
Vita dan Ramma sudah ada di dalam kantor. Mereka datang bersama dan masuk ke dalam kantor secara bersama. Tapi kini tas dan semua berkas Ramma ada di tangan Vita, walaupun Ramma sempat melarang Vita untuk membawa barang-barang itu tapi Vita tetap memaksa kalau mulai dari sekarang Vita yang akan membawa barang-barang itu. vita juga berusaha profesional dalam tugasnya walaupun Ramma adalah suaminya, tapi kalau di kantor ramma adalah boss nya, bahkan Vita juga memanggil Ramma dengan sebutan tuan jika di kantor.
Dina yang secara kebetulan berada di meja resepsionis melihat Vita bisa akrap dengan Ramma membuatnya semakin kesal, jengkel, dan muak sama Vita. Dina memang dari dulu sangat mengidolakan Ramma, dan dia juga mempunyai keinginan untuk bisa dekat dengan Ramma, tapi sekarang malah vita yang bisa dekat dengan Ramma. Dina dan teman-temannya memang belum tau kalau Ramma dan Vita adalah sepasang suami istri, dan orang-orang kantor juga tidak pernah membicarakan itu karena pesan Ramma sama orang kantor adalah jangan sampai mereka mengumbar siapa Ramma dan siapa istri dan putranya di depan orang lain, dan Ramma juga melarang karyawannya bergosip di area kantor kalau sampai ketahuan akan di kasih SP.
(kenapa sih pak ramma harus dekat dengan cewek gembel itu, tadi pak satria dekat dengan alin, sekarang vita yang dekat dengan tuan ramma) suara hati dina
“loe kenapa din, muka loe asem banget gw lihat” ucap ana saat lihat dina dengan muka di tekuk
“gila yah mereka itu, kenapa coba mereka bisa dekat dengan pangeran-pangeran tampan kita” ucap dina ke ana dan nita
“maksud loe apa sih din, sumpah gw gak paham.” Saut ana lagi
“tadi kan kita lihat, sih alin bisa dekat dengan pak satria, dan tadi barusan gw lihat sih vita bisa dekat dengan pak ramma. Gw gedek banget sumpah sama mereka” jawab dina
“iya, mereka itu pakai pelet apa sih bisa sampai deket dengan pangeran-pangeran kita kaya begitu” saut nita yang merasa marah dan kesal karena alin sudah merebut satria darinya
“yahhh kalau gw mah bisa santai yah, karena pak bram kan ada di kampus, jadi gw masih bisa tenang karena pak bram tidak di goda sama mereka” ucap ana yang tengah berbangga hati
Vita kini berada di ruangan ramma, karena ramma tidak mengijinkan vita jauh darinya. Jadi dengan sangat terpaksa dia menuruti kemauan ramma untuk tetap bekerja di dalam ruangan ramma. Ramma juga sudah menyiapkan meja dan kursi untuk vita di dalam ruangannya agar vita tidak memiliki alasan untuk keluar ruangan.
“kalau kamu tidak mengerti kamu bisa tanyakan langsung sama aku yah” ucap ramma pada vita
“iya tuan, ohh iya tuan saya mau ambil minum di pantry apa tuan mau menitipkan sesuatu” tanya vita yang sudah siap-siap ke pantry
__ADS_1
“buatkan kopi hitam tanpa gula aja deh sayang, tapi jangan lama-lama yah. Takut aku kangen nanti” ucap ramma menggoda vita
“cukup tuan, tidak baik seperti itu. Saya harap tuan bisa membedakan urusan kantor dan urusan pribadi jangan di ikut campurkan yah, saya di sini bukan lagi menjadi istri seorang Ramma Ardiyan Dirgantara tapi saya di sini menjadi asisten tuan Ramma Ardiyan Dirgantara. Tolong tuan bisa membantu saya agar bisa lebih profesional” ucap vita sambil senyum di depan ramma. Dan setelah itu vita langsung pergi ke pantry untuk membuatkan minum ramma.
“vita...vita buat apa sih kamu serius-serius sayang, kamu itu sebenarnya tidak perlu kerja lagi. Aku bisa menghidupi kamu dan keluarga kecil kita, kamu mau minta apa saja bisa aku wujudkan sayang. Cukup kamu berkerja di atas ranjang saja itu sudah membuat aku bangga sama kamu tidak perlu bekerja seperti ini lagi” ucap ramma sendirian di dalam ruangannya.
Setelah beberapa saat akhirnya vita kembali ke ruangan ramma dengan membawa nampan yang berisikan 2 gelas, yang satu berisikan tea hangat, dan yang satu kopi hitam buat ramma. Setelah selesai menaruh itu ke meja ramma, vita langsung kembali ke mejanya untuk memulai tugasnya kembali.
Drettt....Drett... (suara getar hp vita) dan tertulis ciwi-ciwi, vita langsung memindahkan pesan tersebut ke laptopnya
Alin : vit loe sudah di kantor belum?
Vita : sudah, elo di mana, kok tadi gw cek di ruangan, loe gak ada
Ayu : loe meeting kenapa bisa main hp sih, hebat loe
Alin : pak satria lagi di ruangan bersama klaien nya, gw di suruh nunggu di depan ruangan sekarang
Vita : kalau loe lagi ngapain yu, disuruh apa aja loe sama pak bram
Ayu : gw lagi bantuin pak bram ngerjakan tugas ni, ini aja gw balas pakai laptop biar tidak ketahuan sama pak bram, biar di kira gw tetap fokus sama tugas he he he he
Vita : gila loe yah berani banget, tapi gw juga sama sih he he he gw balas pakai laptop biar laki gw kagak curiga
__ADS_1
Alin : sumpah kalian berdua gila, kalau gw sih jelas lagi tidak ngapa-ngapain, jadi berani buat main hp
Vita : bagaimana awal-awal tadi deg-degan tidak kalian?
Alin : sumpah gw deg-degan banget, apalagi ini pertama kalinya gw kerja bareng om-om tampan dan hot banget kaya pak satria
Ayu : iya gw juga sama, apa lagi gw sekarang kerja sambil menghadap pak bram, jadi pasti kalian tahu bagaimana salah tingkahnya gw. Apalagi saat tidak sengaja mata kita sama-sama memandang.... ya ampun rasanya, nyawa gw terbang ninggalin gw sendirian di ruangan ini
Vita : ha ha ha ha lebay loe yu, kalau gitu loe mati dong sekarang kalau nyawa loe terbang keluar
Alin : he he he he iya, tau tuh sih ayu lebay banget, kan enak yuh loe bisa memandang puas wajah tampan pak bram
Ayu : gesrek loe lin, mana berani gw memandang wajah dia lama-lama, gw tidak mau yah mati muda gara-gara gak kuat ngelihat wajah pak bram
Vita : ha ha ha ha gak papa lin, yu.. puas-puasin aja dulu. Siapa tau mereka nyaman sama kalian, jadi bisa ehemmmm he he he he
Alin : sudah-sudah pak satria sudah keluar dari ruangan klaien nya, gw mau samperin dia dulu sebelum gw di semprot
Ayu : oke oke nanti kita sambung lagi yah.gw juga mau nerusin kerja gw
Vita : oke... gw juga sama
Akhirnya mereka kembali sama tugas mereka masing-masing, alin kembali sama satria, vita kembali sama ramma, dan ayu kembali sama bram.
__ADS_1