
setelah selesai rapat, mereka masuk kedalam kamar mereka untuk mengistirahatkan otak dan juga tubuh mereka, sambil menunggu Dimas, Adi dan Reno balik ke basecamp. karena memang di hari sabtu mereka bertiga pergi entah kemana hingga hari senin belum balik ke basecamp.
di dalam kamar vita, alin dan maira mau melakukan panggilan bersama dengan ramma, satria, bram, mama ratih, papa willy dan, juga mama alin. mereka melakukan panggilan Video melalui aplikasi video meeting.
setelah tersambung semuanya, maira vita dan alin mengutarakan maksud dan keinginannya untuk membangun desa wisata di daerah sini, tapi mereka membutuhkan dana untuk bisa mewujudkan proker mereka, mungkin kepala desa bisa memenuhi dana tersebut dengan meminta sumbangan dari para warga, tapi vita, maira dan alin juga memiliki keinginan untuk menyumbang dana semampu mereka. jadi kalau ramma, satria, bram, nama ratih, mama alin dan papa willy mau ikut menyumbang, mereka sangat senang dan berterimakasih.
seperti yang mereka duga sebelumbya, jika masalah uang mereka semua tidak ada yang merasa keberatan, mereka menyuruh vita, maira, dan alin menggunakan kartu tanpa limit nya untuk membangun desa ini, mau berapa pun uang yang mereka butuhkan bisa terwujud dengan 3 kartu limit yang mereka bawa.
vita, alin dan maira sangat berterimakasih, bahkan satria, ramma, dan bram juga mentransfer uang ke rekening para kekasihnya jika ingin di gunakan bersenang senang bersama teman temannya juga bisa.
setelah panggilan video selesai, mereka memutuskan untuk tidur. karena mereka nanti malam akan membuat bahan untuk di jadikan presentasi di depan para warga, biar semuanya bisa faham dengan maksud dan tujuan yang ingin di sampaikan sama mereka.
*******
suara adzan dzuhur sudah terdengar, mereka semua keluar satu persatu dari kamar mereka, karena ingin menunaikan sholat berjamaah. untuk yang tidak sholat sekiranya mau membantu masak untuk makan malam mereka semua.
di basecamp masih tidak terlihat reno dan teman temannya pulang, bahkan salah satu temannya sudah mencoba menghubungi mereka tapi tetap tidak ada jawaban, jujur walaupun reni dan temannya ngeselin dan suka seenaknya sendiri tapi tetap saja mereka adalah mereka adalah teman satu kelompok, jadi kalau ada yang tidak ada kabar seperti ini mereka juga merasa khawatir.
setelah sholat maira tanya pada indra yang biasanya dia selalu bersama dengan reno dan teman temannya, tentang keberadaan mereka di mana, dan pergi kemana sebenarnya.
"dra, biasanya kalian kan selalu bareng ber 4 tapi kenapa kamu kali ini tidak ikut bersama reno, adi, dan dimas. apa kamu tahu mereka pergi kemana? " tanya maira pada indra
__ADS_1
"iya Ra, waktu itu mereka ngajakin gue pergi juga, tapi gue tidak mau ikut. yah karena gue sadar kalau selama di sini gue tidak berguna banget, gue tidak ada kontribusi apa apa di dalam kelompok ini, mangkannya gue ingin berubah, gue juga mau lulus dalam kkn ini. " jawab indra
"berarti kamu tahu mereka pergi kemana dari hari sabtu kemarin, apa mereka pergi hanya bertiga saja, atau mereka bareng rombongan sama siapa gitu" tanya maira
"kata dimas kemarin sih, mereka di ajak pergi bersama mas rudi, dan teman temannya yang kemarin datang ke basecamp kita ituloh" jawab indra
"hahhh jadi mereka pergi bareng mereka, sumpah tidak habis fikir aku sama mereka. bisa bisanya mereka pergi sama orang aneh aneh itu, bukannya malam itu pak kepala desa sudah datang ke sini buat mempringatkan kalian agar tidak dekat dekat dengab orang orang itu" ucap maira yang syok
"iya sudah, mangkanya gue juga tidak mau pergi sama mereka, tapi kayaknya hal itu tidak berlaku dengan reno adi dan dimas, mereka masih mau pergi sama mereka" jawab indra
"haduh.... cari masalah banget sih mereka, memang reno itu di janjiin apa sih sampai mau ikut sama mereka kaya begitu. pokoknya kalau sampai malam ini mereka masih belum pulang dan masih tidak bisa di hubungi, lebih baik kita lapor sama pak kepala desa " ucap maira yang sudah tidak tahu lagi dengan tingkah teman temannya itu
"iya Ra, gue setuju, karena gue juga khawatir sama mereka takut mereka di apa apain sama preman preman itu" jawab indra
"oke, gue akan bilang sama anak anak laki laki yang lainnya" jawab indra
maira pergi ke kamarnya untuk memberikan informasi ini sama alin dan vita, mereka berdua juga sama sama kagetnya, dan vita menyuruh untuk ngasih tahu ke anak anak yang lainnya juga, biar mereka membantu menghubungi nomer ponsel reno, adi dan dimas.
semua anak sepakat kalau nanti malam mereka masih belum kembali dan nomernya masih belum bisa di hubungi, mereka akan melaporkan hal ini ke rumah bapak kepala desa. sementara maira juga ngasih tahu hal ini pada bram, sehingga nanti malam bram akan mendampingi maira dan anak yang lainnya untuk melapor.
******
__ADS_1
bram, satria dan ramma datang ke basecamp anak anak kkn untuk mencari tahu apa mereka sudah kembali atau belum. mereka sudah tidak peduli lagi dengan identitas mereka lagi, bahlan maira, vita dan alin juga sudah tidak peduli dengan hal itu, karena yang terpenting adalah keselamatan teman teman mereka.
"Maira!!! " teriak bram yang memanggil maira
maira, alin dan vita yang mendengar itu langsung keluar dari kamar mereka, dan anak anak yang lain juga keluar untuk melihat siapa yang datang.
"iya kak" jawab maira
"bagaimana, apa mereka sudah pulang, atau masih tidak ada kabar" tanya bram sama maira
"belum kak, mereka belum ada yang balik ke basecamp " jawab maira
"sayang" ucap vita saat melihat ramma yang ternyata juga ikut, dan vita langsung mencium tangan suaminya itu
"bagaimana keadaan kamu, kamu tidak apa apakan" ucap ramma ke vita, dan vita hanya mengangguk sambil tersenyum tanda dirinya baik baik saja
"kak satria" ucap alin
"alin, syukurlah, kakak sempat khawatir saat bram cerita kalau orang orang itu datang kesini" ucap satria sambil memeluk tubuh alin
semua mata yang melihat itu, menjadi bertanya tanya, tentang siapa sebenarnya teman mereka itu, kenapa mereka bisa memanggil orang yang paling terpenting di kampus dengan sebutan kakak dan sayang.
__ADS_1
tapi semua anak lebih memilih diam dan menikmati saja, mereka tidak berani melempar pertanyaan sama ramma, satria, dan bram, bahkan mereka juga tidak berani untuk bertanya sama maira, vita dan alin. anak anak lebih memilih menunggu sampai mereka sendiri yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada semuanya.