengar kita ngomong apa aja di sini, jadi kita seperti biasa aja, mengalir apa adanya. kalau reno, adi, dan dimas tanya kita jawab sebisa kita, yang penting jangan cuek sama mereka anggap lagi ngobrol sama teman saja. bagaimana" jawab maira
"iya benar juga, oke, tapi jangan panggil mereka, aku yakin pasti itu anak tiga akan datang ke sini untuk nyamperin kita dulu, baru kita mulai rencana itu. biar kesannya kita lagi ngobrol dan bercanda bareng" jawab vita dengan santai
******
reno, dimas dan adi selalu melirik ke arah meja vita, alin, dan maira. mereka ingin sekali dekat dengan perempuan itu, karena memang di kelompok kita mereka lah yang paling cantik dan menarik.
"dim, Di, bagaimana kalau kita ke mejanya maira, vita dan alin. kita ngobrol ngobrol sama mereka saja bagaiaman" ucap reno pada teman temannya
"iya gue setuju, biar kita juga bisa lebih dekat dengan mereka juga, siapa tahu kita semua bisa jadian sama mereka mereka" jawab dimas sambil menatap alin
"oke tunggu apa lagi, ayo cepetan ke jalan ke sana" jawab adi
dan mereka berjalan ke arah vita, maira dan alin. maira yang sadar kalau mereka mulai mendekat dia langsung menyenggol vita dan alin sebagai kode untuk bersiap siap
"hai Ra, kita boleh gabung tidak.... kita ngobrol ngobrol gitu" ucap reno sambil melihat ke arah maira
"hahhh... ohh, bagaimana ini vit, lin boleh tidak kalau mereka gabung sama kita" tanya maira pada alin dan vita
__ADS_1
"ohhh oke terserah kalian aja, kalau mau duduk yah tinggal duduk saja, lagian kan kita bakalan sering ketemu jadi mau tidak mau kita harus akrab biar bisa kompak saat di desa nanti" jawab vita
"iya.... silahkan saja, kita juga tidak melarang kalian gabung di sini, biar makin rame juga" jawab alin
"terima kasih yah" ucap mereka senua, dan mereka langsung menarik kursi untuk duduk
"ohh iya ra, kamu ada ide buat proker kita nanti tidak, soalnya kan kamu wakil aku dan aku lagi buntu banget buat mikirin tentang proker kita nanti, kamu kasih saran dong Ra" ucap reno sambil melempar senyum ke arah maira
"hahhh proker? jangan ngaco loe ren, mana bisa kita bicara proker di saat kita sendiri belum mengerti bagaimana kondisi di tempat dan sumber daya apa saja di desa sana. yang benar itu kata sampai dulu di sana dan cari tahu tentang apa saja sumber daya di sana, baik manusia ataupun alam baru kita bisa nikirin tentang proker. abeh aneh aja sih pertanyaan loe ren" ucap maira sambil senyum sinis ke reno
"ha ha ha ha ha loe jangan gerogi gitu dong ren, sampai sampai bersikap bodoh macam itu, kita memang belum pernah ada yang kkn tapi kita juga bisa berfikir tentang itu dong ren, masa iya kita ngomongin proker kkn di sini, kalau begitu apa gunanya kkn dong" ucap alin sambil tertawa puas
(iya juga yah... kenapa gue **** banget sih.... seharusnya gue tanya hal hal yang lebih berbobot bukan malah ndagel macam itu, ini sama saja gue mempermalukan diri gue sendiri sebagai ketua) suara hati reno
mereka semua tertawa terbahak bahak karena pertanyaan konyol reno dan jawaban yang menohok dari maira dan alin. sedangkan reno hanya bisa menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal
"hahh hal hal aneh apa maksud loe di" ucap vita
"iya.... biasanya kan di tempat kkn itu ada hal hal aneh seperti hal gaib gitu, kita kan berada di desa orang dan kita termasuk pendatang baru di sana, bisa jadi penunggu desa ingin berkenalan dengan kita" jawab adi
"iya sih.... kan banyak sekali itu cerita cerita tentang pengalaman gaib saat berada di desa tempat kkn, contoh nya kkn desa penari yang sempat viral itu dan masih banyak lagi" saut dimas dengan wajah serius nya
"ha ha ha ha ha kalian jangan berfikir yang aneh aneh, yang penting kita sudah permisi dan sudah dapat ijin untuk tinggal di sana dan kita juga tidak ada niat buat ngeganggu mereka yang tak terlihat, jadi santai saja tidak perlu takut. ingat, kita dari kecil di ajarkan untuk ber doa dan memohon perlindungan dari tuhan, jadi ngapain takut sama yang begituan, lebih baik kita bentengin diri kita dengan sholat dan ngaji jadi yang begituan tidak bisa mendekat ke kita" jawab vita dengan nada santai tapi mengenak di hati
__ADS_1
"ha ha ha ha tau tuh, ngapain juga ngomongin yang begituan, percaya jika hal hal goib itu ada memang boleh, tapi asal kita bisa hidup berdampingan dan tidak saling mengganggu itu sudah cukup" jawab alin
dan mereka semua melanjutkan cerita cerita tentang apa saja yang bisa di buat bahan obrolan, sehingga tawa canda mereka kadabg menjadi pusat perhatian orang lain.
******
"itu kenapa para anak anak itu mendekat ke arah meja vita naira dan alin sih" ucap ramma sambil berdiri dari kursi tempat dia duduk sedangkan satria dan bram reflek langsung melihat ke arah jendela
"itukan reno, adi dan dimas. mereka mau ngegodain maira, vita dan alin" ucap bram yang juga terkejut
"wah wah tidak bisa di biarkan ini" jawab satria sambil mendekat ke kacah biar bisa melihat dengan jelas. bram dan ramma juga ikut mendekat ke kaca sambil terus melotot
"ini kenapa mereka tertawa bersama seperti itu sih, dan ini kenapa mereka malah duduk bersama juga. " ucap ramma
"kalau reno gue tahu, dia suka sama maira, mangkanya gue ikutin mereka biar gue bisa memantau mereka terus. tapk kayaknya adi dan dimas juga suka deh sama vita dan alin, loe lihat aja deh tuh meta mereka, yang adi selalu fokus ke vita dan dimas selalu memandang dan senyum ke arah alin" ucap bram
"tidak tidak ini tidak bisa di biarkan, mereka juga ngobrolnya asik banget, bahkan mereka kaya lupa kalau sudah menikah dan tunangan, gue tidak akan buarkan laki laki itu bisa dekat dengan alin" ucap satria
"iya gue juga, apalagi vita sedang mengandung anak gue, kita harus samperin mereka" ucap ramma dengan nada yang sudah kesal dan terus menatap ke arah mereka semua
"iya iya.... gue setuju kita samperin mereka semua " ucap satria
"gue juga setuju, kita keluar sekarang " jawab bram
__ADS_1
dan mereka semua melangkah keluar dari ruang VIP itu, tapi sayang nya ruangan itu memiliki jalan sendiri yang berbelok belok apa lagi ruangan yang ramma pesan berada di ujung sendiri sehingga mereka agak lama untuk berjalan keluar.
apa lagi saat di depan pintu keluar, mereka masih berfikir ulang, bagaimana kalau semuanya tahu kalau vita, maira dan alin itu sudah memiliki pasangan masing masing di tambah pasangan mereka adalah orang yang sangat terkenal di kampus, itu pasti akan menimbulkan keramaian dan keributan. sedangkan maira, alin dan vita sendiri tidak ingin menjadi pusat perhatian saat berada di kampus, mereka masih mau di anggap sebagai mahasiswa biasa yang nemiliki banyak teman yang bisa tulus sama mereka.