
matahari pagi sudah bersinar semua orang sudah bangun dari tidur mereka, kini mereka berkumpul untuk sarapan pagi dan setelah itu mereka akan bersiap siap untuk pergi ke kampus anak anak mereka.
"bang, abang jangan bilang sama anak anak dulu kalau kita akan pergi ke sana juga" ucap maira pada ramma
"tenang aja, kita tidak ada yang bilang apa apa sama mereka, bahkan adinda sendiri juga tidak tahu apa apa tentang kedatangan kalian ini" jawab ramma
"oke bagus kalau begitu" jawab maira
"rend... kamu nanti ikut langsung ke kampus adinda atau pergi ke kantor? " tanya vita pada rendy
"tidak mi... rendy mau ke kontrakan indah dulu, karena indah juga mau ikut ke kampus adinda mi" jawab rendy
"wahhh... vit... ini kayaknya rendy sudah sangat cocok sama indah, kenapa kalian tidak nikahkan saja mereka, lagian usia rendy juga sudah cukup untuk menikah, dan dia juga sudah menjadi pengusaha yang sangat hebat, masalah materi sudah tidak perlu di ragukan lagi, jadi kalian mau tunggu apa lagi" ucap alin sambil melirik ke arah rendy
"tante alin.... jangan ngomong kaya gitu, rendy kan belum.... " ucap rendy yang terpotong karena dia terlalu malu untuk meneruskan nya
"belum apa rend? apa kamu belum mau menikah sekarang, hati hati loh rend... kalau lama lama nanti indah di rebut sama yang lain bagaimana.... nyesel kamu nanti" ucap alin sambil menggoda rendy
"ha ha ha ha rendy itu belum berani buat melamar indah, dia itu terlalu penakut, dia malu untuk mengakui perasaan nya sendiri sama indah, dia takut kalau indah menolak dia karena indah menemukan laki laki yang jauh lebih tampan dari pada si rendy" ucap maira yang selalu suka menggoda keponakannya itu
"tante maira... sembarangan aja kalau ngomong, bukan begitu... rendy cuma belum siap aja kalau menyandang status sebagai suami, dan nanti rendy juga takut kalau indah masih belum siap untuk menjadi seorang istri" jawab rendy
"rend... emang kamu sudah pernah menanyakan itu sama indah, papi rasa belum deh. saran papi... kamu coba lamar saja indah, kalau indah setuju dengan lamaran kamu, papi dan mami akan meneruskan itu" ucap ramma pada rendy
"iya rend... lagian mami dan papi juga sangat setuju dengan hubungan kalian, jika kamu serius sama indah, kejar dia, lamar dia rend, jangan sampai kamu menyesal karena kehilangan indah untuk yang ke dua kalinya" ucap vita yang memberikan dukungan sama rendy
__ADS_1
"tuh rend... tunggu apa lagi kamu semua keluarga juga sudah setuju hubungan kamu sama indah, lagian untuk gadis secantik indah. tinggal di kontrakan sendiri itu sangat tidak aman, belum tentu tetangga kanan kirinya adalah orang baik, kalau mereka tiba tiba menyelinap di kamar indah malam malam kan berbahaya" ucap satria yang membuat rendy berfikir dengan keras
"tapi pi... mi... bagaimana dengan adinda, adinda dulu pernah bilang sama rendy, kalau dia belum bisa melepas rendy untuk menikah, karena dia takut semua perhatian rendy bukan lagi milik adinda pi" ucap rendy sambil memasang wajah sedihnya
"ohhh iya... kapan adinda bilang sama kamu seperti itu rend" tanya vita yang terkejut
"adinda bilang waktu kita di hotel, waktu kita jalan jalan dulu mi, dia nangis sambil mengatakan itu semua ke rendy, dan rendy tidak bisa menyalahkan adinda untuk bilang seperti itu, karena rendy dan adinda sudah bersama dari kecil dan kita tidak pernah berantem, semua perhatian rendy hanya untuk adinda"
"rendy juga sudah menjelaskan pada adinda semuanya, kalau rendy tidak akan pernah berubah ke adinda. tapi rendy takut sendiri kalau rendy tidak bisa menepati janji rendy ke adinda mi"
"mau bagaimapun, adinda itu segalanya buat rendy mi, rendy tidak bisa membuat air mata adinda jatuh gara gara ke egoisan rendy mi, pi" ucap rendy pada semua orang
"bang... bagaimana kalau abang carikan calon pendamping buat adinda, teman teman abang kan banyak yang memiliki anak laki laki, lah itu abang carikan satu untuk adinda" ucap maira pada ramma
"maksud kamu kita carikan adinda jodoh gitu?" tanya vita
"untuk masalah itu, buar aku fikirkan lagi, karena anak jaman sekarang itu pasti tidak mau kalau di jodoh jodohkan. apa lagi adinda itu paling tidak mau kalau jati dirinya terbongkar, dengan memperkenalkan adinda dengan orang lain, itu pasti akan membuat semua orang tahu wajah adinda" ucap ramma
"iya itu benar, lebih baik kita juga omongkan pelan pelan sama adinda, kalau adinda punya pilihan lain, maka kita tidak usah meneruskan hal ini. sudah lebih baik kita makan lagi dan setelah itu kita berangkat ke kampus mereka. " ucap vita.
mereka langsung meneruskan makan mereka, dan setelah itu mereka bersiap siap untuk berangkat ke kampus, karena acarnya di mulai jam 8 pagi.
mereka membawa mobil masing masing, tapi ratih lebih pilih di rumah karena dia sering merasa kesehatan dia sudah mulai menurun, dan dia sudah tidak bisa lagi pergi jauh jauh, jadi dia lebih pilih tinggal di rumah saja.
*****
__ADS_1
acara di kampus sudah akan di mulai, semua orang sudah memenuhi lapangan besar tempat acara itu di selenggarakan.
"ayo buruan... kita bisa telat ini" icap adinda pada teman temannya
"hahh... iya bentar " jawab jihan
"bentar bentar" jawab icha
"oke aku sudah" jawab kiki
"ayo kurang 5 menit lagi acara di mulai, kita nanti akan sulit untuk bergabung dengan yang lainnya, jadi buruan" ucap adinda
"iya ayo berangkat, kita lari aja sekarang " jawab icha
"iya kita lari aja sekarang" jawab jihan
mereka langsung berlari menuju acara itu, karena memang sudah telat, dan kalau mereka tidak cepat maka mereka akan dusah untuk menuju ke barisan sesuai dengan fakultas masing masing.
"adinda... kenapa kamu bisa telat" ucap reno yang melihat adinda baru sampai
"maaf kak... kita tadi telat bangun, jadi datangnya telat, tapi acara belum di mulai kan" jaweab adinda
"belum... ayo buruan kalian ber empat duduk, karena cuma tinggal kalian saja yang belum datang, karena acara akan segera di mulai" jawab reno
adinda dan teman temannya langsung duduk di bangku mereka masing masing, untuk mendengarkan sambutan demi sambutan dari beberapa dosen.
__ADS_1
(papi dan mami dudah sampai atau belum yah) suara hati adinda
kini giliran fakultas kedokteran yang memberikan sambutan, dan sekaligus melantik para mahasiswa baru, dan juga mengumumkan satu mahasiswa yang akan mendapatkan karangan bunga beserta coklat dari senior.