
Setelah kejadian pagi itu, kini mereka semua sudah berada di tempat kerja mereka masing-masing, satria bersama alin sedang pergi ke sebuah desa untuk membeli bunga di kebunnya langsung, sedangkan bram dan ayu sedang melakukan tes pada beberapa orang pekerja yang akan mereka tarik untuk proyek yang sedang mereka kerjakan, lalu ramma dan vita sedang memastikan kalau gedung yang mereka sewa itu memiliki insfrastruktur yang baik dan kuat.
*******
“wahhh pak ini pemandangannya bagus banget pak, ini seperti kita berada di puncak bogor kalau di indonesia” ucap alin sambil melihat ke arah luar
“yah tapi ini kita sedang ada di jepang, bukan di indonesia jadi kalau kamu mencari penjual jagung bakar agak susah di sini” ucap satria sambil tertawa pelan
“he he he bisa saja bapak, pak ini atap mobilnya di buka saja loh pak... biar udara segar ini bisa masuk” ucap alin sambil memohon ke satria
“buka saja lin, kalau mau di buka atapnya, ngapain harus bilang ke saya dulu” ucap satria
“yahh pak... mana alin tau cara buka atapnya, alin tidak pernah punya mobil kaya gini, jangankan punya, naik saja ini baru pertama kali sama bapak” ucap alin dengan memasang muka imutnya
(alin tolong jangan seperti itu lagi, aku benar-benar tidak kuat melihat wajah imut kamu itu) suara hati satria
“ehhemmm itu..itu kamu tekan terus lingkaran warna hijau itu sampai atapnya terbuka sempurna” ucap satria sambil menunjuk lingkaran yang dia maksud
Dengan segera alin langsung menekan lingkaran itu, dan kini mulutnya tidak bisa di kondisikan lagi, karena dari tadi mulut alin terus menganga melihat atap mobil itu terbuka sempurna.
Setelah itu alin langsung berdiri naik ke tempat duduk nya, dan merentangkan kedua tangannya sambil teriak-teriak kaya anak kecil, sedangkan satria hanya tersenyum melihat tingkah konyol alin.
“hahhhhhhhh pak satria... bagus banget pemandangannya, hahhhhh udaranya sejuk banget” teriak alin dengan sekeras mungkin
“lin kamu tidak malu apa teriak-teriak kaya gitu” ucap satria sambil melihat ke arah alin yang sedang berdiri
__ADS_1
“tidak, kenapa harus malu... lagian kan di sini gak ada yang tahu alin ngomong apa. Whuuuu Hahhhhh Kak Satria I Love Youuuu” teriak alin yang tidak sadar karena terlalu bahagia
Mendengar ucapan alin tadi, satria langsung mengerem mobilnya dengan mendadak. Sedangkan alin langsung menyadari kesalahanya dan langsung menutup mukanya setengah dengan kedua tangannya, dan hampir saja dia terjungkal ke depan.
(astaga bod*h banget sih loe lin, kenapa sampai keceplosan kaya tadi. Haduh malu banget gw sekarang) suara hati alin
“pak, kenapa bapak berhenti sih, bukanya perjalanan kita masih jauh yah” ucap alin tanpa menoleh ke arah satria
“kamu tadi ngomong apa lin, karena tidak terlalu jelas tadi. Kamu sepertinya menyebut nama saya” ucap satria yang pura-pura tidak dengar karena tidak ingin membuat alin makin malu dan canggung
“ohhh tidak pak alin tidak bilang apa-apa kok tadi. Alin hanya bilang pak satria alin sangat suka dengan pemandangan di sini, itu saja kok pak tidak lebih beneran deh” ucap alin dengan gugup dan senyum palsu di wajahnya
“ohh oke kalau gitu” ucap satria sambil berdiri di tempat duduknya dan langsung teriak
“Alinnn.... I Love You More, kamu mau tidak menjadi pacar ku” teriak satria yang membuat mulut alin mangap tidak karuan. Dan sekarang satria langsung memegang ke dua tangan alin
“bapak tidak sedang mempermainkan alin kan pak, alin tidak akan tertipu dengan ucapan bapak ini, mana mungkin seorang pak satria bisa mencintai perempuan seperti alin” ucap alin dengan memaksakan senyum nya
“lin, saya tidak mempermainkan kamu, saya serius dengan ucapan saya. Kamu mau tidak menjadi pacar sekaligus calon istri untuk ku” ucap satria yang lagi meyakinkan alin, dan kini alin sedang menangis karena dia tidak percaya sekaligus terharu karena perasaannya kini tidak bertepuk sebelah tangan
“lin kamu kenapa nangis sih apa yang salah, apa ada kata-kata yang salah” ucap satria bingung
“tidak pak, alin nangis karena terharu, dan alin sangat senang karena perasaan alin tidak bertepuk sebelah tangan. Alin mau jadi pacar bapak dan alin juga mau menikah sama bapak, kalau alin sudah siap” ucap alin sambil sesenggukan karena nangis
“yess... berarti kita sekarang pacaran yah lin, jadi kamu sudah tidak memiliki alasan lagi untuk pergi jauh-jauh dari aku. Dan kamu jangan memanggil saya pak lagi yah, panggil saja sayang seperti ramma dan vita” ucap satria sambil memegang wajah alin
__ADS_1
“ihh apaan sih, tidak boleh kaya gitu itu. Alin akan tetap panggil pak kalau lagi di kantor apalagi saat ada orang orang kantor, tapi saat di luar kantor alin panggil kak aja yah. Kalau sayang itu panggilan buat suami alin besok” ucap alin sambil terus tersenyum
“oke kalau gitu, setelah kita balik ke indonesia saya akan datang ke rumah kamu untuk bertemu mama dan meminta restu untuk menikahi putrinya yang cantik dan baik ini” ucap satria sambil mencubit pipi alin
“ihhh sakit tau... pipi alin” ucap alin sambil memegang kedua pipinya
“habisnya pipi kamu merah sekali sih,” ucap satria dan kini alin sedang salah tingkah dan senyum senyum sendiri
“yahh sudah ayo buruan jalan lagi, nanti kita telat loh sampainya” ucap alin sambil menahan senyumnya dan berbalik melihat ke arah depan kembali
Satria langsung menjalankan mobil mewahnya itu ke tempat penjual bunga, karena hari sudah siang. toko bunga itu adalah langgaan perusahaan, karena pemilik tko bisa menjual bunga dengan harga lebih murah ke timbang toko lain, dengan alasan mereka menanam sendiri bunga-bunganya jadi tidak harus mendatangkan dari luar negeri.
Setelah berkendara kurang lebih dua setengah jam, mereka akhirnya sampai di toko bunga yang lumayan besar, dan seperti layaknya tokoh bunga, di tempat itu terdapat bunga yang banyak baik itu di taruh dalam keranjang ataupun di tanam di depan toko.
Alin sangat bahagia sekali melihat banyak bunga di depan matanya sampai dia berlari kesana sini untuk mencium bunga itu satu persatu.
Sedangkan satria langsung menemui pemilik toko itu, untuk menanyakan stok bunga-bunga yang ada di toko itu bisa memenuhi pesanan perusahaan mereka atau tidak, karena kalau memang tidak satria dan alin langsung pindah ke toko bunga yang selanjutnya.
“bapak tenang saja, berapapun bapak minta kami bisa sediakan. Karena masih banyak stok bunga kami di kebun belakang” ucap pemilik toko dengan menggunakan bahasa jepang
“oke, bisa antarkan saya untuk melihat kebun itu” jawab satria dengan menggunakan bahasa jepang pula
“baik, silahkan saya akan antar pak satria langsung” ucap pemilik toko dan hanya di anggukin sama satria
“lin, ayo kita kebelakang sekarang, jangan main-main di situ saja” ucap satria yang memanggil alin
__ADS_1
“iya pak, alin datang” ucap alin sambil berjalan ke arah satria. Dan mereka langsung berjalan ke area belakang toko untuk melihat kebun pemilik toko.