
"nyenyak banget tidur anak ini, dek... bangun dong, ayo kita makan siang dulu" ucap rendy sambil membangunkan adinda
"huaaahhh kakak sudah selesai kerjanya? " tanya adinda
"yah belum, tapi inikan jam makan siang, kamu mau pingsan lagi kalau tidak makan, ayo buruan makan" jawab rendy
"kakak aja yah yang beli, aku mau di sini saja.... aku masih ingin tidur kak... mata ku berat banget" ucap adinda sambil memejamkan matanya kembali
"ehhhh... ayo bangun.... tidak ada tidur tidur, sekarang bangun dan kita makan bersama di kantin " ucap rendy sambil menarik tangan adinda.
"ihhh tidak mau ah... aku tidak mau ke kantin, pasti di sana banyak karyawan dan rame banget, aku tunggu sini saja kakak bungkusin buat aku yah" jawab adinda
"kakak ingin sekali kenalkan kamu sebagai adik kakak din, tidak perlu berbohong bohong lagi, mereka pasti akan menerima kamu dengan senang hati seperti mereka menerima arjuna dan ariel " ucap rendy
"iya aku tahu mereka akan nerima aku, trus kalau aku sudah di kenalkan sebagai adik kakak, aku harus bagaimana?.... kak, aku itu tidak suka menjadi perhatian orang lain, orang dekat dan berteman sama aku itu pasti ada maunya, kebanyakan dari mereka tidak ada yang tulus, dan pasti akan ada maksud tersendiri untuk bisa dekat sama aku"
"apa lagi aku harus selalu berhadapan dengan camera wartawan, setiap gerak gerik ku pasti akan jadi bahan berita untuk banyak media, secara aku seorang putri dari ramma dirgantara dan juga adik dari rendy dirgantara, mereka akan selalu memburu ku untuk di jadikan berita, aku tidak suka dengan itu semua kak, karena hidupku pasti tidak akan pernah bebas seperti saat ini"
"aku lebih suka hidup seperti orang normal yang lainnya, yang bisa jalan jalan dengan siapapun, tanpa takut adanya berita miring. aku sudah nyaman hidup seperti ini, aku sudah pernah bilang sama kakak, aku ingin jadi diri aku sendiri, dan aku ingin bisa berdiri di atas kaki aku sendiri tanpa bantuan dari kakak ataupun papi"
"yang aku inginkan sekarang adalah dukungan dari kakak, dan juga semua keluarga. tolong biarkan aku seperti ini kak, jangan pernah kasih tahu ke banyak orang kalau aku adik kakak, dan biarkan aku di kenal sebagai pacar kakak saat di. kantor, lagian aku juga tidak akan sering datang ke sini, aku lebih suka di kampus dan belajar"
"yah sudah... kakak akan selalu dukung kamu, selagi itu masih dalamtahap yang wajar, yah sudah kamu tunggu di sini, kakak akan belikan makanan untuk kamu" jawab rendy
"terima kasih kak... yah sudah aku mau rebahan lagi yah... he he he he" ucap adinda sambil memposisikan dirinya untuk tidur lagi
__ADS_1
"jangan tidur lagi... sebentar lagi kita makan bersama arjuna dan ariel " ucap rendy
"iya kak..., oh iya pintunya kunci aja kak dari luar, biar tidak ada yang masuk. kalau mbak indah yang masuk sih tidak apa apa, tapi kalau yang lainnya males ah... aku males melihat tatapan mereka yang penuh tanda tanya sama aku" ucap adinda
"lohh kamu sudah bertemu sama indah?" tanya rendy
"iya sudah..., jangan tanya tanya lebih, nanti saja tanyanya, katanya sekarang mau beli makanan, sana beli... " jawab adinda
"iya... tali kamu berhutang penjelasan sama kakak din" jawab rendy , rendy langsung keluar dari ruangannya dan mengunci pintu dari luar
********
"loh kak... kok di kunci, adinda mana, apa dia sudah pulang" tanya ariel pada rendy
"ohhh oke kak... ini pasti adinda lagi mager banget dan lagi rebahan di kasur" ucap Arjuna
"tidak salah lagi... kalian tahu sendiri kan, sedari kecil adinda memang memiliki julukan putri tidur, karena kalau sudah tidur pasti dia akan lupa waktu dan susah banget untuk di bangunkan" jawab rendy
"ha ha ha ha ternyata kebiasaan buruk adinda tidak pernah berubah" jawab aril
mereka bertiga langsung berjalan menuju kantin untuk membeli beberapa minuman dan juga makanan. setelah sampai kantin, banyak karyawan yang menegur sapa mereka, dan mereka hanya membalas dengan senyuman dan anggukan.
setelah memesan dan mereka sudah mendapatkan makanan itu, mereka langsung kembali ke ruangn ramma untuk makan bersama adinda.
rendy langsung membuka pintu ruangannya dan memanggil adinda agar dia segera keluar dari kamar dan makan siang bersama.
__ADS_1
adinda yang mendengar panggilan rendy di tambah dengan aroma makanan yang sangat menggoda, membuat adinda berlari dari kamarnya karena dia sudah tidak sabar untuk makan makanan itu.
"wahhh baunya enak banget kak, ternyata benar omongan mbak indah kalau makanan di kantin itu enak enak" ucap adinda sambil mengambil satu kotak nasi dan langsung dia makan
"din... kamu kok tahu indah sih... memang kamu pernah ketemu sama dia " tanya rendy yang penasaran
"kak.... kita lagi makan, bukannya dulu kakak yang saelalu bilang, tidak baik makan sambil ngomong.... yah jadi tunggu sampai kita selesai makan dulu" jawab adinda
(aku tahu kak... kalau kamu itu berharap kalau mbak indah itu cindy kamu yang pernah hilang dulu. semua itu tergambar sangat jelas di mata kamu, kamu tenang saja kak... aku akan cari tahu tentang itu semua) suara hati adinda
mereka kini sedang menghabiskan makanan yang di beli di kantin perusahaan rendy, setelah makan mereka kumpul bersama di ruangan rendy untuk bermain dan nemenin adinda yang sudah merasa bosen di kantor rendy terus.
"din.... nanti rencana nya kita akan ke mana sih" tanya ariel
"aku pinginnya kita ke pantai riel... kita melihat matahari terbit di sana, sebelum kita aktif kuliah jadi kita sempatkan waktu buat liburan" jawab adinda
"iya benar sekali din... apa lagi kamu kuliah sebagai dokter dan itu pasti akan menyita banyak srkali waktu kamu untuk pergi jalan jalan" ucap arjuna
"iya itung itung buat ngerayain... kaki aku yang sudah sembuh, aku sudah tidak perlu bantuan tongkat lagi untuk jalan sekarang " jawab adinda
"iya baguslah kalau begitu... jadi kakak tidak perlu lagi gendong kamu kemana mana... karena kamu sudah tidak bisa memiliki alasan untuk minta di gendong" ucap rendy
"tidak dong.... aku masih bisa minta gendong kalian lah, kalau aku lagi capek. dan kalian tidak bisa menolak itu ha ha ha ha" jawab adinda
"tidak akan!!!" jawab Ariel, arjuna dan rendy secara kompak bersamaan
__ADS_1