Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 33


__ADS_3

“Vita!!!” suara teriakan 2 orang perempuan saat vita masuk kedalam kelas


“Ayu!!, Alin!! Ya ampun Gw kangen banget sama kalian berdua” ucap vita yang terkejut karena kini 2 orang sahabatnya kembali lagi dan merka saling berpelukan


Alin dan Ayu adalah sahabat vita yang ada di kampus, ayu dan alin juga dari golongan orang yang berada, sehingga mereka sering menolong vita untuk membantu melunasi beberapa hutangnya, bahkan terkadang juga membayarkan uang kuliah vita. alin ikut ayu pergi ke singapura untuk menemui orang tua ayu di sana, mereka juga sudah memaksa vita untuk ikut, tapi vita menolak. vita lebih memilih untuk berkerja saja karena kebutuhan keluarga nya harus di penuhi kalau tidak vita akan di marah-marahin habis-habisan.


“Kita sudah masuk dari seminggu yang lalu geblek, loe tuh yang kemana aja, Hp tidak aktif, rumah loe juga kita tidak tahu, loe juga keluar dari tempat kerja” ucap Ayu pada vita


“Iya.. iya... Maaf, Hp gw yang dulu sudah rusak, jadi gw tidak bisa hubungi kalian. Tapi tenang saja gw ada hp baru ni, mana-mana nomer kalian” ucap vita sambil nunjukin hp baru yang di belik satria untuk mengganti hp vita jang jatuh karena satria


“Gila hp loe keren banget, ini kan hp keluaran terbaru. Ngepet ke mana loe sampai bisa beli hp sekeren ini” tanya Alin pada vita


“Ngepet palah loe hahh... ini gw di belikan orang, buat ganti rugi, orang itu pernah ngejatuhin hp gw trus dia ganti hp gw dengan yang ini” jawab vita


(yahh walaupun tidak sebagus hp yang diberi ramma ke Gw, yang penting dia mau tanggung jawab ngasih hp baru ke gw) suara hati vita


“wahhh beruntung banget loe... gw mau dong hp gw di jatuhin juga” ucap Ayu


“ohhh sini-sini biar gw banting hp loe” kata vita sambil mencoba ngambil hp Ayu


“iya gw injek-injek juga sini hp loe, jadi orang itu bersyukur napa, jangan suka iri dengan apa yang dimiliki orang lain.” Kata Alin dengan nada sewot


“iya-iya mak... gw bercanda, ayo-ayo duduk nanti bu Jane datang baru tau rasa loe” jawab ayu, dan mereka langsung duduk berdampingan ber 3


Tak lama mulai banyak anak-anak yang masuk ke kelas dengan tergesa-gesa dan langsung di susul sama dosen cantik tapi sayangnya sifatnya tak secantik parasnya. Walaupun dia dosen yang dibilang cantik tapi kalau sudah duduk di depan para mahasiswa dia langsung berubah menjadi moster yang siap untuk menyerang siapa saja yang tidak bisa menjawab saat di berikan pertanyaan.


Setelah 1 jm lebih bu jane menjelaskan tanpa berhenti, kini waktunya sesi tanya jawab. Seperti biasa kalau tidak ada mahasiswa yang bertanya, maka bu jane lah yang akan memeberikan pertanyaan pada mahasiswa secara acak. Dan hal itu akan menjadi mimpi buruk bagi setiap mahasiswa


Mungkin vita lagi apes, kini nama dia di panggil duluan sama bu jane, padahal dia sudah berdoa dalam hati kalau jangan sampai dia yang di tanya sama bu jane, tapi sayangnya doanya kini belum di kabulkan sama Allah, dan akhirnya dia memberanikan diri dan siap dengan segala pertanyan.

__ADS_1


Saat bu jane akan ngasih pertanyaan, tiba-tida terdengar suara deheman (ehemm) dari depan kelas yang membuat semua mata pergi ke arah suara itu. Dan benar saja suara itu dari ramma yang berjalan di depan kelas vita, yang pasti ingin mencari perhatian vita.


“kenapa pak ramma datang ke kampus ini? ” suara jane tanpa menoleh ke arah vita, dan langsung saja di jawab vita


“saya juga kurang tau bu, mungkin ada urusan yang sangat penting, tadi juga pak ramma saya lihat masuk ke dalamn ruangannya pak bram” jawab vita, dan jane langsung terkejut dengan jawaban yang di berikan vita tadi


“siapa yang bertanya seperti itu? Dan bukan itu pertanyaan yang akan saya kasih buat kamu” ucap jane yang merasah bodoh dengan pertanyaan nya sendiri


“tapi bu.... kan sudah ada di dalam perjanjian kalau setiap anak itu hanya di kasih 1 pertanyaan dan hanya bisa menjawab 1 kali,” ucap vita yang tidak terima


“sudahklah terserah kamu, sekarang giliran yang lain” ucap jane yang enggan berdebat lama


Setelah melakukan tanya jawab, kini jane memutuskan untuk menyudahi mata kuliah hari ini, setelah selesai vita memutuskan untuk menjemput rendy langsung karena dia sudah tidak ada mata kuliah lain.


“Yu, Lin. Gw duluan yah, mau langsung pulang” ucap vita berpamitan sama temannya


“Gw mau jemput anak Gw dulu dia pulang setengah 12 dan ini sudah jam 11, Gw harus ke sekolahnya sekarang” ucap vita yang tanpa sadar telah mengakui kalau sudah punya anak


“Hahhhh.. maksut loe dengan anak, kapan loe unya anak vit. Kapan loe menikah coba dan kenapa anak loe sudah sekolah aja?” ayu dan alin sangat terkejut mendengar itu


“ehhh sih geblek, kalau tanya itu satu-satu aja. Loe mau tanya atau mau introgasi Gw” jawab vita ke ayu


“tau tuh sih ayu, tapi bener juga sih vit. Loe harus jelasin ke kita” ucap alin


“iya..iya gw jelasin, tapi tidak sekarang yah. Sudah mepet banget ini, atau kalian mau ikut Gw jemput dia trus kita jalan bareng ngemall gitu bagaiman” saran vita ke ayu dan alin


“oke, oke kita setuju. Sekalian aja kita kenalan sama anak loe vit” ucap ayu dan alin juga setuju.


Sebelum mereka berangkat untuk menjemput rendy, tiba-tiba ada seorang mahasiswa yang mendatangi mereka dan bilang kalau vita di panggil pak Bram ke ruangannya katanya ada urusan penting, jadi mereka bertriga memutuskan untuk ke kantor bram terlebih dulu, walaupun yang di panggil hanya vita tapi ayu dan alin memutuiskn juga ikut menemani vita.

__ADS_1


Tok...Tokk..tokk... (pintu bram di ketuk)


“Masuk” ucap bram dari dalam ruangannya


“Selamat siang pak” ucap ke tiga anak tersebut


“siang.. lohh bukannya saya Cuma memanggil vita saja yah, kenapa alian semua masuk ruangan saya” ucap bram pada ayu dan alin


“maaf nih yah pak, kalau bapak manggil vita, berarti kita juga merasa terpanggil. Kita bertiga itu sudah satu paket, jadi tidak bisa terpisah” ucap ayu, sementara vita dan alin Cuma geleng-geleng saja melihat temannya itu


“okelah terserah kalian saja, atur sendiri.” Jawab bram


“untuk vita, kamu kan belum melakukan magang, sedangkan untuk mengikuti KKN kamu harus sudah menyelesaikan magang kamu. Apa kamu sudah mempunyai rencana untuk magang di mana?” tanya bram


“belum pak, saya bingung mau magang di mana, semua perusahaan yang ada di kota ini sudah di isi sama anak lain pak baik dari kampus ini ataupun kampus lain, jadi saya harus menunggu giliran mereka selesai


dulu baru saya bisa masuk" ucap vita


“pak saya dan ayu juga belum menemukan tempat magang, apa bapak memiliki rekomendasi perusahaan mana yang bagus dan bisa kita tempati” ucap alin


“bagaimana kalau kalian mengajukan di perusahaan Dirgantara Group, kalau tidak salah baru 3 anak kampus sini yang berhasil masuk sana” saran bram


“apa pak Dirgantara Group” ucap vita, ayu, dan alin bersamaan


“iya... saya yakin kalau kalian akan di terima di sana, dengan catatan kalian berdua ayu dan alin harus ikut bersama vita dan mengajukannya bareng dengan vita biar kalian juga langsung keterima” ucap bram, yang menjadi tanda tanya besar buat ayu dan alin, sementara vita langsung curiga kalau ini adalah rencana yang sudah di buat ramma


“iya pak, kita akan fikirkan ini. Kita pamit dulu pak, saya harus menjemput rendy dulu. Kalau tidak dia akan protes lagi sama saya” ucap vita dan langsung pergi keluar setelah mendapat persetujuan dari bram


Vita, Alin, dan Ayu langsung pergi bersama dengan naik taksi, karena mereka tidak ada yang membaa mobil. Kini mereka berencana untuk menjemput anak vita dan langsung pergi ke mall untuk jalan-jalan sekalian berunding tentang magang dan yang palin penting ayu dan alin ingin vita menjelaskan semuanya kepada mereka.

__ADS_1


__ADS_2