Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 140


__ADS_3

maira dan bram berada di dalam satu kamar, mereka akan istirahat sebentar, karena nanti sore mereka harus siap siap untuk melanjutkan acara resepsi nanti malam. maira yang berada satu kamar dengan bram tidak berhenti hentinya melihat bram yang sedang menyangkat telpon dari rekan bisnis yang ingin mengucapkan selamat.


(dia kini sudah sah menjadi suami ku, dan aku sekarang adalah milik nya. dulu aku hanya bisa membayangkan saja, tapi kini bukan sekedar bayangan lagi, orang yang aku idam idamkan dari dulu kini sudah berdiri di depan ku dengan status suami yang sah) suara hati maira saat melihat bram dari pantulan cermin


"kamu kenapa.... aku tahu kalau aku tampan, tapi apa kamu tidak bosen melihat wajahku terus, aku aja bosen kalau lihat wajah ku sendiri di kaca he he he he" ucap bram sambil memegang pundak maira dari belakang


"he he he he mana bisa aku bosen memandang wajah kamu kak.... apa lagi wajah ini selalu memancarkan cinta untuk aku, jadi yang ada aku malah ingin selalu melihat kamu" jawab maira sambil senyum senyum sendiri


"Ra.... aku lega banget sekarang, karena aku bisa menikah sama kamu Ra, kamu jangan nakal nakal lagi yah... jangan dekat dekat sama laki laki lain, kalau sampai aku tahu kamu dekat dekat sama laki laki lain, kamu akan tahu akibatnya, aku akan hukum kamu dengan sangat parah di atas ranjang" bisik bram tepat di telingah maira


maira yang mendengar iti sontak membulatkan matanya, dia mulai membayangkan hal yang tidak tidak, seperti malam pertama nanti seperti apa, dan melakukan hubungan suami istri itu bagaimana, karena maira sendiri tidak ada pengalaman sama sekali.


"hahhh maksud kakak apa, dengan hukuman di atas ranjang? " ucap maira yang penuh dengan keraguan


"kamu akan tahu nanti malam sayang.... " bisik bram sambil sedikit menggigit daun telinga maira


"ahhhuuu..... ihhh kak bram.... " teriak maira sambil langsung memegang telingah nya yang sedikit merah


"ra.... kalau teriak jangan keras keras dong, nanti kalau semua orang dengar bagaimana.... apa kamu tidak malu sayang" ucap bram sambil menahan tawa nya


"ihhh habisnya kak bram, main gigit gigit aja, kan kaget aku. " jawab maira sambil mengecilkan suaranya


"he he he he sayang sayang.... lucu banget sih kamu.... semakin tidak sabar aku buat makan kamu nanti malam" ucap bram sambil mengacak ngacak rambut maira

__ADS_1


"hemmmm jangan di acak acak rambutnya, nanti kusut.... " jaweab maira sambil memanyunkan bibirnya


"yah sudah kita istirahat dulu aja yok, kita tidur.... kita tibur bareng aja sekarang di atas kasur, biasnya kita tidur bareng di sofa dan itupun hanya kamu yang tidur di pangkuan ku, tapi kini harus tidur di kasur bareng" ucap bram sambil berjalan mengunci pintu kamar biar tidak ada yang buka


"iya kak.... aku pakai baju kaus dalaman dan celana pendek ini aja yah... aku malas ganti baju" ucap maira sambil membuka gaun panjang yang dia pakai tadi


bram yang melihat tubuh maira seperti itu, dia hanya bisa menelan salivanya saja. karena ini baru pertama kali dia tidur dengan perempuan yang berpakean seperti itu.


(sabar bram, tahan dulu.... nanti malam saja kamu makan dia, kalau sekarang masih berbahaya. nanti malam saja bram) suara hati bram


"yah sudah terserah kamu, sekarang kita tidur, sudah ngantuk banget aku" jawab bram sambil merebahkan badannya di kasur


maira juga langsung tidur di samping bram, bram yang merasa senang karena kini maira sudah menjadi istrinya, dia langsung tidur sambil memeluk erat tubuh maira.


*******


Tokkk.... tokk.... tok.... pintu kamar maira di ketuk


"Ra... Bram.... bangun, sebentar lagi perias akan datamg, jadi kalian harus siap siap" ucap satria sambil terus mengetuk pintu kamar maira


bram yang mendengar itu langsung kebangun dari tidurnya, tapi dia melihat maira yang masih terlelap tidur jadi dia lebih pilih pelan pelan untuk bangkit dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamar.


Ceklekk.... suara pintu di buka bram

__ADS_1


"iya iya.... santai aja kalau gedor pintu, bisa bisa rubuh nie pintu kalau loe ngetuknya kayaborang kesetanan kaya tadi" jawwab bram sambil mengumpulkan nyawanya


"loe baru bangun.... loe sudah hajar dia siang tadi.... sampai maira pules banget tidurnya, bram gue tahu kalian itu pengantin baru... tapi yah tidak segitunya, baru selesai akad main hajar aja" ucap satria yang sudah mulai ngelantur


"berengsek loe... gue sama dia kagak ngelakukan apa apa, kita cuma tidur aja... habisnya capek banget jadi kita langsung tidur.... sudah pergi loe sana... jangan ganggu kita, nanti gue akan turun, tapi gue bangunkan maira dulu" jawab bram sambil menutup pintunya kembali.


"inget nanti malam aja.... hari ini masih saangat panjang ha ha ha ha" teriak satria sambil tertawa puas


"gangguin aja tuh orang" celetuk bram sambil duduk di pinggiran kasur


"sayang..... bangun yukkk.... semua keluarga sudah nungguin kita buat make up, Ra... ayoh bangun" ucap bram sambil menggoyangkan tubuh maira


"huahhhmmmm iya kak... maira bangun... kakak mandi dulu saja, setelag itu gantian maira. aku mau ngumpulin nyawa dulu" ucap. maira sambil merubah posisinya menjadi duduk


bram memutuskan mandi terlebih dahulu, dan setelah beberapa menit bram keluar dan di gantikan maira yang masuk ke dalam kamar mandi. setelah selesai mandi dan merapikan semuanya, mereka menggunakan baju biasa untuk turun ke lantai bawah, karena maira dan semua anggota keluarga harus make up, jadi semuanya berkumpul di ruang make up.


ramma menyewa banyak make up artis untuk merias semua anggita keluarga, biar mereka tidak ada yang menunggu antrian jadi setiap orang memiliki make up artis sendiri.


para laki laki juga tidak mau kalah, ramma juga menyewa beberapa fashion guru buat menata semua penampilan dan juga baju yang di gunakan semua anggota keluarga.


mereka semua di tata dan di rias dengan sangat anggun, cantik dan tampan. sehingga semua mata para tamu menjadi takjub dan terpanah melihat semua anggota keluarga.


maira lebih pilih model make up tidak terlalu tebal, karena dia tidak suka dengan make up yang terlalu menor, jadi dia pilih make up yang natural dan itupun sangat tipis, jadi terkesan maira cantik tanpa make up.

__ADS_1


setelah selesai make up dan siap siap, mereka semua berkumpul di tempat acara untuk menyambut kedatangan tamu tamu mereka, baik yang dari dalam maupun luar negeri, semuanya mendapatkan fasilitas yang sangat mewah bahkan bingkisan yang di berikan ke tamu saat pulang memiliki nilai yang sangat tinggi.


__ADS_2