
Kini mereka semua sudah sampai di parkiran mall milik ramma, vita, alin, dan ayu benar-benar tidak menyianyiakan waktu yang mereka miliki saat ini. Sehingga dengan segera mereka berlari masuk kedalam mall dan meninggalkan para peria itu di belakang mereka, sehingga dengan terpaksa ramma, satria dan juga bram harus mengikuti langkah kali wanita-wanita itu.
“ini semua karena ide gila loe ram, kita jadi harus mengikuti mereka” ucap satria
“loe pasti mau ngerjain kita kan ram, seumur hidup gw gak pernah nemenin cewek belanja dan hari ini gw bener-bener sangat sial sepertinya” ucap bram yang sudah terlihat pasrah
“sudah kalian jangan mengeluh saja, bram tugas kamu mengikuti dan menjaga ayu, sedangkan elo sat harus ngejaga dan mengikuti alin. Gw tidak akan tanggung jawab kalau sampai ada apa-apa sama mereka karena kalian lalai dalam pengawasan” jawab ramma yang membuat dua sahabatnya itu berfikir keras kenapa hal ini bisa terjadi sama mereka
(sebenarnya yang menjadi asisten pribadi itu gw atau Alin sih, kenapa gw yang harus mengikuti dia) suara hati satria.
lalu tanpa berfikir lama tiba-tiba satria menarik tangan alin lalu memisahkan diri dari mereka, agar dia bisa lebih mengontrol alin, hal itu juga yang di lakukan bram. Kini mereka berjalan sendiri-sendiri alin bersama satria, bram bersama ayu, dan ramma bersama vita.
*******
“sayang kok mereka malah pergi sendiri-sendiri sih? Kan gak asik jadinya” ucap vita yang kesal karena tidak jadi belanja bersama sahabatnya
“sudah biarkan saja, biar meraka tau rasanya menjaga perempuan itu seperti apa. Dan siapa tau kalau mereka bisa saling jatuh cinta seperti kita, aku mulai khawatir sama satria dan bram mereka terlalu lama sendiri, aku takut mereka jadi belok” ucap ramma yang langsung membuat vita tertawa terpingkal-pingkal.
“ha ha ha ha bener banget, yah udah deh tidak apa-apa biar alin dan ayu juga pernah ngerasain jalan berdua dengan cowok-cowok tampan seperti mereka
__ADS_1
“ohh jadi mereka tampan, kalau suami mu ini bagaimana”ucap ramma sambil mendekatkan wajahnya ke wajah vita. Sontak vita terus mundur menjauh dari wajah ramma yang hampir menyentuh wajahnya.
Karena ulah ramma itu vita tidak bisa lagi menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga dia terpeleset dan hampir jatuh. Untung ramma bisa dengan sigap menangkap tubuh vita jadi dia tidak sampai jatuh ke lantai. Kini posisi mereka seperti orang pelukan, tangan vita menggantung di leher ramma dan tangan ramma memegang pinggang vita dengan sangat erat.
“ihh kamu tuh... kalau aku jatuh tadi bagaimana, bisa malu baget aku” ucap vita sambil memukul dada ramma
“Awwuu...awwuu dadaku” ucap ramma sambil menahan sakit
“sayang kamu kenapa, apanya yang sakit.. maafkan aku, aku tidak sengaja” ucap vita sambil memegang dada ramma dan wajahnya kini sangat khawatir terhadap ramma
Tapi tiba-tiba ramma mencium bibir vita lalu dia tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi wajah vita. Vita yang merasa di permainkan kini hanya memandang ramma dengan tatapan ingin sekali membunuh ramma waktu itu juga, tapi sayangnya vita tidak memiliki keberanian itu jadi dia lebih memilih pergi dari hadapan ramma.
“sayang-sayang aku minta maaf, aku minta maaf tolong jangn diam seperti ini” ucap ramma lagi, dengan berjalan mundur di depan vita tapi sayangnya vita benar-benar tidak menghiraukan ramma dia berjalan begitu saja melalui ramma tampa bicara apa-apa
“vita stop..stop saya bilang. Ini perintah” ucap ramma dengan nada sedikit keras, lalu vita dengan terpaksa harus menghentikan langkahnya.
Ramma langsung menarik tubuh vita ke aula yang ada di mall tersebut, karena di sana adalah satu-satunya tempat yang tidak ada orang sama sekali.
“oke kamu bisa marahin aku sekarang, aku tahu kamu tadi tidak berani marah karena di sana terlalu banyak orang berlalu lalangkan, sekarang kamu bisa marah sepuas hati kamu” ucap ramma yang sudah frustasi karena vita tidak mau mengeluarkan suaranya
__ADS_1
“vita aku mohon kamu jangan seperti ini, aku benar-benar menyesal tadi... tolong jangan diam seperti ini, lebih baik kamu marah-marahin aku sesuka hati kamu, atau kamu mau teriak-teriak, atau kamu mau ngata-ngatain aku juga tidak apa-apa, tapi tolong jangan diam seperti ini” ucap ramma dengan memandang melas ke arah vita.
Tapi kini vita hanya menunduk dan meneteskan air matanya, dia benar-benar diam seribu bahasa dan hanya air matanya yang terus menetes. Hal itu membuat ramma benar-benar kacau sekarang, dan dia tidak tau lagi bagaimana cara untuk membuat vita memaafkan dia.
“vita sayang... dengarkan aku, aku minta maaf sama kamu, aku janji tidak akan melakukan itu lagi. Aku benar-benar menyesal, tolong jangan seperti ini. Kamu bilang sama aku, kamu ngomong, kamu mau apa, aku janji tidak akan melarang keinginan kamu, bahkan kamu mau ngata-bgatain aku apapun aku tidak akan marah sama kamu” ucap ramma dengan terus memohon sama vita
“Aku Lapar!!!!” ucapan vita yang membuat ramma melotot ke arah vita
“hemmm aku lapar, kenapa kamu melototin aku sih, kata kamu mau ngasih apa saja ke aku tapi aku minta makan saja kamu melotot ke arah ku” ucap vita sambil menangis lebih kencang
“jadi kamu tidak marah sama aku?” tanya ramma ke vita
“siapa sih yang marah sama kamu, dari tadi aku itu lapar tapi kamu malah ngerjain aku, yah udah aku diam saja. Aku mau nyari makan sendiri kamu malah ngajaka aku ke sini” ucap vita sambil terus menangis yang di buat-buat
“hufffttt sukurlah, dari tadi aku sudah takut banget sayang, aku kira kamu marah sama ku. Bisa gila aku kalau kamu seperti tadi lagi, jangan ulangin lagi yah” ucap ramma sambil memeluk tubuh vita
(he he he he rasain kamu, emang enak di kerjain, baru di diemin kaya gitu aja kamu sudah kaya orang gila he he he) suara hati vita yang sedang tertawa senang
“ayo kita makan sudah lapar aku, mau sampai kapan kita di sini terus” ucap vita kepada ramma dan ramma langsung mengajak vita ke restoran untuk makan bersama. Setelah makan mereka langsung berbelanja keperluan mereka untuk di bawa pergi besok, dan juga berbelanja baju untuk rendy, dan beberapa pegawai yang ada di rumah mereka.
__ADS_1
Vita memang membawa pengaruh yang baik buat ramma, karena dia mampu merubah ramma yang dulu dingin, tidak peduli dengan orang lain, bahkan tidak segan-segan menghancurkan orang lain yang berani mengusik hidupnya. Semenjak ada vita ramma sudah bisa tersenyum, dan kini dia menjadi pribadi yang di kagumi banyak orang bukan lagi di takutin banyak orang.