
“Assalamualaikum!!” ucap bram dan ayu secara bersama-sama saat memasuki ruangan meeting
“haduhh.. dah kaya pengantin baru mereka ini, sama-sama telat dan datangnya juga barengan lagi” ucap satria menyindir bram dan ayu
“apaan sih loe, Cuma telat beberapa menit juga. Untung saja gw mau datang ke sini” jawab bram dan langsung duduk di samping satria. Sedangkan ayu langsung cipika-cipiki bersama vita dan alin
“seharusnya loe itu datang kaya mereka tuh, langsung pelukan, cium-ciumman” sambil menunjuk ke arah para ciwi-ciwi
“N*jis!!” ucap satria dan bram bersamaan
“Oh Tuhan... terimakasih ternyata teman-teman hamba masih normal semuanya” ucap ramma sambil memeluk bram dan satria, mendengar ucapan ramma seperti itu membuat bram dan satria langsung berbalik menghadap ramma dan langsung memukul ramma tanpa ampun setelah itu ramma langsung kabur dan di kejer sama satria dan bram.
Melihat tingkah para laki-laki itu membuat vita, alin dan ayu berbisik-bisik
“gw fikir selama ini mereka bertiga itu hanyalah tumpukan es yang tidak pernah cair, tapi melihat ini semua kayaknya gw salah deh” ucap alin dengan melihat laki-laki itu tanpa ekspresi
“iya... yang gw lihat malahan sekumpulan teman rendy yang lagi berantem rebutan permen” ucap vita memandang aneh ke arah laki-laki itu
“kalau kita videoin ini, dan kita kasih lihat sama fans mereka bagaimana yah” ucap ayu yang sudah siap dengan ponselnya
“kita tidak bisa biarkan ini semua, kalau mereka tidak berhenti bermain-main maka tidak akan selesai berkas-berkas ini. Sedangkan besok kita sudah harus berangkat” ucap vita yang di setujui alin dan ayu
“Cukupp!!!!” teriak vita, alin, dan ayu bersama-sama
__ADS_1
Mendengar itu ramma, satria dan bram langsung berhenti dan menoleh ke arah vita, alin dan ayu yang sudah berdiri dengan wajah tanpa senyum dan mata yang sangat tajam.
“Kalian bisa tidak sih jangan main-main terus, kapan selesainya ini” ucap ayu, alin dan vita secara bersama-sama lagi.
Dan kini satria, ramma dan bram kembali ke posisi mereka masing-masing dengan kepala yang tertunduk dan mereka langsung kembali dengan berkas yang sudah ada di depan mereka dari tadi.
Melihat itu semua vita, alin dan ayu langsung saling menatap dan menahan tawa karena tidak di sangka kalau laki-laki itu mau menuruti keinginan mereka. Sampai ramma mulai menyadari sesuatu yang menjadikan posisinya berbalik sekarang.
“Tunggu!!! kenapa kita harus mengikuti kata-kata kalian tadi sih... sebenarnya yang boss di sini kita atau kalian” ucap ramma sambil menatap ke arah perempuan-perempuan itu
“iya..ya, kok bisa kita tadi langsung tunduk dengan omongan kalian” ucap satria sambil melirik ke arah alin
“tidak bisa di diamin ini, kalian harus kami hukum sekarang” ucap bram sambil melirik ke arah ayu
“iya tuan, maafkan kami...kami salah” ucap vita sambil melirik ke arah ramma dengan lirikan tajam
“jangan hukum kami pak, kasihanni kami” ucap ayu sambil memasang wajah sedih yang sebanarnya hanya dibuat-buat
“oke-oke ah sudah, sekarang lebih baik kalian buatkan kami kopi sekarang juga” ucap ramma yang di setujui sama bram dan satria
“iya tuan” ucap vita, alin dan ayu secara bersamaan
Para cewek-cewek langsung pergi ke pantry untuk membuatkan kopi, tapi setelah sampai pantry mereka tidak sengaja bertemu dengan dina CS yang sedang mengambil minuman di pantry itu juga. Padahal mereka bisa menggunakan pantry yang ada di lantai tempat mereka kerja karena memang di perusahaan itu di sediakan pantry di setiap lantai.
__ADS_1
“lohh kok kalian ada di sini sih, kan ada pantry di lantai bawah kenapa kalian memilih di sini, dan bukannya ini masih jam kerja yah kenapa kalian malah ngerumpi ” ucap vita pada dina yang sedang asik ngobrol bersama nita dan ana
“hahh emang siapa loe, pakai ngatur-ngatur kita hahhh” ucap dina dengan nada songong
“yah memang gw bukan siapa-siapa, gw kan Cuma tanya sama kalian jadi santai aja dong” jawab vita
“tau tuh.. tinggal jawab aja susah banget” saut alin
“atau kalian ingin tebar pesonah yah sama tuan ramma, pak satria dan pak bram. Kasian banget sampai segitunya ingin dekat dengan boss - boss besar” Saut ayu
“ehh lebih baik kalian pergi dari perusahaan ini, dan jauhin tuan ramma, pak satria dan pak bram dan satu lagi jangan pernah kalian berfikir bisa memiliki mereka” ucap nita
“ emang loe siapa berani-beraninya melarang kita, kita di sini itu sama-sama pegawai dan sama-sama lagi magang, jadi kalian jangan sok berkuasa di sini. Lebih baik kita saling tolong menolong” ucap vita sambil nunjuk ke arah nita, ana dan dina
“hehh loe berani yah nunjuk nunjuk kita, gw pastikan hidup kalian tidak akan tenang di sini” ucap dina yang langsung menampar pipi vita.
Sedangkan nita langsung mendorong tubuh alin hingga punggung alin terbentur ke tembok, dan ana juga menarik tangan ayu dengan keras hingga tubuh ayu menabrak pinggiran meja yang ada di pantry tersebut.
Vita yang mencoba menolong ayu, tapi sayangnya kaki vita dijegal sama dina hingga vita sendiri jatuh di samping ayu dan alin, bahkan tidak sampai di situ dina CS langsung menyiram mereka dengan air kran dan mereka juga menyiram bubuk kopi ke tubuh vita, alin, dan ayu yang sudah basah kuyup.
Dina, nita, dan ana sangat puas melihat ayu, vita, dan alin yang sudah cemong, hitam semua terkena bubuk kopi dan sedang meringis kesakitan, bahkan mereka tertawa terbahak bahak meliahat kekacauan yang mereka lakukan itu.
Vita mencoba untuk membalas mereka tapi sayang kakinya terasa sakit untuk di buat berdiri, sedangkan ayu juga ingin sekali berdiri untuk membalas perlakuan mereka tapi sayang perutnya yang terbentur pinggiran meja terasa nyeri, tapi alin masih bisa menahan punggungnya yang tidak terlalu sakit akhirnya alin masih bisa menampar pipi dina hingga dina tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya hingga dia jatuh ke lantai, melihat dina jatuh nita dan ana langsung menolong dina untuk berdiri, tapi sayang vita berhasil memegang kaki nita dan ana hingga mereka berdua jatuh menimpah tubuh dina.
__ADS_1
Vita dan ayu mencoba menahan rasa sakitnya, hingga mereka bisa berdiri lagi lalu membalas menyiram dina CS dengan air dan juga sabun pencuci piring. Karena lantai sudah basah dan licin Dina CS langsung menarik kaki vita, alin, dan ayu hingga kembali jatuh ke lantai .