Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 190


__ADS_3

"din kita cari makan yuk sudah siang ini, dan setelah itu kamu aku antar pulang ke hotel, orang tua kamu pasti sudah bingung nyari kamu" uca p3l reno pada adinda


"tidak usah deh kak... terima kasih sudah mau menemani adinda di sini, adinda mau telfon kakak aja, biar di jemput. kak rendy pasti bingung nyari adinda di mana, apa lagi mami... walaupun mami marah sama adinda tapi mami tidak akan tenang kalau adinda pergi begitu saja tanpa pamit" jawab adinda


"beneran kamu tidak mau makan dulu... ?" tanya reno


"iya kak reno.. terima kasih untuk semuanya, bentar... adinda mau nyalain ponsel adinda dulu, dari tadi soalnya aku matikan biar tidak terlacak sama kakak dan yang lainnya" ucap adinda


"sudah.... dengan begini mereka bertiga pasti langdung mengarah ke titik ini untuk mencari aku... kakak di sini saja yah... nanti aku kenalin dengan saudara aku " ucap adinda


"tidak usah din... aku langdung pulang aja, soalnya di hotel masih harus ada yang aku urusin, soalnya lusa kita ada ospek, jadi harus selesai hari ini biar nanti malam aku bisa pulang balik ke jakarta " jawab reno


"ohhh begitu... iya deh kak sekali lagi terima kasih, tenang aja kak, di kampus nanti adinda akan bersikap biasa aja sama kakak, biar kakak tidak malu sama yang lainnya " ucap adinda


"yah sudah... aku duluan yah din" ucap reno sambil melambaikan tangan ke adinda


"iya kak hati hati" jaqab adinda dan juga melambaikan tangan ke reno


(pantesan banyak perempuan yang ingin mendekati dan mendapatkan kak reno, secara dia seorang dokter ya g hebat dan juga seorang pemilik dari hotel mewah itu, di tambah dengan wajah dia yang tampan dan masih muda, perempuan mana yang tidak tergila gila dengan dia) suara hati adinda


adinda menunggu kedatangan saudara saudaranya di tepi jalan tempat dia bermain dengan reno tadi, tak lama mobil rendy langsung sampai di tempat itu dan di susul dengan mobil arjuna.


"adinda.... " panggil rendy asaat melihat adinda duduk sendiri di tepi jalan


rendy langsung berlari ke arah adinda dan langsung memeluk nya dengan sangat erat, namun adinda tidak membalas pelukan rendy dan adinda langsung melepaskan diri dari dekapan tangan rendy.


"dek.... kamu marah sama kakak" ucap rendy sambil memegang wajah adinda dengan kedua tangannya, namun adinda hanya menjawab dengan gelengan kepala


"adinda.... " teriak arjuna dan ariel bersamaan


"akhirnya kita menemukan kamu juga din, kenapa sih pakai sembunyi segala, pakai matikan ponsel juga, kita bingung tau nyari in kamu din" ucap arjuna

__ADS_1


"siapa yang suruh kalian cariin aku, aku tidak minta di cariin... kalian aja yang terlalu aneh" jawab adinda


"kamu marah sama kita din... " tanga ariel


"enggak... ngapain aku marah sama kalian, sudah ahh tidak penting... aku capek, aku mau pulang sekarang" jawab adinda


"kamu sama kakak aja yah dek... " ucap rendy sambil menggandeng tangan adinda


"tidak usah kak... karena aku yakin sebentar lagi kakak akan berfikir dua kali untuk langsung pulang ke hotel" ucap adinda


"maksud kamu apa din" jawab rendy


"nanti juga tahu" jawab adinda,


mereka aemua berjalan bersama untuk ke mobil, dan saat adinda jalan di belakang indah, adinda menjatuhkan gantungan berbentuk kucing milik rendy yang di kasih adinda, untuk ngetes apakah indah itu cindy atau bukan.


"Cindy.... gantungan kamu jatuh" teriak adinda dari belakang indah


indah yang mengetahui kalau dia sedang di jebak sama adinda dan ketahuan, dia hanya bisa menunduk karena takut dengan respin yang di berikan rendy pada dia.


rendy sendiri juga terkejut karena memang benar indah yang selama ini dia kenal adalan cindy teman kecil dia waktu dulu.


"cindy.... kamu benar benar cindy" ucap rendy sambil menatap indah


"iya rend... maaf kan aku, maaf" jawab indah


"sudah kalian tidak perlu berantem, kak bicarakan ini baik baik berdua... aku akan pulang bersama arjuna dan juga ariel, kalian di sini saja. kak rendy, aku sudah penuhi janji aku untuk membantu menemukan cindy teman kakak waktu dulu, yah walaupun kakak tidak bisa penuhi janji kakak ke aku, aku tidak marah sama kakak, tapi aku kecewa dengan kakak" jawab adinda dan dia langsung berangkat pulang bersma arjuba dan ariel


rendy ingin ngajak bicara indah dengan baik baik, dan rendy juga ingin mendengar alasan cindy pergi dan meninggalkan tanpa kabar berita.


indah yang sudah ketahuan, dia hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apa apa lagi, dia sudah siap dengan semua pertanyaan yang akan di tanyakan rendy pada nya.

__ADS_1


*******


"din.... kamu ambil di mana gantungan berbentuk kucing itu" tanya ariel penaaaran


"aku ambil dari kamar kak rendy, aku tahu dia selalu membawa gantungan itu kemana pun, dan kemarin waktu aku ke kamar kak rendy aku ambil itu diam diam" jawab adinda dengan santai dan tanpa ekspresi


"din kamu masih marah sama kita? " tabya arjuna


"sudahlah.... aku tidak mau ngebahas itu, lebih baik kalian berdua diam, lihat ke jalan aja, jangan tola tole ke belakang, aku malea ngomong " jawab adinda sambil memposisikan dirinya tidur


ariel dan Arjuna sangat ngerti kalau adinda jawabnya seperti itu, bisa di pastikan kalau dia sedang marah. karena tidak biasanya adinda bersikap sedingin itu.


Ariel dan Arjuna hanya bisa diam, mereka tidak mau mengganggu adinda, yang penting merekasudah menemukan keberadaan adinda dan mereka akan balik ke hotel, untuk masalah minta maaf dengan adinda, mereka akan lakukan itu nanti bersama dengan rendy


setibanya di hotel, adinda audah tertidur di dalam mobil. adinda di bangunkan tidak mau jadi arjuna harus menggendong adinda sampai ke kamar nya.


arjuna langsubg mengangkat tubuh adinda dan ariel membawa tas adinda, mereka naik ke atas sambil menggendong tubuh adinda.


dari jauh reno selalu memperhatikan mereka bertiga, dia ingin memastikan kalau adinda pulang ke hotelnya dengan selamat dan tidak kurang satu apa pun. setelah tahu adinda pulang bersama saudaranya dia sudah lega dan bisa melanjutkan pekerjaan dia kembali.


"adinda!!! " ucap ramma saat melihat arjuna menggendong perempuan, dia langsung mendatangi arjuna untuk mastikan siapa yang dia gendong.


"om.... kita bawa adinda ke mana ini" uvap ariel


"Alhamdulillah.... akhirnya kamu ketemu juga nak... " ucap ramma


"kalian bawa adinda ke kamar nya saja, saya mau panggil tante kalian dan segera menyusul kalian ke kamar adinda. " jawab ramma


"iya om... siap... " jawab mereka berdua


mereka langsung membawa adinda untuk masuk ke dalam kamar nya sendiri, biar adinda bisa tidur lebih nyeyak di sana.

__ADS_1


__ADS_2