Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 104


__ADS_3

vita dan ramma sedang istirahat di kamar, vita sebenarnya masih ingin tahu apa yang terjadi dengan maira, kenapa maira bisa nangis dan main lari aja.


"sayang aku boleh tanya tidak" ucap vita pada ramma


"tanya aja sayang, kanapa? kamu mau nyidam lagi" jawab ramma


"tidak... aku mau tahu, kenapa dengan maira tadi, trus apa yang kamu katakan sampai maira bisa dengan mudah memaafkan kak bram" ucap maira


"ohh tadi... tapi kamu harus janji jangan kasih tau siapa pun. karena maira melarang aku untuk bilang sama semua orang kecuali kamu, mama dan papa" jawab ramma


"iya aku janji, aku tidak akan cerita sama siapa pun" ucap vita


"maira itu sebenarnya memiliki rasa buat bram, maira mencintai bram. tapi kayaknya bram hanya menganggap maira itu adiknya saja, mangkanya tadi bram seperti tidak suka saat maira dekat dengan laki laki lain, tapi saat di tanya bram cemburu atau tidak dia jawab kalau dia tidak mungkin cemburu karena dia menganggap maira itu adik dia. maira sangat kecewa sama ucapan bram itu mangkannya dia lari tadi untuk mencari tempat yang sepi untuk menangis " jawab ramma


" ahhhh pantesan, maira waktu mau aku bangunin buat sholat subuh, dia pernah keceplosan kalau dia ingin mendapatkan hati kak bram. tapi saat aku tanya lagi dia selalu mengelak dan selalu melarikan diri" ucap vita


" maira itu menyimpan rasa itu sudah cukup lama, bahkan saat aku belum kenal kamu, maira sudah menaruh hatinya untuk bram. tapi saat bram bilang kalau dia mencintai perempuan lain, di situ maira mulai sakit hati dan memilih mundur dia tidak mau memperjuangkan rasa itu. maira melarika diri ke luar negeri untuk bisa lupa sama bram"


" tapi bodohnya aku, aku malah menyuruh dia untuk datang ke sini agar dia bisa membuat bram tersenyum lagi, dan membuat bram bisa membuka hatinya untuk perempuan lain "


"tapi sayangnya bran belum bisa membuka hatinya, dan aku malah membuat maira selalu sakit hati saat dekat dengan bram, aku nyesel banget sekarang jika harus melihat maira selalu tersakiti demi orang yang dia cintai"


"itu bukan salah kamu sayang, kamu dulu kan tidak tahu kalau maira mempunyai rasa untuk kak bram, dan untuk datang ke sini itu juga pilihan maira sendiri, jadi kita tidak bisa mencegah itu semua. nanti akan ada saat yang manis untuk pengorbanan maira sekarang, jadi kita doakan saja, kalau memang jodoh maira itu bram yah semoga di permudah, tapi kalau bukan semoga maira bisa melupakan kak bram dan bisa membuka hatinya untuk laki laki lain " jawab vita


"terimakasih yah sayang, kamu memang istri yang paling hebat, kamu selalu bisa menenangkan aku, rendy dan semua keluarga yang ada di sini. " ucap ramma


"sayang besok kan kampus libur, aku mau pergi ke panti asuhan bolehkan, sudah lama aku aku tidak ke sana. tapi kamu dan rendy ikut aja tidak apa apa, kalau perlu maira, kak bram, alin, dan kak satria juga ikut aja" ucap vita


"yah sudah nanti aku hubungi para lelaki itu, kamu bilang sama maira dan alin yah, lagian rendy besok juga sekolahnya libur yah... tidak apa apa kita berangkat" jawab ramma

__ADS_1


"terimakasih sayang" ucap vita sambil memeluk ramma


******


drett.... drett... (ponsel maira bergetar)


" Hai maira" pesan di ponsel maira


"siapa sih ini, lohh profilnya kalau tidak salah ini reno... " ucap maira saat membuka pesan di ponselnya


"maira ini aku reno, bales dong... "


"iya ren, ada apa"


"Ra, nanti malam jalan yuk. biar kita bisa lebih deket"


"nanti malam yah... bentar yah aku tanya dulu sama mama dan papa ku. tapi kalau mereka tidak mengijinkan yah maaf aku tidak bisa"


"ihhh apaan sayang sayang, maaf ren aku tidak sayang"


"ihhh ra... jujur banget sih, rasanya itu seperti tertancap ribuan jarum tauuu hati ju, bohong dikit napa"


"he he he he maaf ren, aku tidak bisa bohong"


"iya ra tidak apa apa, aku akan buat kamu bisa sayang dan jatuh cinta sama aku"


(aku harap kamu berhasil ren, agar aku bisa melupakan dia, kamu anak baik ren, aku akan mencoba menjadi teman kamu dulu saja) suara hati maira


"ahhh kamu ini bisa saja. yah sudah, aku mau minta ijin sama mama papa dulu yah.)

__ADS_1


******


maira turun ke lantai bawah, untuk mencari ratih dan willy. maira ingin minta ijin untuk pergi jalan jalan malam ini bersama reno teman baru dia di sekolah


"ma... pa... maira minta ijin yah, maira mau jalan jalan sama teman maira nanti malam, paling ke mall" ucap maira sambil duduk di tengah tengah willy dan ratih


"teman cewek apa cowok Ra" tanya willy


"teman cowok pa, tapi papa tidak perlu khawatir, dia anak baik kok, maira percaya sama dia" jawab maira


"mama khawatir sama kamu sayang, kamu sudah lama tidak tinggal di sini, dan apa lagi iti pasti teman baru kamu yah.... jagan ahhh mama khawatir kamu di apa apakan sayang" ucap ratih


"mama... dia anaknya baik kok, dia itu ketua di kkn maira nanti, vita dan alin juga kenal sama laki laki itu, mangkanya maira jadi bisa percaya sama dia" jawab maira


"yahhh sudah nanti, biar papa suruh pengawal untuk menjaga kamu, dan kamu jangan menolak, kalau menolak papa dan mama tidak akan kasib kamu ijin" ucap willy


"iya mama setuju sama papa, kamu pergi harus ada pengawal yang banyak yang bisa mwnjaga kamu jadi jangan pernah menolak itu " saut ratih


"iya iya ma pa, tapi mereka menjaganya jangan dekat sdekat sama aku, biarkan mereka mengawal dengan baju biasa biar tidak mencolok dan mwmbuat orang lain curiga" jawab maira yang sudah tidak bisa apa apa lagi selain menuruti semua keinginan orang tua nya itu


"kamu mau kemana ra" ucap ramma yang baru saja datang dari lantai atas


"maira mau jalan jalan sama reno bang, boleh yah bang, mama dan papa juga sudah ngasih ijin maira kok tapi harus ada pengawalan dari para penjaga" ucap maira


"kapan itu dek" tanya ramma


"nanti malam bang, maira janji tidak akan pulang malam kok, maira tau kalau abang tidak suka kalau maira pulabg telat" jawab maira


"oke abang ijinkan, tali kamu harus ingat dengan omongan kamu ini yah, jangan pernah melanggarnya. ohh iya besok jangan kemana mana yah... abang mau ajak maira ke panti asuhan vita dulu" ucap ramma

__ADS_1


"iya abang sayang, maira ngerti dan paham" jawab maira


__ADS_2